Siswa SD di Ngada Ditemukan Tewas usai Keluhkan Tak Mampu Beli Buku & Pena, Tinggalkan Surat
February 05, 2026 03:01 AM

TRIBUNSUMSEL.COM, BAJAWA - YBR (10), siswa kelas IV SDN Rutowaja, Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), tewas dengan mengakhiri hidupnya di pohon cengkeh di Desa Nenawea, Kecamatan Jerebu, Kamis (29/1/2026).

Ia duga mengakhiri hidup karena tidak memiliki buku dan pena untuk pergi ke sekolah karena kondisi keluarganya. 

Camat Jerebuu, Bernadus Honoratus Tage mengatakan informasi awal diperoleh dari Kepala Desa Nenawea. 

“Korban ditemukan warga dalam keadaan tergantung di pohon cengkeh yang berada di lahan milik warga,” ujar Bernadus Ketika dikonfirmasi TRIBUNFLORES.COM.

Ia menambahkan, setelah menerima laporan, aparat keamanan langsung bergerak ke lokasi kejadian. 

Personel dari Pospol Jerebuu dan Polres Ngada melakukan penanganan awal dan penyelidikan.

“Benar, saat ini personel Pospol Jerebuu dan Polres Ngada sedang menuju dan menangani lokasi kejadian,” ungkap Bernadus.

Berdasarkan pantauan, YBR bersama neneknya tinggal di sebuah gubuk bambu berukuran tak lebih dari 2 x 3 meter di Desa Naruwolo, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Di tempat sederhana itulah, YBR ditemukan meninggal dunia pada Kamis (29/1/2026) sekitar pukul 12.30 WITA. 

Saat kejadian, nenek korban tengah mandi di kali yang jaraknya tak jauh dari pondok. 

Tak ada tanda-tanda mencurigakan sebelumnya. Tak ada pertengkaran. 

Tak ada riwayat perilaku menyimpang. 

YBR merupakan  anak bungsu dari lima bersaudara. 

Sejak berusia 1 tahun 7 bulan, ia tak lagi tinggal bersama ibu kandungnya dan diasuh oleh neneknya di pondok sederhana berdinding bambu. 

Ayahnya telah merantau ke Kalimantan sejak 11–12 tahun lalu dan tak pernah kembali.

Sehari-hari, selain bersekolah, YBR kerap membantu neneknya menjual sayur, ubi dan kayu bakar. 

Untuk makan, mereka mengandalkan hasil kebun seadanya, pisang dan ubi menjadi menu paling sering. 

Menurut keterangan nenek, YBR dikenal sebagai anak pendiam dan penurut. 

Ia tak pernah menunjukkan perilaku aneh.

Keluhannya hanya sederhana, buku tulis dan pulpen untuk sekolah. 

“Kami selalu berusaha penuhi, semampu kami,” tutur sang nenek lirih. 

Gelagat Terakhir

Ibu kandung YBR, Maria Goreti Te’a (47), menceritakan pagi terakhir sebelum tragedi itu. 

Yohanes mengeluh pusing dan enggan berangkat ke sekolah. 

Namun karena khawatir ia tertinggal pelajaran, sang ibu tetap mendorongnya masuk sekolah dan mengantar dengan ojek. 

Siang harinya, kabar duka itu datang, menghantam keluarga tanpa peringatan. 

“Saya kaget ada kabar, dari tetangga, saya pikir anak saya ada pergi sekolah,” ungkap Maria. 

Surat Terakhir

Saat ditemukan, korban tampak mengenakan baju olahraga berwarna merah.

Informasi yang diperoleh, saat mengevakuasi korban, warga menemukan sebuah pesan tertulis yang ditujukan kepada sang ibunda. 

Pesan itu ditulis pada sebuah kertas berwarna putih.

Surat untuk Mama

Dalam selembar surat yang ditulis menggunakan bahasa daerah (bahasa Bajawa). 

Kertas Ti'i Mama Reti"
Mama galo Ze'e
Mama Molo, Galo Ja'o Mata, Mama  Ma'e Rita ee Mama

Mamo Galo Ja'o Mata, Ma'e Woe Rita Ne Gae Nga'o ee

MOLO MAMA

Menurut sumber warga asli Bajawa, isi surat itu adalah:

Kertas untuk mama Reti

Mama terlalu kikir, 
Mama baik sudah, saya kalau mati jangan sampai menangis ee mama. 

