TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA -- Harga emas perhiasan di Toko Mas Sinar Baru, Martapura, Kabupaten OKU Timur hari ini turun, Kamis (5/2/2026).
Saat ini, harga emas perhiasan berada di kisaran Rp15.000.000 hingga Rp15.400.000 per suku (6,7 gram), setelah sebelumnya sempat menyentuh angka Rp16.000.000 per suku meski hanya berlangsung singkat.
Pemilik Toko Mas Sinar Baru, Jalal, menjelaskan bahwa lonjakan harga hingga Rp16 juta per suku terjadi sekitar beberapa yang hari lalu, namun tidak bertahan lama.
Menurutnya, pergerakan harga emas belakangan ini cenderung cepat naik dan turun mengikuti kondisi pasar.
“Harga sempat naik sampai Rp16 juta per suku, tapi hanya sebentar. Sekitar dua hari kemudian turun lagi ke harga sekarang,” ujar Jalal saat ditemui jurnalis Tribunsumsel.com dan sripoku.com di tokonya, Kamis (5/2/2026).
Baca juga: Naik Rp 10 Ribu, Harga Emas Antam Hari ini di Palembang Kamis 5 Februari 2026, Cek Rinciannya
Saat ini, emas perhiasan jenis gelang bentuk padi dijual dengan harga Rp15.000.000 per suku, sedangkan cincin, atau bentuk rantai Medan berada di harga Rp15.400.000 per suku.
Meski harga emas masih tergolong tinggi, Jalal mengungkapkan bahwa minat beli masyarakat cenderung menurun, sementara aktivitas penjualan emas justru relatif lebih banyak.
Menurutnya, hal ini dipengaruhi oleh kebutuhan ekonomi masyarakat.
“Kalau yang beli tidak terlalu banyak karena harga memang lumayan mahal. Tapi yang jual cukup banyak. Umumnya mereka menjual emas saat sedang butuh,” jelasnya.
Menariknya, Jalal menilai pola perilaku masyarakat kini mulai berubah.
Jika sebelumnya warga cenderung langsung menjual emas saat harga naik, kini mereka lebih berhitung dan memilih menahan emasnya.
“Sekarang masyarakat sudah pintar. Mereka tidak langsung jual saat harga naik. Kalau pun dijual, biasanya karena ada kebutuhan mendesak,” tambahnya.
Hal tersebut juga dirasakan Tatik, salah satu warga Martapura yang menjual emas perhiasannya. Ia mengaku terpaksa melepas emas miliknya karena kebutuhan yang tidak bisa ditunda.
“Kalau tidak ada keperluan mendesak seperti ini, saya tidak akan jual emas. Saya sebenarnya ingin menyimpan,” ujar Tatik.
Ia menyadari bahwa emas masih menjadi aset yang relatif aman untuk disimpan dalam jangka panjang, sehingga keputusan menjual bukanlah pilihan utama, melainkan jalan terakhir saat kebutuhan mendesak datang.
Fluktuasi harga emas yang terjadi dalam beberapa hari terakhir menunjukkan bahwa emas masih menjadi instrumen simpanan penting bagi masyarakat, tidak hanya sebagai perhiasan, tetapi juga sebagai cadangan ekonomi yang dijual saat benar-benar dibutuhkan.
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel