Kepala sekolah SDN Rutojawa mengungkap YBR (10) yang mengakhiri hidup di NTT, tidak pernah menyampaikan keluhan dan tidak mengalami kendala berarti dalam proses belajar mengajar.
Meski hidup dalam keterbatasan, YBR tercatat tetap membayar uang sekolah, meskipun kerap terlambat.
Pihak sekolah mengakui keterbatasan pemantauan kondisi sosial siswa, termasuk kebutuhan perlengkapan belajar.