Mama, saya kalau mati jangan menangis dan cari saya ee. 

Baik sudah mama.

Saksi Histeris

Berdasarkan keterangan saksi berinisial KD (59), kejadian tersebut pertama kali diketahui saat saksi hendak mengikat hewan ternak di sekitar pondok kebun. 

Saat menuju pondok, saksi melihat korban sudah dalam keadaan tergantung di salah satu dahan pohon cengkeh. 

"Saksi kemudian berlari ke jalan sambil berteriak meminta pertolongan, hingga warga sekitar berdatangan dan menghubungi pihak kepolisian,"jelas Kapolres Ngada melalui Kasi Humas Ipda Benediktus R. Pissort kepada TRIBUNFLORES.COM Jumat (30/1/2026).

Mensos Prihatin

Dilansir dari KompasTV, Menteri Sosial atau Mensos Saifullah Yusuf menanggapi terkait insiden tragis seorang siswa SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang diduga mengakhiri hidupnya karena tak mampu beli buku dan pena.

Saifullah merasa prihatin dan menyampaikan duka cita. Ia mengatakan kejadian tersebut harus menjadi atensi bersama, termasuk pemerintah pusat maupun daerah.

"Tentu kita prihatin dulu ya, turut berduka. Yang kedua, tentu ini menjadi perhatian, menjadi atensi kita bersama, ya tentu bersama pemerintah daerah," katanya, Selasa (3/2/2026).

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Gus Ipul itu menekankan pentingnya pendampingan dan penguatan data terhadap keluarga yang terbilang tidak mampu.

"Kita harus memperkuat pendampingan, kita harus memperkuat data kita, ya kita harapkan tidak ada yang tidak terdata," ucapnya, seperti dilaporkan Jurnalis KompasTV, Alfa.

Menurut Gus Ipul, penguatan data penting untuk menjangkau seluruh keluarga di Indonesia, termasuk keluarga-keluarga yang berada di kategori miskin ekstrem dan kategori miskin.

Ia pun kembali menyampaikan peristiwa meninggalnya anak SD diduga bunuh diri di NTT tersebut harus menjadi perhatian bersama.

"Ini hal yang sangat penting saya kira kembali kepada data, bagaimana data ini kita saksikan sebaik mungkin sehingga kita bisa menjangkau seluruh keluarga-keluarga yang memang memerlukan perlindungan, memerlukan rehabilitasi dan memerlukan pemberdayaan," ujarnya.

"Ya, jadi itu sampai disitu dulu dan ini sungguh-sungguh menjadi perhatian bersama." 

Bunuh Diri Tidak Dibenarkan

Tribunners, bunuh diri hal yang tidak dibenarkan.

Jika anda mengalami stres dan depresi yang berlebihan, silakan hubungi orang terdekat atau call center Kemenkes. Berikut hal yang bisa kamu lakukan:

FAQ Layanan Hotline Healing119.id 

1. Apa itu Healing119.id? 

Healing119.id adalah layanan Kesehatan mental berbasis daring (online), yang disediakan oleh 
Kementerian Kesehatan untuk membantu memberikan dukungan emosional dan konsultasi 
dasar bagi siapa pun yang sedang mengalami tekanan, keputusasaan hingga adanya dorongan 
untuk mengakhiri hidup. Layanan ini hadir sebagai teman bicara yang siap mendengarkan. 

2. Layanan seperti apa yang disediakan? 

Healing119.id menyediakan: 

● Informasi dan konsultasi dasar tentang kesehatan jiwa melalui panggilan suara dan teks 
(chat), 
● Dukungan emosional pada situasi krisis psikologis, 
● Rujukan ke fasilitas pelayanan kesehatan atau profesional jika dibutuhkan. 

3. Apakah ini layanan terapi atau konseling klinis jangka panjang? 

Bukan. Healing119.id adalah layanan pertolongan pertama psikologis (psychological first aid), 
bukan layanan terapi atau konseling jangka panjang. Tujuannya adalah untuk membantu 
menstabilkan kondisi emosional pengguna dan menghubungkan mereka ke layanan lanjutan jika 
diperlukan. 

