Pengusaha Genteng Kebumen Sambut Gentengisasi Prabowo, Siap Pasok Kebutuhan
February 05, 2026 03:25 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Pengrajin genteng asal Kecamatan Sruweng Kabupaten Kebumen, Siti Mubarokah (38) menyambut baik dengan adanya program gentengisasi.

Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto berencana untuk menggalakkan program gentengisasi. Rencana itu disampaikan saat rapat koordinasi dengan kepala daerah se-Indonesia di Jakarta beberapa hari lalu.

Kabupaten Kebumen dikenal sebagai sentra pembuatan genteng sejak dulu. Bahkan pengrajin genteng tersebar di beberapa daerah. Genteng Soka merupakan produk genteng unggulan asal Kebumen yang telah terkenal dengan kualitasnya.

Pantauan di tempat produksi wilayah Kecamatan Sruweng, sejumlah pekerja baik itu laki-laki maupun perempuan sibuk mengeluarkan genteng yang telah selesai melalui proses pembakaran di sebuah tobong. Sedangkan di tempat produksi yang lain tampak pekerja mengangkut genteng setengah jadi dari bak mobil yang telah dijemur untuk dimasukkan ke dalam tobong untuk melalui proses pembakaran.

Siti Mubarokah (38) menyampaikan, menggeluti usaha genteng sejak 2012. Semula keluarga telah lebih dulu menggeluti usaha produksi genteng hingga akhirnya dia memutuskan untuk memproduksi genteng secara mandiri.

Menurutnya, Genteng Soka Kebumen memang banyak dimintai sejak dulu karena dikenal kualitasnya yang bagus.

"Kualitasnya memang Genteng Soka itu kuat Mas. Tahan injak, terus kualitasnya memang bener-bener bagus," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (5/2/2026).

Dia memiliki 15 tempat produksi genteng yang tersebar di beberapa daerah di Kebumen. Lanjutnya, satu tempat produksi bisa menghasilkan 1.000 psc genteng setiap harinya. Terkait produksi, jelas Siti, memang tergantung cuaca.

Mengingat genteng yang telah dicetak harus dijemur di bawah terik matahari sebelum melalui proses pembakaran.

Baca juga: Apa Itu PWI LS? Disebut Kuasa Hukum Bahar bin Smith dalam Kasus Penganiyaan Anggota Banser

Adanya rencana program gentengisasi, dia menyambut baik dan siap untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Siti mengungkapkan, satu tobong memiliki kapasitas lebih dari 25 ribu pcs genteng. Genteng setengah jadi paling tidak harus melalui proses pembakaran di tobong selama 24 jam selama 4 hari.

"Semakin semangat memenuhi permintaan-permintaan yang akan datang. Tempat pembakaran kita tidak hanya satu sih. Ada empat tempat pembakaran," terangnya.

Genteng yang diproduksi Siti telah dipasarkan di beberapa daerah tidak hanya Kebumen tapi juga Yogyakarta serta Purworejo.

Mengenai harga, jelas perempuan itu, ada peningkatan harga untuk jenis genteng yang diproduksinya. Ada tiga jenis genteng yang diproduksinya seperti jenis plentong, magas dan kodok.

"Harganya kemarin itu 1 pcs Rp 1.300 untuk yang plentong. Kalau magas itu Rp 1.400. Sekarang sudah melonjak, plentong itu sudah Rp 1.800. Kalau magas itu Rp 1.900," pungkasnya. (Ais).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.