105 Hotspot Kepung Kuala Kampar Pelalawan, Puluhan Personil Gabungan Padamkan Api
February 05, 2026 11:15 AM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabuparen Pelalawan semakin menyala hari ini, Kamis (5/2/2026).

Sebanyak 105 hotspot terdeteksi melalui satelit BMKG yang tersebar mengepung Kecamatan Kuala Kampar dan hanya 1 titik di Kecamatan Teluk Meranti.

Jumlah hotspot itu meningkat hampir dua kali lipat dari sehari sebelumnya yang hanya 60 titik di lokasi yang sama. 

Kondisi ini akibat Karhutla di Kuala Kampar semakin meluas teparnya di tiga desa yakni Sungai Upih, Teluk Beringin, dan Serapung.

Api merembet sampai ke semak belukar dan areal hutan yang awalnya hanya melalap kebun kelapa milik masyarakat.  

"Di Sungai Upih semakin meluas apinya. Sudah masuk ke areal hutan. Jadi satu hamparan di situ, tapi luas," tutur Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Zulfan M.Si kepada tribunpekanbaru.com, Kamis (5/2/2026).

Ia menyebutkan, titik api dalam satu hamparan sangat banyak dan terus bertambah sejak kemarin.

Baca juga: Riau Kembali Dominasi Hotspot Sumatera, Pelalawan Sumbang Titik Panas Terbanyak

Tim gabungan berjibaku memadamkan api di Desa Sungai Upih, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan Riau, Selasa (3/2/2026). Hari ini terpantau hotspot di Pelalawan masih terbanyak di Riau, yakni mencapai 105 titik panas.
Tim gabungan berjibaku memadamkan api di Desa Sungai Upih, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan Riau, Selasa (3/2/2026). Hari ini terpantau hotspot di Pelalawan masih terbanyak di Riau, yakni mencapai 105 titik panas. (FOTO DOK Damkar Pelalawan)

 

Padahal tim gabungan dari berbagai instansi telah diterjunkan ke lokasi sejak hari pertama, untuk upaya pemadaman. 

Bahkan titik Karhutla di Desa Sungai Upih telah menyatu dengan lahan yang terbakar di Desa Teluk Beringin, karena lokasinya berdekatan. Kondisi itulah yang membuat hotspot semakin bertambah banyak.  

"Personil gabungan mencapai 70 orang dari berbagai instansi. Kebanyakan dari kepolisian dan TNI serta masyarakat," papar Zulfan. 

Adapun instansi yang terlibat operasi pemadaman darat yakni polri, TNI, dinas Damkar, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), warga setempat dan pemerintah kecamatan serta aparat desa. Tim dibagi dalam beberapa kelompok dalam proses pemadaman untuk melokalisir api, agar tidak semakin meluas.

"Info dari anggota sudah masuk ke areal perusahaan PT TUM, karena masih hutan kondisi lahannya," tandasnya. 

Kondisi itu diperparah dengan lahan yang terbakar jenis tanah gambut dengan kedalaman di atas 3 meter.

Operasi pemadaman harus intensif untuk memastikan api dan bara api yang ada di dalam tanah padam total.

Pelalawan Titik Panas Terbanyak di Riau

Sebaran hotspot di Riau paling banyak terdeteksi di Kabupaten Pelalawan dengan jumlah mencapai 105 titik panas.

Selain Pelalawan, hotspot juga terpantau di Kabupaten Bengkalis sebanyak 47 titik.

Sementara wilayah lain seperti Kabupaten Rokan Hilir, Rokan Hulu, Siak, Indragiri Hilir, serta Kota Dumai terdeteksi masing-masing dalam jumlah lebih kecil.

Di tingkat Sumatera, provinsi lain yang terpantau memiliki hotspot antara lain Kepulauan Riau sebanyak 8 titik, Sumatera Utara 4 titik, Sumatera Selatan 3 titik, serta Aceh, Jambi, dan Sumatera Barat masing-masing 1 titik panas.

BMKG mengingatkan bahwa meningkatnya jumlah hotspot perlu menjadi perhatian serius, terutama di tengah kondisi cuaca yang masih relatif panas dan potensi hujan yang belum merata.

Total titik panas (hotspot) update pukul 23.00 WIB

Total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera : 178

-          Aceh = 1

-          Jambi = 1

-          Sumatera Barat = 1

-          Sumatera Utara = 4

-          Sumatera Selatan = 3

-          Kep. Riau = 8

-          Riau = 160

·         Kab. Bengkalis = 47

·         Kab. Rokan Hilir = 2

·         Kab. Rokan Hulu = 1

·         Kab. Pelalawan = 105

·         Kab. Siak = 1

·         Kab. Indragiri Hilir = 2

·         Kota Dumai = 2

(Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.