4. Bagaimana cara mengakses layanan ini? 

Terdapat dua cara: 
● Panggilan suara: Hubungi 119 ekstensi 8 dari ponsel Anda atau akses melalui laman 
www.healing119.id dengan memilih opsi call healing119.id. 
● Chat WhatsApp: Kunjungi www.healing119.id dan klik tombol WhatsApp di halaman 
utama. 

5. Apa perbedaan layanan chat dan call? 

● Chat: Cocok bagi yang merasa nyaman mengekspresikan diri lewat tulisan. 
● Call: Cocok bagi yang ingin berbicara langsung dan merasa lebih lega lewat suara. 

6. Bagaimana jika saya tidak bisa terhubung dengan konselor? 

Kemungkinan besar konselor sedang melayani konsultasi pengguna yang lain. Silakan coba 
kembali beberapa saat lagi. 

Layanan tersedia dalam 2 cara, jika tidak bisa menghubungi via call disarankan untuk melakukan 
konseling via chat WhatsApp. 

Apabila konselor belum dapat dihubungi dan Anda dalam situasi darurat, Anda tetap kami 
sarankan untuk mencari bantuan lebih lanjut ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. 

7. Siapa saja yang bisa mengakses layanan ini? 

Siapa pun, tanpa batas usia, jenis kelamin, atau domisili. Layanan ini terbuka untuk masyarakat 
umum secara nasional. 

8. Apakah anak atau remaja bisa menggunakan layanan ini? 

Ya. Layanan ini dapat diakses siapapun warga negara Indoensia (WNI) dimanapun tanpa 
batasan usia, namun operator dan konselor biasanya akan menyesuaikan pendekatan (cara 
bertanya, sensitivitas bahasa, tingkat dukungan) jika pengguna masih di bawah umur (18 tahun) 

9. Berapa lama saya bisa berkonsultasi dengan konselor? 

● Durasi layanan dibatasi dalam waktu 30 menit per sesi. Jika diperlukan, sesi dapat 
diperpanjang hingga maksimal dua sesi (total 60 menit) dalam satu kali konsultasi. 
● Keterbatasan waktu dalam pelayanan disebabkan layanan healing119.id diprioritaskan 
untuk menangani pertolongan pertama upaya mengakhiri hidup atau kasus darurat 
kesehatan mental. 
● Jika ingin berkonsultasi dalam waktu lebih lama disarankan mengunjungi fasilitas 
pelayanan kesehatan, seperti Puskesmas, Rumah Sakit, atau fasilitas lain yang tersedia 
layanan kesehatan jiwa. 

10. Apakah saya bisa menggunakan layanan ini lebih dari satu kali? 

Ya, Anda dapat menggunakan layanan ini lebih dari satu kali. Namun, perlu diingat bahwa 
layanan ini merupakan dukungan awal dan bukan terapi jangka panjang. Jika Anda telah 
mendapatkan rujukan untuk melanjutkan konsultasi ke fasilitas pelayanan kesehatan atau tenaga 
profesional, sangat disarankan untuk mengikuti rujukan tersebut demi penanganan yang lebih 
tepat dan berkelanjutan. 

11. Apakah layanan ini beroperasi 24 jam? 

Layanan ini berlangsung 24 jam, namun dalam pelaksanaannya jika belum terhubung, 
kemungkinan yang terjadi sistem sedang penuh dalam antrian layanan. 

12. Apakah harus mendaftar dulu untuk menggunakan layanan ini?

Tidak perlu. Layanan bisa langsung diakses melalui website www.healing119.id untuk chat atau 
panggilan suara, atau langsung menghubungi 119 ext. 8 tanpa perlu registrasi terlebih dahulu. 

13. Apakah identitas saya akan dirahasiakan? 

Ya. Seluruh percakapan dijaga kerahasiaannya sesuai dengan prinsip privasi dan etika profesi. 
Namun, dengan mengakses layanan, pengguna menyetujui bahwa datanya dapat digunakan 
untuk keperluan tindak lanjut dan pemantauan program secara anonim dan bertanggung jawab. 

14. Apakah saya perlu membayar untuk menggunakan layanan ini? 

Tidak. Layanan Healing119.id gratis dan dapat diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia. 

