TRIBUNNEWSMAKER.COM - Jeffrey Epstein, nama yang identik dengan kontroversi dan skandal global, menjadi sorotan dunia akibat kasus pelecehan seksual yang melibatkan anak di bawah umur.
Jaringan sosial dan bisnisnya yang luas menyeret sejumlah tokoh elite dunia ke pusaran kontroversi, memicu pertanyaan besar tentang kekuasaan dan impunitas.
Kasus ini tidak hanya mengungkap sisi gelap kehidupan Jeffrey Epstein, tetapi juga membuka tabir keterlibatan individu berpengaruh dalam praktik kriminal yang mengejutkan publik.
Baca juga: Muncul Sosok Dini Kurnia, Mantan Istri Ressa Anak Denada, Sudah Menikah Lagi dengan Mufli Dalilu
Setelah enam tahun setelah kematian Jeffrey Epstein, arsip Jeffrey Epstein dirilis oleh Kementerian Kehakiman Amerika Serikat.
File tersebut pun menyeret banyak nama besar elite dunia hingga ramai dibicarakan.
Sebenarnya selama bertahun-tahun, tokoh-tokoh media sayap kanan telah menyarankan bahwa pemerintah menyembunyikan rahasia terkait Epstein, yang meninggal karena bunuh diri pada tahun 2019 saat menunggu persidangan atas tuduhan perdagangan seks federal.
Beberapa dari individu tersebut dengan penuh semangat mendorong teori bahwa Epstein menyimpan "daftar klien" sebagai alat pemerasan terhadap tokoh-tokoh berpengaruh yang ia bantu melakukan kejahatan serupa.
Puluhan nama muncul dalam rilis dokumen pengadilan pada tahun 2024, termasuk Andrew Mountbatten-Windsor, mantan pangeran dan saudara Raja Charles III, mantan Presiden AS Bill Clinton, dan Michael Jackson.
Miliarder Elon Musk dan Mountbatten-Windsor disebutkan dalam catatan penerbangan yang dirilis pada bulan September.
Epstein lahir dan besar di New York.
Epstein mengajar matematika dan fisika di sekolah swasta Dalton School pada pertengahan tahun 1970-an. Ia sendiri pernah belajar fisika dan matematika di universitas, meskipun ia tidak pernah lulus.
Konon, ayah dari salah satu muridnya sangat terkesan sehingga ia menghubungkan Epstein dengan seorang mitra senior di bank investasi Wall Street, Bear Stearns.
Dalam waktu empat tahun, ia menjadi mitra di sana.
Pada tahun 1982, ia mendirikan firmanya sendiri - J Epstein and Co.
Perusahaan tersebut mengelola aset klien senilai lebih dari 1 miliar dollar AS dan langsung sukses.
Epstein mulai menghabiskan kekayaannya, termasuk untuk sebuah rumah mewah di Florida, sebuah peternakan di New Mexico, dan konon rumah pribadi terbesar di New York, serta bergaul dengan selebriti, seniman, dan politisi.
Mengenal Epstein selama 15 tahun, Trump mengatakan bahwa mereka berselisih tahun 2000, bertahun-tahun sebelum Epstein ditangkap.
Gedung Putih mengatakan bahwa Trump pernah mengusir Epstein dari klubnya "beberapa dekade lalu karena bersikap tidak sopan kepada karyawan wanitanya".
Trump sendiri mengatakan Epstein "menculik" wanita muda yang bekerja di spa klub pantai Mar-a-Lago miliknya. "Begitu dia melakukan itu, tamatlah riwayatnya," kata sumber.
Tak hanya Trump, Epstein juga dekat dengan sosok penting lain di Amerika.
Pada tahun 2002, ia menerbangkan mantan Presiden Bill Clinton dan aktor Kevin Spacey serta Chris Tucker ke Afrika dengan jet pribadi yang telah dimodifikasi.
Ia juga pernah berupaya membeli majalah New York bersama produser film Harvey Weinstein pada tahun 2003, namun gagal.
