Dishub Tangsel Terapkan Efisiensi, Tagihan Listrik PJU Turun Meski Lampu Bertambah
February 05, 2026 01:59 PM

Laporan wartawan TribunBanten.com, Ade Feri Anggriawan

TRIBUNBANTEN.COM, TANGERANG SELATAN - penerangan jalan umum (PJU) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus mengalami peningkatan, dengan total mencapai 69.371 titik lampu hingga 2025.

Meski jumlah titik lampu terus bertambah melalui program Tangsel Terang dan pembangunan hasil musrenbang serta reses, tagihan listrik PJU justru menunjukkan tren penurunan dari tahun ke tahun.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tangsel, Ayep Jajat Sudrajat, menjelaskan bahwa penurunan ini merupakan hasil dari serangkaian langkah efisiensi, termasuk monitoring panel KWH.

Baca juga: 65 Persen Sampah Tangsel dari Rumah Tangga, Benyamin Targetkan 20 Ribu Biopori

Upaya ini, lanjut dia, membuat tagihan listrik bulanan PJU turun dari rata-rata Rp3,98 miliar per bulan pada 2023, menjadi Rp3,82 miliar pada 2024, dan kembali turun menjadi Rp3,3 miliar pada 2025, meski jumlah lampu terus bertambah.

Dengan jumlah tagihan PLN per tahun sebesar:

Rp47.853.736.689 pada 2023,

Rp45.892.582.163 pada 2024,

Rp40.141.039.420 pada 2025.

"Monitoring terhadap panel KWH PJU untuk memastikan kondisi panel serta verifikasi tagihan PLN telah kami lakukan sejak 2024," ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (5/2/2026).

"Karena monitoring dan verifikasi ini menjadi kunci agar penggunaan listrik lebih efisien dan tagihan lebih akurat,” jelasnya.

Selain itu, Dishub Tangsel juga mempercepat program penggantian lampu PJU dari jenis SON-T yang boros energi ke lampu LED yang lebih hemat listrik.

Ia menjelaskan, pada 2024 sebanyak 1.383 lampu diganti, dan jumlahnya meningkat menjadi 2.107 lampu pada 2025. 

Langkah ini, kata dia, diyakini mampu menekan konsumsi daya tanpa mengurangi kualitas penerangan di jalan-jalan utama.

"Kami juga menyesuaikan daya lampu berdasarkan tipe dan lebar ruas jalan, sehingga penerangan tetap optimal tetapi tidak berlebihan," katanya.

"Dan hingga 2025, jumlah pelanggan PJU tercatat sebanyak 2.301 ID pelanggan, yang juga menjadi dasar verifikasi pembayaran listrik lebih akurat," jelasnya.

Meski berbagai langkah efisiensi diterapkan, Ayep mengakui tantangan tetap ada. Pencurian kabel dan gangguan kabel fiber optik yang menumpang pada tiang PJU berpotensi mengganggu jaringan penerangan dan menimbulkan biaya pemeliharaan tambahan.

Dengan berbagai inovasi dan pengawasan yang ketat, dirinya berharap penggunaan listrik PJU ke depan semakin efisien, dan dapat terus mendukung program Tangsel Terang, sekaligus menjaga kenyamanan dan keamanan warga yang beraktivitas di malam hari.

"Kita berharap inovasi ini bisa terus berjalan dalam mendukung program Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangsel, yaitu Tangsel Terang, agar warga tetap bisa beraktivitas di malam hari dengan nyaman," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.