15. Kalau saya tinggal di daerah terpencil yang susah internet, bagaimana aksesnya? 

Kami memahami bahwa tidak semua wilayah memiliki akses internet stabil.  
Jika Anda mengalami kesulitan akses digital, kami anjurkan: 

● Mendatangi Puskesmas terdekat yang tersedia psikolog atau tenaga kesehatan yang 
telah terlatih kesehatan jiwa. 
● Jika masalah kesehatan mental/jiwa belum dapat tertangani, maka memperoleh rujukan 
ke Rumah Sakit yang tersedia dokter spesialis jiwa, atau psikolog klinis. 

16. Apa yang akan terjadi setelah sesi konseling selesai? 

Jika Anda merasa sudah terbantu dan cukup dengan konsultasi yang diberikan, maka layanan 
dianggap telah selesai. Namun, jika masih dibutuhkan layanan konseling lebih lanjut, Anda 
disarankan untuk mengunjungi fasilitas layanan kesehatan, seperti Puskesmas, Rumah Sakit, 
sarana lain tersedia layanan psikolog dan dokter spesialis jiwa. Apabila kasus membutuhkan 
rujukan secara darurat, maka konselor akan berkoordinasi dengan tim kegawatdaruratan medis 
di wilayah terdekat. Semua disesuaikan dengan kebutuhan dan kesiapan Anda. 

17. Apakah saya boleh menghubungi untuk mendampingi orang lain? 

Ya. Anda juga dapat mengakses layanan ini jika membutuhkan saran dalam mendampingi teman, 
anggota keluarga, atau orang lain yang sedang mengalami tekanan psikologis. 

18. Apakah saya bisa mengakses layanan ini dari luar negeri? 

Untuk saat ini, layanan chat di www.healing119.id dapat diakses oleh WNI dari luar negeri. 
Namun, panggilan ke 119 ext. 8 mungkin mengalami kendala tergantung operator dan lokasi 
Anda. 

19. Apakah saya bisa mendapatkan surat keterangan dari konselor setelah sesi? 

Tidak. Karena layanan ini hanya merupakan hotline. Jika dibutuhkan, maka Anda dapat 
menghubungi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat atau yang disarankan oleh konselor. 

20. Masalah apa saja yang bisa dibicarakan melalui layanan ini? 

● Healing119.id hadir sebagai layanan pertolongan pertama psikologis, khususnya untuk 
membantu mereka yang merasa tertekan, putus asa, atau memiliki dorongan untuk 
menyakiti diri sendiri atau mengakhiri hidup. 

● Konselor juga bisa membicarakan stres berat, tekanan hidup, konflik pribadi, trauma, atau 
pengalaman kekerasan. Tim akan membantu merasa lebih tenang dan terhubung kembali 
dengan harapan, serta mengarahkan ke bantuan profesional bila dibutuhkan. 

● Namun sekali lagi, layanan ini bukan terapi klinis jangka panjang, melainkan bantuan 
psikologis segera, dengan rujukan apabila dibutuhkan bantuan medis lanjutan. 

21. Apakah saya harus menjelaskan masalah saya secara detail? 

Tidak harus. Anda boleh menceritakan apa yang nyaman untuk Anda bagikan. Konselor akan 
membantu menggali secara perlahan sesuai kenyamanan Anda. 

22. Siapakah konselor yang melayani? 

Para konselor Healing119.id adalah tenaga medis dan tenaga kesehatan yang telah mengikuti 
pelatihan, memiliki kompetensi dalam layanan kesehatan jiwa dan memiliki izin praktek profesi. 

23. Apakah saya bisa memilih konselor tertentu? 

Saat ini, sistem belum memungkinkan pemilihan konselor secara spesifik. Namun, semua 
konselor telah dilatih dan siap memberikan dukungan dengan empati dan profesionalisme. 

24. Saya ingin menjadi relawan konselor. Apakah bisa? 

Tentu. Silakan jika Anda mempunyai latar belakang pendidikan kesehatan jiwa dan mempunyai 
izin praktek profesi dapat mengunjungi laman resmi https://kemkes.go.id/id/layanan/sistem
tenaga-cadangan-kesehatan untuk mendaftar sebagai tenaga cadangan kesehatan (TCK) yang 
nanti akan dihubungi untuk kesediaan menjadi relawan konselor healing119.id 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.