Pasca Insiden Asap Kuning di Terminal PT Vopak Merak, Warga Kalibaru Cilegon Dipantau Kesehatannya
February 05, 2026 12:07 AM

TRIBUNBANTEN.COM, CILEGON - Pasca terjadinya insiden pelepasan uap berwarna oranye atau kepulan asap kekuningan di area Terminal PT Vopak Merak saat proses pemeliharaan rutin yang sempat membuat geger, pada Sabtu (31/1/2026).

Warga RT 02/02 Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, kini harus menjalani pemantauan kesehatan.

Pihak manajemen perusahaan menyebut pelepasan uap terjadi sekitar pukul 13.30 WIB dan berhasil ditangani lima menit kemudian oleh tim tanggap darurat. 

Meski begitu, langkah antisipasi tetap dilakukan dengan pemeriksaan kesehatan warga sekitar serta pemantauan kualitas udara di lingkungan terminal.

PT Vopak menegaskan tidak ada kebocoran tangki maupun pipa. Uap disebut muncul akibat sisa bahan di wadah pengumpul yang bereaksi dengan lapisan air.

Ketua RT 02/02 Kalibaru, Erik Herpiansyah, mengatakan komunikasi antara warga dan perusahaan terus diperkuat agar situasi tetap kondusif.

“Kami menyampaikan informasi ke masyarakat supaya tidak panik. Warga juga diimbau tetap berhati-hati saat ada aktivitas di area perusahaan,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (4/2/2026).

Baca juga: BREAKING NEWS: Menteri LH Sidak Pabrik Kimia PT Vopak, Pasca Adanya Kepulan Asap Kuning di Cilegon

Ia menambahkan, koordinasi dengan pihak kelurahan, aparat keamanan, dan perusahaan masih berjalan untuk memastikan tidak ada dampak lanjutan bagi warga.

Kesaksian RT Insiden Asap Kuning di PT Vopak

Ketua RT 02 RW 02 Lingkungan Kalibaru, Kelurahan Gerem, Erik Herpiansyah, menjadi saksi langsung kepanikan warga saat insiden pelepasan uap berwarna oranye atau kepulan asap kekuningan di area Terminal PT Vopak Merak.

Ia mengungkapkan, sedikitnya 58 warga mengalami gangguan kesehatan dan harus dievakuasi ke sejumlah fasilitas layanan kesehatan.

“Warga panik, ada yang sesak napas, pusing, dan matanya perih. Total ada 58 orang yang terdampak,” kata Erik saat ditemui TribunBanten.com, Rabu (4/2/2026).

Menurut Erik, sebagian besar warga yang terdampak langsung dilarikan ke Puskesmas Pulomerak dan Puskesmas Grogol untuk mendapatkan penanganan medis.

Sementara itu, HRD PT Vopak Terminal Merak, Ajeng Yuanita, menyatakan perusahaan telah berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan setempat serta melakukan monitoring langsung ke lingkungan permukiman.

“Operasional berjalan normal. Keselamatan karyawan dan masyarakat menjadi prioritas,” katanya.

Hingga saat ini, proses klarifikasi dengan pihak berwenang masih berlangsung.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.