Habisi Nyawa Istri Secara Sadis dan Tak Menyesal, Serma Tengku Dian Anugerah Lolos Hukuman Mati
February 05, 2026 01:14 AM

 


TRIBUNJATIM.COM- Sebuah kasus pembunuhan terjadi beberapa waktu lalu.
 
Pembunuhan itu dilakukan oleh seorang anggota TNI terhadap istrinya.
 
Dilansir dari Tribunnews, Serma Tengku Dian Anugerah, anggota TNI yang tega menghabisi nyawa istrinya sendiri, Astri Gustina Yolanda divonis penjara seumur hidup serta sanksi pemecatan dari dinas militer.

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan Oditur yang sebelumnya meminta terdakwa dihukum mati atas tindakan pembunuhan berencana tersebut.

Vonis dibacakan dalam sidang yang digelar pada Kamis (29/1/2026) dan terdakwa dinyatakan terbukti melanggar Pasal 340 KUHP terkait pembunuhan berencana yang dilakukan secara keji terhadap orang terdekatnya.

Pembunuhan Sadis dan Tanpa Penyesalan Apalagi Permohonan Maaf

Ketua Majelis Hakim, Letkol Ahmad Efendi, menyatakan bahwa perbuatan terdakwa sangat sadis karena meninggalkan 24 luka tusukan dan sayatan pada tubuh korban.

Bukannya memberikan pertolongan medis setelah menikam istrinya, Serma Dian justru membiarkan korban tewas dan memilih melarikan diri ke Bandara Internasional Kualanamu.

Hakim juga menyoroti sikap terdakwa yang selama persidangan tidak menunjukkan rasa penyesalan sedikit pun dan tidak pernah menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban.

Hal-hal tersebut menjadi pertimbangan memberatkan yang membuat hakim yakin bahwa terdakwa tidak layak lagi dipertahankan sebagai prajurit TNI.

Baca juga: Update Pembunuhan Janda di Ponorogo: Pelaku Terdeteksi di Gunung Kidul, Diduga Ceburkan Diri ke Laut

 

Motif dan Kronologi Kejadian

Tragedi berdarah ini terjadi pada Juli 2025 lalu di rumah mereka di Kecamatan Sunggal, Deli Serdang, dipicu oleh konflik rumah tangga yang berkepanjangan.

Korban diketahui sudah dua bulan pisah ranjang karena kerap mendapatkan perlakuan kasar dari terdakwa, hingga akhirnya korban memutuskan tinggal bersama orang tuanya.

Pada hari kejadian, Astri datang ke rumah untuk menjemput anaknya, namun kehadirannya justru memicu keributan maut yang berujung penikaman menggunakan sangkur.

Dian sempat berusaha kabur melalui bandara sebelum akhirnya diringkus oleh personel Polisi Militer dan kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi selamanya.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.