Laporan Wartawan Serambi Indonesia Edi Laber | Gayo Lues
SERAMBINEWS.COM,BLANGKEJEREN - Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Syiah Kuala (USK) Gayo Lues kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat dengan menerjunkan sebanyak 50 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak ke Kampung Tetinggi, Kecamatan Pantan Cuaca, Kabupaten Gayo Lues.
Penerjunan mahasiswa yang difokuskan pada program pemberdayaan masyarakat untuk pemulihan pascabencana tersebut dimulai pada Selasa (3/2/2026) dan akan berlangsung selama 20 hari ke depan.
Kegiatan diawali dengan prosesi serah terima mahasiswa KKN yang secara resmi diterima oleh Pengulu Kampung Tetinggi, Mahmud.
Program KKN Berdampak ini diketuai oleh Mario Pani, S.P., M.Si., dengan didampingi tim Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang terdiri dari Bambang, S.E., M.M.; Said Hamzali, S.IP., M.M.; Ikhsan, M.Pd.; Rahayu Eka Sari, S.P., M.Si.; Nurmalinda Siregar, S.Agr., M.Agr.; serta Aira Hafnizar, S.P., M.Agr.
Dalam sambutannya, Pengulu Kampung Tetinggi, Mahmud, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepercayaan PSDKU USK Gayo Lues yang menempatkan mahasiswa KKN di wilayahnya.
“Kami menyambut baik kehadiran adik-adik mahasiswa dari PSDKU USK Gayo Lues. Semoga selama berada di Kampung Tetinggi dapat berbaur dengan masyarakat, memahami kebutuhan di lapangan, serta menjalankan program yang benar-benar bermanfaat dalam masa pemulihan pascabencana ini,” ujarnya, Rabu (4/2)2026).
Baca juga: Pimpin Sertijab Sejumlah Kepsek, Kacabdin Gayo Lues Tekankan Peran Agen Perubahan
Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana Pengabdian, Mario Pani, menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dari pemerintah kampung dan masyarakat setempat. Ia menekankan bahwa keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari terlaksananya program, tetapi dari dampak berkelanjutan yang dirasakan oleh masyarakat.
“Mahasiswa diharapkan mampu bekerja bersama masyarakat, menjunjung tinggi etika pengabdian, serta memastikan program yang dirancang memiliki manfaat jangka panjang bagi Kampung Tetinggi,” tuturnya.
Melalui sinergi antara mahasiswa, pemerintah Kampung Tetinggi, dan para dosen pembimbing lapangan, pelaksanaan KKN Berdampak ini diharapkan dapat mempercepat proses normalisasi kehidupan masyarakat pascabencana. Program yang dijalankan mencakup pemulihan fisik seperti infrastruktur dan lingkungan, pemulihan mental dan psikososial melalui kegiatan trauma healing, serta pemulihan ekonomi masyarakat lokal.
Selain itu, KKN Berdampak ini juga bertujuan mengurangi risiko bencana ke depan, membangun kapasitas dan ketangguhan (resilience) masyarakat, serta menerapkan teknologi tepat guna secara interdisipliner sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Rangkaian kegiatan serah terima ditutup dengan sesi perkenalan seluruh tim, koordinasi awal program kerja, serta pengarahan teknis terkait pelaksanaan kegiatan pengabdian selama masa KKN berlangsung. (*)