TRIBUNPADANG.COM, DHARMASRAYA - Pemerintah Kabupaten Dharmasraya memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat guna mempercepat transformasi sektor pendidikan di daerah.
Langkah ini diwujudkan melalui koordinasi intensif terkait rencana rehabilitasi sarana pendidikan, pengembangan sekolah terintegrasi, hingga implementasi program Sekolah Unggul Garuda.
Upaya strategis tersebut menjadi agenda utama dalam kunjungan kerja Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, ke Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) di Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Dalam pertemuan itu, pemerintah daerah berupaya menyelaraskan program lokal dengan visi nasional.
Baca juga: Tembus Skor 66,80, Bapperida Dharmasraya Raih Predikat Sangat Inovatif Berkat Program Jari Manis
Bupati Annisa berdialog langsung dengan Deputi Bidang Peningkatan Kualitas Pendidikan Kemenko PMK, Prof. Ojat Darojat.
Fokus pembicaraan mengerucut pada teknis pelaksanaan renovasi sekolah yang sudah tidak layak, serta skema baru pendidikan terintegrasi yang diharapkan menjadi solusi atas tantangan geografis dan sosial di Dharmasraya.
"Kami datang untuk menindaklanjuti rencana rehabilitasi sekolah dan pembangunan sekolah terintegrasi. Selain itu, pengembangan Sekolah Unggul Garuda menjadi perhatian khusus agar segera terealisasi di daerah," ujar Annisa saat ditemui usai pertemuan di kompleks Kemenko PMK.
Menurut Annisa, sektor pendidikan merupakan pilar utama dalam membangun sumber daya manusia yang kompetitif.
Perbaikan fasilitas fisik bukan sekadar urusan estetika bangunan, melainkan instrumen penting untuk menjamin kenyamanan dan keamanan siswa dalam menyerap ilmu pengetahuan.
Baca juga: Kabupaten Dharmasraya Sabet Penghargaan Nasional Bidang Kesehatan Tahun 2026
Pemerintah Kabupaten Dharmasraya memandang bahwa akses pendidikan yang setara bagi seluruh anak adalah hak dasar yang harus dipenuhi.
Oleh karena itu, program sekolah terintegrasi dirancang untuk memangkas sekat birokrasi dan kendala aksesibilitas yang selama ini menghambat mobilitas siswa dari jenjang dasar ke menengah.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi oleh jajaran pejabat teknis, termasuk Asisten II, Yefrinaldi, Kepala Bapperida Frinaldi, serta Kepala Dinas Pendidikan Bobby Perdana Riza.
Kehadiran tim lengkap ini menunjukkan keseriusan administratif daerah dalam menjemput bola program-program dari pusat.
Kepala Dinas Pendidikan Dharmasraya, Bobby Perdana Riza, menjelaskan bahwa wilayahnya telah memiliki kesiapan infrastruktur awal yang memadai.
Menurutnya, ketersediaan lahan dan fasilitas pendukung lainnya di Dharmasraya sudah sangat siap untuk bertransformasi menjadi model sekolah terintegrasi.
“Potensi sumber daya kami cukup besar, terutama ketersediaan lahan untuk pengembangan sekolah. Kami berharap dengan dukungan pusat, integrasi fasilitas ini bisa berjalan lebih efektif dan efisien,” kata Bobby menjelaskan kesiapan teknis daerahnya.
Di sisi lain, Deputi Bidang Peningkatan Kualitas Pendidikan Kemenko PMK, Prof. Ojat Darojat, memberikan apresiasi atas proaktifnya pemerintah daerah dalam memperjuangkan kualitas pendidikan.
Ia menilai langkah Dharmasraya sejalan dengan semangat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025.
Inpres tersebut menekankan pada tiga pilar utama, yaitu revitalisasi pendidikan secara menyeluruh, percepatan digitalisasi di lingkungan sekolah, serta penguatan Sekolah Unggul Garuda.
Program-program ini dirancang untuk menjawab tantangan zaman di era disrupsi teknologi dan persaingan global yang kian ketat.
Baca juga: Bupati Annisa Kucurkan Rp1,75 Miliar di Dharmasraya, 861 Warga Rentan Terima Bantuan ATENSI Kemensos
Prof. Ojat menegaskan bahwa komunikasi langsung antara kepala daerah dengan kementerian koordinator sangat penting untuk meminimalkan hambatan birokrasi.
Dengan adanya koordinasi ini, diharapkan rencana rehabilitasi dan pembangunan sekolah di Dharmasraya dapat segera masuk dalam tahap eksekusi.
Langkah ini juga dipandang sebagai upaya nyata dalam menyiapkan generasi masa depan yang unggul di Sumatera Barat.
Pembangunan infrastruktur yang dibarengi dengan peningkatan kualitas kurikulum diharapkan mampu melahirkan talenta-talenta lokal yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Kunjungan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus memantau progres di lapangan. Bagi Dharmasraya, percepatan ini bukan sekadar mengejar target administratif, melainkan sebuah investasi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan yang berkualitas dan terjangkau bagi semua lapisan masyarakat.(*)