TRIBUN-SULBAR.COM, PANGKEP – Pilu menimpa satu keluarga asal Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.
Hendak pulang kampung untuk menghadiri acara keluarga di Kabupaten Pangkep, mereka justru mengalami kecelakaan tragis.
Toyota Agya bernomor polisi DC 1471 GI yang ditumpangi lima orang satu keluarga mengalami kecelakaan di Mandalle, Kabupaten Pangkep.
Mobil tersebut tertimpa truk kontainer di Jalan Poros Makassar-Parepare, Kilometer 78, Desa Mandalle, Kecamatan Mandalle, Rabu (5/2/2026) tengah malam.
Baca juga: Satu Keluarga dari Mamuju Tertimpa Kontainer di Pangkep Hendak Pulang Kampung Hadiri Acara Keluarga
Baca juga: Pagar Tutup Rapat, Begini Suasana Kediaman Satu Keluarga Warga Mamuju Tertimpa Kontainer di Pangkep
Lima orang dalam mobil tersebut, yakni ayah, ibu, dan tiga anak, tiga di antaranya meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).
Sementara sang ibu dan seorang anak balita berusia satu tahun selamat, meski mengalami luka parah akibat tertindih kontainer.
Korban meninggal dunia diketahui berinisial MA (35), sang ayah sekaligus pengemudi mobil Toyota Agya.
Dua anaknya, NA (7) dan PS (5), juga meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan di dalam kabin mobil yang ringsek parah setelah tertindih bak kontainer.
Sementara itu, sang ibu, M (30), dan anak balitanya yang baru berusia sekitar satu tahun berhasil selamat.
Keduanya sempat dievakuasi warga dan diamankan di rumah penduduk sekitar sebelum mendapatkan penanganan medis.
Pasangan suami istri ini baru delapan tahun menikah. Mereka merantau ke Mamuju sejak sekitar tahun 2020, sebelum gempa besar melanda wilayah Mamuju, dengan harapan memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.
Malam nahas itu, mereka tengah menempuh perjalanan darat selama sekitar 10,1 jam dari Karema, Kota Mamuju, menuju kampung halaman di Desa Kanaungang, Kecamatan Labakkang, Pangkep, yang berjarak sekitar 351 kilometer dari titik awal perjalanan.
Tujuan mereka pulang kampung adalah untuk menghadiri acara keluarga di Labakkang. Namun, sekitar 16 kilometer sebelum tiba di rumah orang tua, kecelakaan tragis menimpa mereka di Mandalle.
Kepala Unit Gakkum Satlantas Polres Pangkep, IPDA Habib Harahap, menjelaskan kecelakaan melibatkan truk kontainer 9 feet bernomor polisi DP 8904 AP dengan muatan kosong dan mobil Toyota Agya yang dikendarai korban.
Kedua kendaraan melaju searah dari utara ke selatan, dari arah Kota Parepare menuju Makassar.
“Dari penyelidikan awal, pengemudi truk diduga berusaha menghindari kendaraan lain. Namun kendaraan dengan tonase sekitar 9,5 ton itu justru naik ke median jalan, terguling ke badan jalan, lalu menimpa sedan di sisi kirinya,” jelas IPDA Habib.
“Oleng, panik, lalu menimpa sedan Agya,” tambahnya.
Bak kontainer kosong tersebut menghantam bagian atap mobil korban hingga ringsek parah. Sedan lima penumpang itu nyaris tak berbentuk.
Usai kecelakaan maut tersebut, pengemudi truk kontainer yang membawa barang pangan dari arah Pinrang dilaporkan sempat melarikan diri karena panik.
Namun pada malam yang sama, sopir berusia 41 tahun itu akhirnya menyerahkan diri ke Mapolsek Mandalle yang berjarak sekitar 750 meter dari lokasi kejadian.
Sopir kini masih menjalani pemeriksaan intensif oleh pihak kepolisian.
Proses evakuasi korban dan kendaraan berlangsung hingga Kamis (6/2/2026) dini hari.
Otoritas Lalu Lintas Polres Pangkep harus bekerja keras mengevakuasi rongsokan kendaraan untuk mengurai kemacetan panjang yang terjadi selama sekitar 4,8 jam.
Dari arah selatan (Makassar), kemacetan mengular hingga mendekati ibu kota Kecamatan Segeri sejauh sekitar 2,1 kilometer.
Sementara dari arah utara (Parepare), antrean kendaraan mencapai Tanjung Butung, Tanete, Kabupaten Barru, sepanjang kurang lebih 1,7 kilometer.
Arus lalu lintas baru kembali normal menjelang azan Subuh.
Dalam potongan video warga berdurasi sekitar 60 detik yang beredar, terlihat detik-detik dramatis saat warga bersama pengendara lain yang terjebak macet berupaya mengevakuasi kelima korban dari dalam mobil yang ringsek.
Tragedi ini menyisakan duka mendalam, tak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga masyarakat yang menyaksikan bagaimana sebuah perjalanan pulang kampung berakhir dengan kehilangan yang tak tergantikan.