TRIBUNJAKARTA.COM - Terkuak pelaku peledakan bom molotov di lingkungan SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar) pada Selasa (3/2/2026).
Ternyata pelaku merupakan murid kelas IX SMPN 3 Sungai Raya. Tak hanya itu, pelaku bukan sekali melakukan aksi teror.
Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengungkapkan pelaku merupakan korban bullying yang terpapar ideologi kekerasan ekstrem.
Wakapolres Kubu Raya, Kompol Andri Syahroni mengatakan terduga pelaku merupakan salah satu siswa aktif di sekolah.
Meski demikian, kepolisian belum membeberkan identitas lebih lanjut lantaran yang bersangkutan masih di bawah umur dan proses penyidikan masih berjalan.
“Sampai saat ini kami belum bisa memberikan informasi lebih detail karena semuanya masih dalam tahap pendalaman,” jelas Andri dikutip dari Kompas.com.
Selain mengamankan terduga pelaku, polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, serta memasang garis polisi di sejumlah ruang kelas yang terdampak.
Tim Forensik Polda Kalbar bersama Inafis Polres Kubu Raya diterjunkan untuk memastikan jenis dan sumber ledakan.
“Terduga pelaku telah diamankan di Polsek Sungai Raya. Saat ini kami fokus mendalami motif dan rangkaian kejadian,” tambah Andri.
Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengatakan siswa SMPN 3 Sungai Raya, Kalimantan Barat yang diduga melempar molotov tergabung dalam komunitas True Crime Community (TCC).
Diketahui komunitas TCC tersebut berisi soal paham atau ideologi kekerasan ekstrem yang banyak menyasar kepada anak-anak di Indonesia.
"Yang bersangkutan tertarik dengan konten-konten kekerasan dan juga tergabung dalam komunitas True Crime Community," kata Juru Bicara Densus 88 Kombes Mayndra Eka Wardhana dikutip dari Tribunnews.com, Rabu (4/2/2026).
Mayndra mengatakan dari hasil penggeledahan, Mayndra menyebut ditemukan sejumlah barang bukti berbahaya berupa lima gas portabek yang dilekatkan petasan, paku dan pisau.
"Serta enam buah Botol berisi bahan bakar minyak dan sumbu kain (Bom molotov). Serta satu bilah pisau," jelasnya.
Lebih lanjut, Mayndra menyebut pihaknya telah memberikan pendampingan terhadap Polda Kalimantan Barat dalam pengungkapan kasus tersebut mulai dari pemetaan pelaku hingga alat bukti.
Selain itu, Densus 88 Antiteror Polri mengungkap bahwa siswa SMP yang diduga melempar bom molotov di SMPN 3 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, merupakan korban perundungan di lingkungan sekolah.
Juru Bicara Densus 88 Kombes Pol Mayndra Eka Wardhana mengatakan, siswa tersebut mengalami perundungan secara berulang dan memiliki dorongan kuat untuk melakukan balas dendam kepada rekan-rekannya.
“Yang bersangkutan merupakan korban perundungan dan memiliki keinginan untuk melakukan balas dendam kepada rekan-rekan yang kerap kali melakukan perundungan terhadapnya," kata Mayndra dikutip dari Kompas.com, Rabu (4/2/2026).
Menurut Mayndra, kondisi psikologis siswa tersebut juga dipengaruhi oleh ketertarikannya pada konten-konten kekerasan serta keterlibatannya dalam komunitas True Crime Community (TCC).
Selain itu, penyidik menduga kuat adanya masalah keluarga yang turut memperparah situasi. Balas dendam itu kemudian dilampiaskan dengan melakukan aksi kekerasan di lingkungan sekolah.
Dalam penanganan kasus ini, aparat menemukan sejumlah barang berbahaya yang dikuasai oleh siswa tersebut, antara lain, lima tabung gas portable yang direkatkan dengan petasan, paku, dan pisau, enam botol berisi bahan bakar minyak dengan sumbu kain yang diduga sebagai bom molotov, serta satu bilah pisau
Mayndra menegaskan, Densus 88 Antiteror Polri mendampingi Polda Kalimantan Barat dalam proses penanganan kasus tersebut, mulai dari pemetaan hingga pemenuhan alat bukti.
"Densus 88 AT Polri mendampingi Polda Kalbar dalam melakukan penanganan kasus tersebut mulai dari proses pemetaan hingga pemenuhan alat bukti, adapun leading sektor penanganan kasus tersebut adalah Polda Kalimantan Barat," kata dia.
Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Kalbar), Irjen Pol Pipit Rismanto, mengungkapkan bahwa terduga pelaku pelemparan bom molotov di SMPN 3 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, merupakan seorang anak yang sebelumnya berada dalam pemantauan aparat kepolisian.
“Ini sebenarnya kejadian yang kedua. Anak tersebut sebelumnya masih dalam pemantauan dan sempat dinyatakan sudah bisa beraktivitas normal,” kata Pipit dikutip dari Kompas.com, Rabu (4/2/2026).
Pipit menjelaskan, kepolisian masih melakukan pendalaman secara menyeluruh terkait latar belakang dan motif yang mendorong anak tersebut melakukan aksi pelemparan bom molotov di lingkungan sekolah.
Pendalaman kasus ini tidak hanya dilakukan oleh Polda Kalbar, tetapi juga melibatkan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror serta Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
“Kami masih menggali akar persoalan yang melatarbelakangi tindakan ini. Dari peristiwa tersebut, kami menemukan sejumlah catatan penting, terutama terkait penanganan dan pengawasan anak remaja,” ujar Pipit.
Menurut Pipit, kasus yang melibatkan anak di bawah umur ini menjadi perhatian serius bagi seluruh pihak, mulai dari aparat penegak hukum, keluarga, sekolah, hingga lingkungan sekitar.
Evaluasi menyeluruh akan dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. “Ini menjadi bahan evaluasi bersama. Penanganan anak harus dilakukan secara komprehensif, tidak hanya aspek hukum, tetapi juga pendekatan psikologis dan sosial,” ucapnya.
Sebelumnya, SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, digegerkan suara ledakan di lingkungan sekolah, Selasa (3/2/2026). Suara ledakan diketahui berasal dari bom molotov yang dilempar seseorang.
Polisi memastikan telah mengamankan terduga pelaku. “Terduga pelaku telah kami amankan,” kata Humas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade.
Peristiwa terjadi sesaat setelah jam istirahat berakhir. Murid yang baru kembali ke kelas panik dan berhamburan menyelamatkan diri setelah mendengar ledakan keras dari dalam area sekolah.
Pihak sekolah langsung menghentikan kegiatan belajar mengajar dan memulangkan seluruh murid demi keselamatan.
Baca juga: Polisi Gelar Olah TKP Aksi Teror di Rumah DJ Donny, Pecahan Bom Molotov Jadi Barang Bukti
Baca juga: Awal 2026, DJ Donny Respons Santai Teror Bom Molotov ke Rumah: Belajar Lagi Bikin Bomnya
Baca juga: Setelah Teror Bangkai Ayam, Rumah DJ Donny Kini Diserang Bom Molotov Saat Subuh