TRIBUN-TIMUR.COM, PALOPO - Pemerintah Kota Palopo, Sulawesi Selatan, tindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta seluruh pemerintah daerah membenahi kota agar bersih dan bebas dari sampah.
Arahan tersebut direspons melalui penguatan program kebersihan lingkungan yang terstruktur dan berkelanjutan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palopo, Emil Nugraha, mengatakan instruksi Presiden telah ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota Palopo.
Bahkan, sebelum arahan tersebut disampaikan secara nasional, Pemkot Palopo lebih dulu menggulirkan kebijakan internal melalui gerakan Palopo Bersih.
“Terkait arahan Presiden, Wali Kota Palopo telah mengeluarkan instruksi tentang Palopo Bersih dan Palopo bebas sampah," kata Emil, Kamis (5/2/2026).
"Selain itu, kami juga menerbitkan surat edaran terkait pelaksanaan kerja bakti,” lanjut Emil.
Ia menjelaskan, surat edaran tersebut mengatur pelaksanaan kerja bakti terpadu yang melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Palopo.
Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin minimal satu kali dalam sebulan.
“Setiap bulan kami melaksanakan kerja bakti terpadu yang melibatkan seluruh OPD. Ini menjadi komitmen bersama untuk menjaga kebersihan kota,” ujarnya.
Selain OPD, kegiatan kebersihan juga dilaksanakan secara bergilir di tingkat wilayah.
Pada pekan berikutnya, kerja bakti dilakukan seluruh kecamatan dan kelurahan di wilayah masing-masing.
“Dengan pola ini, gerakan kebersihan tidak hanya terpusat di OPD, tetapi juga menyentuh langsung masyarakat di tingkat kecamatan dan kelurahan,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, DLH Kota Palopo bersama instansi terkait dijadwalkan menggelar kerja bakti terpadu pada Jumat (6/2/2026).
Kegiatan tersebut difokuskan pada sejumlah titik yang membutuhkan penanganan khusus, termasuk kawasan pesisir.
“Besok kami akan melaksanakan kerja bakti terpadu, khususnya di wilayah pesisir yang memang membutuhkan perhatian lebih. Ini merupakan upaya konkret menindaklanjuti arahan Presiden,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Pemkot Palopo juga melibatkan unsur TNI dan Polri.
Keterlibatan lintas instansi ini dinilai penting untuk memperkuat sinergi serta menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya kebersihan lingkungan.
“Kami melibatkan TNI dan Polri agar penanganan kebersihan kota dapat dilakukan secara kolaboratif, sesuai arahan Bapak Presiden,” jelasnya.
Ia menegaskan, gerakan kebersihan yang dijalankan bukan bersifat insidental.
Pemkot Palopo telah membudayakan kerja bakti rutin setiap hari Jumat sebagai bagian dari upaya membangun kebiasaan hidup bersih di lingkungan pemerintahan dan masyarakat.
Melalui penguatan program kebersihan tersebut, Emil berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan terus meningkat.
Pemerintah Kota Palopo berkomitmen menjadikan kebersihan sebagai bagian dari wajah kota serta kualitas hidup warganya.
Sementara, warga Palopo yang enggan disebutkan namanya mengaku tumpukan sampah masih banyak terlihat di beberapa titik di Kota Palopo.
“Masih banyak tumpukan sampah yang sangat mengganggu masyarakat. Bahkan kontainer sampah juga sangat mengganggu karena sampahnya keluar dari kontainer,” ucapnya sembari menunjuk kontainer sampah di sekitarnya.
Ia juga mengatakan banyak masyarakat belum sadar akan menjaga kebersihan sehingga sampah masih banyak menumpuk. (*)
Laporan Wartawan Kontributor Tribun-Timur: Andi Bunayya Nandini