Epstein juga berteman dengan politisi Inggris Peter Mandelson, sebuah persahabatan yang menurut Mandelson ia sesali, dan yang menyebabkan ia kehilangan pekerjaannya sebagai duta besar untuk AS pada tahun 2025.
Mandelson kemudian juga mengundurkan diri dari Partai Buruh.
Wanita-wanita di sekitar Epstein Terlepas dari beberapa pertemanan dengan tokoh-tokoh terkenal, Epstein juga berusaha menjaga kehidupan pribadinya tetap tertutup, dilaporkan menghindari acara-acara sosial dan makan malam di restoran.
Ia pernah berkencan dengan wanita-wanita seperti pemenang Miss Swedia Eva Andersson Dubin dan Ghislaine Maxwell, putri dari penerbit Robert Maxwell, meskipun ia tidak pernah menikah.
Awal penyelidikan Maret 2005, polisi membuka penyelidikan terhadap Epstein di Palm Beach, Florida, setelah orang tua seorang gadis berusia 14 tahun mengatakan bahwa ia membayar putrinya untuk pijat.
Ternyata tak hanya satu, Epstein dilaporkan melakukan pelecehan seksual pada banyak gadis-gadis yang diawali dengan pijat.
Jaksa federal kemudian mengatakan bahwa pelecehan tersebut dimulai sejak tahun 2002.
Tahun 2006, Dewan Juri Palm Beach County mendakwa Epstein dengan satu tuduhan kejahatan, berupa ajakan prostitusi.
Kemudian tahun 2007, seorang asisten jaksa AS yang bekerja sama dengan dua agen FBI menemukan lebih banyak korban, menyerahkan daftar dakwaan dengan 60 tuduhan pidana, beserta memo yang merangkum bukti.
30 Juni 2008, Epstein mengaku bersalah atas dakwaan negara bagian terkait ajakan prostitusi dan ajakan prostitusi dengan anak di bawah umur 18 tahun dan dijatuhi hukuman 18 bulan di fasilitas keamanan minimum.
Sejak tahun 2008, Epstein terdaftar sebagai pelaku kejahatan seksual tingkat tiga di register New York.
Penetapan ini berlaku seumur hidup, yang berarti ia dianggap memiliki risiko tinggi untuk melakukan kejahatan lagi.
Pada Desember 2010, Andrew Mountbatten Windsor, anak ketiga Elizabeth II, yang saat itu dikenal sebagai Pangeran Andrew difoto di Central Park, New York, bersama Epstein, yang memicu kontroversi.
Dalam sebuah wawancara BBC pada November 2019, Andrew, yang telah mengenal Epstein sejak 1999, mengatakan bahwa ia pergi ke New York pada tahun 2010 untuk mengakhiri persahabatan mereka.
Ia mengatakan menyesal telah tinggal di rumah si pengusaha keuangan itu selama berada di sana, dan bahwa ia telah "mengecewakan" pihak lain dengan melakukan hal itu.
Menurut email dari tahun 2011 yang muncul beberapa tahun kemudian, Andrew tetap berhubungan dengan Epstein untuk jangka waktu yang lebih lama daripada yang sebelumnya dia akui.
Di tengah kehebohan yang terjadi kemudian, Andrew dicabut gelar kerajaannya pada tahun 2025.
Salah satu penuduh Epstein, Virginia Roberts, yang kemudian dikenal sebagai Virginia Giuffre, menuduh bahwa ia dipaksa berhubungan seks dengan Andrew pada awal tahun 2000-an ketika ia berusia 17 tahun.
Andrew dengan tegas membantah telah berhubungan seks dengannya dan mengatakan bahwa dia tidak ingat pernah ada foto mereka berdua yang diambil bersama di London.
Namun pada tahun 2022, ia membayar jutaan dolar kepada Giuffre untuk menyelesaikan gugatan yang diajukan oleh wanita tersebut yang menuduh bahwa ia telah melakukan pelecehan seksual terhadapnya.
(TribunNewsmaker.com/TribunnewsBogor.com)