TRIBUNPALU.COM, PARIGI MOUTONG - Berdasarkan hasil koordinasi dan analisis sementara dari BPBD Parigi Moutong bersama BMKG, luasan karhutla di Desa Avolua diperkirakan telah mencapai sekitar 62 hektare.
Luasan tersebut berpotensi bertambah seiring cuaca panas, angin kencang, serta medan yang sulit dijangkau.
Jika benar luasan yang terbakar di Desa Uevolo ini mencapai 20 hektare, berarti jumlah luasan yang hangus mencapai 62 hektare.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong, hingga Rabu (4/2/2026) malam masih belum berhasil dipadamkan dan terus meluas ke sejumlah wilayah.
Pantauan di lapangan pada Rabu malam, ratusan warga Desa Avolua dan desa perbatasan, yakni Desa Uevolo, terlihat memadati ruas Jalan Trans Sulawesi di tikungan Inova.
Baca juga: Curhat Petani Desa Uevolo Parigi Moutong, Lahannya Terbakar Saat Tanaman Sedang Berbuah
Warga memantau kobaran api yang terus merambat ke lahan produktif sekaligus mengantisipasi potensi api mendekati permukiman.
Kebakaran kemudian dilaporkan meluas hingga ke wilayah Desa Uevolo, Kecamatan Siniu, sejak sore hingga malam hari.
Berdasarkan informasi yang diterima dari warga, api telah menghanguskan ratusan tanaman produktif milik warga.
Jenis tanaman yang terbakar di antaranya durian, alpukat, pala, kakao, dan cengkeh, serta tanaman palawija seperti cabai dan berbagai jenis sayuran.
Luasan lahan terbakar di wilayah pegunungan Desa Uevolo ini, diperkirakan mencapai sekitar 20 hektare dan akan divalidkan usai pemerintah melakukan pendataan.
Selain di Avolua dan Uevolo, karhutla juga meluas ke wilayah pegunungan Dusun 4 Uenggalajo, Desa Toboli, Kecamatan Parigi Utara.
Api yang terus menyebar diperparah oleh tiupan angin kencang.
Baca juga: Gubernur Sulteng Dorong Pemkot Palu Gunakan Bank Sulteng untuk Simpan Anggaran Daerah
Berdasarkan keterangan warga, puluhan pohon kelapa serta tanaman lainnya turut hangus terbakar.
Sebaran kebakaran disebut membentang dari wilayah Desa Uevolo, Kecamatan Siniu hingga kawasan pegunungan Desa Toboli, Kecamatan Parigi Utara.
Meski personel gabungan sempat memadamkan api beberapa hari sebelumnya, namun pada Rabu malam kobaran api kembali muncul dan meluas ke area pegunungan.
Hingga Rabu malam, api di sejumlah titik masih belum berhasil dipadamkan. Upaya pemadaman masih dilakukan secara manual karena keterbatasan akses dan peralatan.
Saat ini, BPBD Parigi Moutong telah mendirikan posko terpadu penanganan karhutla dan kekeringan yang berlokasi di Desa Toboli, Kecamatan Parigi Utara. (*)