TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Dua hari pasca kejadian teror ledakan diduga bom rakitan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Sungai Raya, Gang Sepakat, Jalan Adi Sucipto No.16, RW 8, Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya pada Selasa 3 Februari 2026.
Kejadian itu sempat menimbulkan kepanikan di seluruh sekolah.
Lantas bagaimana kondisi SMPN 3 Sungai Raya dua hari setelah kejadian?
Pantauan TribunPontianak.co.id pada Rabu 4 Februari 2026, setengah area sekolah masih terpasang garis polisi.
Polisi masih melakukan penyelidikan mendalam.
"Proses penyelidikan dan pendalaman masih dilakukan," kata Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade kepada tribunpontianak.co.id, Rabu 4 Februari 2026.
Di sisi lain, proses belajar mengajar di SMPN 3 Sungai Raya dinonaktifkan alias dilakukan secara daring.
"Sementara dua hari , hari ini dan besok (Rabu-Kamis)," kata salah satu petugas keamanan sekolah Abdullah saat ditemui, Rabu 4 Februari 2026.
• Motif Pelaku Teror Bom Rakitan di SMP 3 Sungai Raya Apa? Ini Kata Polisi
Kepala SMP Negeri 3 Sungai Raya, Lily juga mengatakan kegiatan belajar tetap berjalan seperti biasa namun dilakukan secara daring selama beberapa hari ke depan.
"Tidak ada libur, tetap sekolah secara daring. Kemungkinan sekitar dua hari, dan Jumat sudah bisa masuk kembali, tetapi tetap melihat kondisi ke depannya," ujarnya saat ditemui wartawan pada Selasa 3 Februari 2026.
Sebelumnya, Kepsek Lily menjelaskan keseharian terduga pelaku saat menerima pelajaran di lingkungan sekolah.
"Anak didik kami yang melakukan aksi itu sebenarnya kesehariannya bagus, bergaul dengan temannya itu juga ceria," katanya kepada tribunpontianak.co.id, Rabu 4 Februari 2026.
Ia juga mengaku tak menaruh rasa curiga sedikit pun secara khusus kepada terduga pelaku.
"Tidak ada hal-hal mencurigakan. Dia seperti anak-anak yang lain," ungkapnya.
Bahkan, dirinya menyebutkan anak tersebut selalu mengikuti proses belajar mengajar seperti biasanya.
"Belajar, bercanda dengan temannya itu biasa aja, tidak ada yang aneh-aneh. Kita juga tidak tau kenapa ini terjadi," pungkasnya.
• Tak Ada Tanda Mencurigakan, Kepala Sekolah Bongkar Keseharian Murid Terduga Pelaku Ledakan SMPN 3
Sementara itu, atas aksi yang dilakukan, salah seorang muridnya ini harus menjalankan proses pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
Kapolda Kalbar, Irjen Pol Pipit Rismanto mengungkap sosok pelaku masih dalam kategori anak di bawah umur.
Ia menyebut akar permasalahan kasus ini melibatkan kondisi psikologis dan lingkungan keluarga anak yang bersangkutan.
"Peristiwa ini adalah yang kedua dan anak tersebut sebelumnya memang sudah dalam pemantauan. Saat ini kegiatannya sudah kembali normal, namun kami bersama Densus dan BNPT masih menggali akar masalahnya," ujar Irjen Pol Pipit saat ditemui di sekitar Polsek Sungai Raya, Selasa 3 Februari 2026 siang.
Dari hasil pendalaman sementara, ia mengungkapkan ditemukan adanya dugaan persoalan dalam lingkungan keluarga.
Kondisi kakek dan ayah anak tersebut yang sedang sakit diduga memberikan tekanan psikologis.
"Ini menjadi perhatian kita bersama, baik pemerintah, kepolisian, KPAI, sekolah, maupun Dinas Pendidikan. Ada keterkaitan antara kondisi keluarga dan psikologis anak yang perlu didalami lebih lanjut agar kejadian serupa tidak terulang," jelasnya.
Ia menambahkan secara umum aktivitas sekolah berjalan normal, namun pendalaman tetap dilakukan terhadap aktivitas anak baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga.
Penanganan akan difokuskan pada pembinaan, mengingat yang bersangkutan masih di bawah umur.
"Penegakan hukum adalah ultimum remedium. Yang terpenting saat ini adalah menyelesaikan akar masalah dan melihat apakah anak ini masih bisa dibina," katanya.
"Kami dari kepolisian juga akan menurunkan personel, termasuk bhabinkamtibmas, ke sekolah-sekolah untuk melakukan pembinaan dan pengawasan. Semua pihak harus berkolaborasi agar peristiwa seperti ini tidak terulang kembali," pungkasnya.
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!