Permintaan Domestik Dorong Pertumbuhan Ekonomi RI, Investor Bisa Lirik Sektor Ini
February 05, 2026 03:30 AM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Indonesia tetap menunjukkan fundamental ekonomi yang relatif kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Menurut Indonesia’s Head of Research DBS Group Research, William Simadiputra, hal tersebut peluang bagi investor untuk tetap mengelola portofolio secara terukur.

"Permintaan domestik yang kuat terus menjadi pendorong utama pertumbuhan," katanya di Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Baca juga: Kemenperin Bantah Isu Lesunya Investasi Manufaktur, 1.236 Industri Siap Beroperasi 2026

Sementara itu, ia menyebut inflasi yang terjaga memberikan ruang bagi Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan kebijakan moneter yang mendukung stabilitas dan aktivitas ekonomi.

Dari sisi fiskal, William mengatakan konsolidasi yang berkelanjutan turut memperkuat ketahanan ekonomi nasional dan menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif dalam jangka menengah.

“Bagi investor, kondisi ini membuka peluang pada sektor-sektor yang ditopang oleh konsumsi domestik, termasuk ritel dan e-commerce, seiring dengan meningkatnya adopsi digital masyarakat," ujarnya.

"Selain itu, percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya di sektor energi terbarukan, juga menghadirkan peluang investasi jangka panjang yang sejalan dengan agenda transisi energi nasional,” sambungnya.

Di luar faktor domestik, daya tarik investasi Indonesia disebut juga ditopang oleh posisi dalam lanskap ekonomi regional dan global.

Posisi strategis Indonesia serta perannya dalam kerja sama regional seperti ASEAN memungkinkan diversifikasi arus perdagangan dan investasi, sehingga membantu meredam sebagian risiko eksternal.

"Upaya berkelanjutan pemerintah dalam memperbaiki iklim usaha melalui reformasi regulasi, transformasi digital, serta pengembangan kerangka keuangan berkelanjutan turut memperluas pilihan investasi yang tersedia," ucap William.

Meski demikian, investor diingatkan untuk tetap perlu mencermati risiko global, dinamika kebijakan domestik, serta tantangan lingkungan dan perubahan iklim dalam menyusun strategi investasi yang berkelanjutan.

Dalam mendukung investor merespons dinamika global dan domestik tersebut, peran institusi keuangan menjadi semakin strategis.

Head of Segmentation, Liabilities, and Secured Lending PT Bank DBS Indonesia Natalina Syabana mengatakan, Bank DBS Indonesia terus memperkuat perannya dalam mendampingi nasabah menavigasi ketidakpastian global dan dinamika pasar domestik.

“Sebagai mitra tepercaya untuk kekayaan global, melalui layanan wealth management, fokus kami adalah menghadirkan layanan advisory yang relevan dan terstruktur," kata Natalina.

Di sini, nasabah didampingi dalam menavigasi ketidakpastian global sekaligus peluang domestik.

Dengan begitu, nasabah dapat membuat keputusan yang didasarkan pada pemahaman mendalam terhadap tren pasar, menangkap peluang pertumbuhan secara selektif, dan menjaga portofolio tetap tangguh di tengah volatilitas.

Dalam kerangka ini, DBS Treasures dan DBS Treasures Private Client menggabungkan keahlian global langsung dari pakar ahli DBS Chief Investment Office, dengan strategi investasi yang dipersonalisasi membantu nasabah memahami tren, peluang, dan risiko investasi.

Layanan ini mencakup solusi portofolio yang disesuaikan dengan profil risiko nasabah, termasuk akses ke alternative asset classes dan Asia ex-Japan equities.

Sehingga, nasabah dapat mengambil keputusan strategis secara selektif sekaligus memperkuat daya tahan portofolio di tengah volatilitas pasar.

Untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang lebih kompleks, DBS Treasures Private Client hadir pula memberikan advisory yang lebih advanced dan komprehensif melalui solusi yang sangat customized seperti KPD (Kontrak Pengelolaan Dana) dengan investible funds  mulai IDR 5 milyar.

Melalui produk KPD, nasabah dapat memilih sendiri underlying assets ini sesuai profil risiko serta tujuan keuangannya setelah berdiskusi secara menyeluruh bersama Relationship Manager (RM) yang berpengalaman, Product Expert, hingga Fund House/Manajer Investasi.

"Ke depannya, Bank DBS Indonesia akan terus mendukung pengelolaan portofolio yang berkelanjutan," kata Natalina.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.