TRIBUNWOW.COM - Mandi junub atau mandi wajib merupakan kewajiban bagi umat Islam yang mengalami hadats besar, seperti setelah berhubungan badan atau bagi perempuan yang telah selesai dari masa haid.
Kewajiban ini bertujuan untuk menghilangkan hadats besar sehingga seseorang kembali dalam keadaan suci dan dapat melaksanakan berbagai ibadah yang mensyaratkan kesucian, seperti sholat, membaca Al-Qur’an, tawaf dan puasa.
Lantas, bagaimana sebenarnya waktu yang tepat melakukan mandi atau mandi besar di saat bulan Ramadhan?
Simak penjelasan Dr. H. Muh. Nashiruddin selaku Dosen UIN Raden Mas Said Surakarta, mengenai waktu yang tepat melakukan mandi junub atau mandi wajib saat puasa bulan Ramadhan, yang diulas dalam kanal YouTube Tribunnews.
Baca juga: Tanya Ustaz: Orang yang Meninggal, Apakah Masih Wajib Dikeluarkan Zakat Fitrahnya saat Ramadhan?
Pertanyaan:
Mandi besar sebaiknya dilakukan sebelum atau sesudah sahur?
Jawaban:
Waktu mandi wajib pada dasarnya bersifat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.
Sebelum melaksanakan mandi besar yang perlu diperhatikan adalah sisa waktu yang tersedia hingga terbitnya fajar shadiq atau masuknya waktu Subuh, karena pada saat itulah waktu sahur berakhir.
Seseorang boleh mandi wajib sebelum sahur ataupun setelah sahur, selama masih berada dalam rentang waktu malam dan belum masuk waktu Subuh.
Baca juga: Tanya Ustaz: Menjalankan Puasa Ramadhan tapi Shalat 5 Waktu Ditinggalkan, Bagaimana Hukumnya?
Bahkan, apabila seseorang masih dalam keadaan junub ketika waktu Subuh tiba, puasanya tetap sah selama ia telah berniat puasa sejak malam hari.
Namun ia tetap wajib segera melakukan mandi junub agar dapat melaksanakan sholat Subuh dalam keadaan suci.
Sebab, bersuci merupakan syarat sahnya sholat. Jika seseorang menunda mandi junub hingga melewati waktu sholat, maka ia berdosa karena meninggalkan kewajiban sholat tepat waktu.
(Peserta Magang dari Universitas Sebelas Maret, Pradipta Maya Agustania/Tribunwow.com, Adi Manggala S)