Isi Pesan Perpisahan untuk Persebaya Surabaya dan Bonek dari Dejan Tumbas yang Emosional
February 05, 2026 12:05 PM

SURYA.co.id, Surabaya - Dejan Tumbas resmi berpisah dengan Persebaya Surabaya setelah satu musim penuh kenangan. Gelandang asal Serbia itu menuliskan pesan emosional untuk Bonek dan Bonita, menegaskan rasa hormat dan kebanggaannya pernah mengenakan jersey Bajol Ijo.

Pesan perpisahan Dejan menjadi sorotan karena ditulis dengan penuh kehangatan. Ia menyebut Persebaya sebagai rumah, rekan setim sebagai keluarga, dan Kota Pahlawan sebagai tempat yang memberinya kekuatan.

Kepergian Dejan terjadi di tengah perombakan besar skuad Persebaya pada putaran kedua Super League 2025/2026. Bersama lima pemain lain, ia dilepas untuk memberi ruang bagi empat rekrutan asing baru yang diharapkan memperkuat tim.

Isi Pesan Emosional Dejan Tumbas kepada Suporter

POSISI - Dejan Tumbas, pemain asing Persebaya Surabaya, dalam satu pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur. Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, akhirnya angkat bicara dan membuka peluang perubahan peran bagi pemain asal Serbia tersebut, Selasa (13/1/2026).
POSISI - Dejan Tumbas, pemain asing Persebaya Surabaya, dalam satu pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur. Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, akhirnya angkat bicara dan membuka peluang perubahan peran bagi pemain asal Serbia tersebut, Selasa (13/1/2026). (Persebaya)

Dalam pesannya, Dejan menulis bahwa satu tahun bersama Persebaya adalah pengalaman tak terlupakan. Ia menyebut penuh gairah, pengorbanan, pertarungan, dan kenangan yang akan selalu dibawanya sepanjang hidup.

Ia mengaku tidak pernah menyangka perpisahan datang begitu cepat, namun percaya semua terjadi karena alasan. Baginya, Persebaya sejak hari pertama sudah terasa seperti rumah.

Dejan menekankan bahwa orang-orang di klub, staf, dan rekan setim bukan sekadar kolega, melainkan keluarga. Hal ini menunjukkan kedekatan emosional yang ia rasakan selama di Surabaya.

Kota Pahlawan disebutnya memberi kehangatan, kekuatan, dan kenangan yang akan ia bawa selamanya. Ucapan ini menegaskan ikatan mendalam antara dirinya dengan atmosfer Surabaya.

Bonek dan Bonita mendapat tempat khusus di hatinya. Ia menulis bahwa cinta, suara, dan dukungan suporter membuatnya berjuang untuk setiap bola di lapangan.

“Terima kasih telah percaya pada saya. Terima kasih telah selalu mendukung saya. Terima kasih telah membuat perjalanan ini begitu istimewa,” tulis Dejan.

Ia menutup pesannya dengan kalimat penuh hormat: “Saya pergi dengan rasa hormat, syukur, dan kebanggaan. Persebaya akan selalu menjadi bagian dari diri saya.”

Pesan ini langsung mendapat respons hangat dari suporter. Banyak yang menilai Dejan meninggalkan kesan mendalam meski hanya semusim.

Atmosfer perpisahan ini menambah dinamika emosional di tengah perombakan skuad Bajol Ijo.

Perjalanan Singkat Dejan Bersama Persebaya dan Alasan Hengkang

Dejan Tumbas bergabung dengan Persebaya pada awal musim 2025/2026. Ia menjadi salah satu gelandang asing yang diharapkan memperkuat lini tengah.

Sepanjang paruh pertama musim, Dejan tampil konsisten dan selalu dimainkan dalam sembilan laga terakhir.

Kontribusinya terlihat saat Persebaya menang 2-1 atas Malut United pada Januari 2026. Ia menjadi bagian penting dalam menjaga ritme permainan.

Namun, manajemen memutuskan melepas enam pemain di putaran kedua. Selain Dejan, ada Rizky Dwi, Rendy Oscario, Diego Mauricio, Dime Dimov, dan Kadek Raditya.

Baca juga: Toni Firmansyah Kian Matang, Siap Isi Posisi Milos di Persebaya

Keputusan ini diambil untuk memberi ruang bagi empat pemain asing baru: Bruno Paraiba, Jefferson Silva, Pedro Matos, dan Gustavo Fernandes.

Bernardo Tavares menilai perombakan ini penting untuk menjaga keseimbangan tim. “Kami harus menyiapkan skuad yang lebih segar dan kompetitif,” katanya beberapa waktu lalu kepada SURYA.co.id. 

Meski dilepas, Dejan tetap meninggalkan kesan positif. Ia dikenal sebagai pemain yang disiplin dan berkarakter.

Kepergiannya dianggap mengejutkan karena ia selalu mendapat menit bermain. Namun, strategi tim membuat keputusan itu harus diambil.

Dejan sendiri menerima keputusan dengan lapang dada. Ia menulis bahwa perpisahan ini terjadi lebih cepat dari yang ia bayangkan.

Baginya, pengalaman bersama Persebaya adalah sekolah berharga. Ia belajar banyak dari atmosfer kompetisi di Indonesia.

Kabar terbaru, Dejan Tumbas bakal segera berseragam Persis Solo.

Kini, Persebaya menatap putaran kedua dengan skuad baru. Absennya Dejan menjadi bagian dari strategi besar tim.

Dengan rekor 12 laga tak terkalahkan, Bajol Ijo tetap percaya diri meski melepas beberapa pemain.

Sementara Dejan menatap babak baru dalam kariernya, meninggalkan Surabaya dengan rasa hormat dan kebanggaan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.