SRIPOKU.COM - Pihak Virgoun berniat mengajukan gugatan pengalihan hak asuh anak dari Inara Rusli.
Bukan tanpa sebab, hal ini terjadi buntut kasus Inara Rusli dengan Insanul Fahmi dan Mawa.
Melihat kondisi tersebut, Virgoun pun tak ingin mental anak-anaknya terganggu.
Oleh sebab itu, kini ketiga anaknya dalam pengasuhan Virgoun.
Meski sedang berupaya mengambil alih hak asuh anak Inara Rusli, Eva Manurung mengungkap janji untuk mantan menantunya.
Ibunda Virgoun, Eva Manurung, bicara jika nantinya hak asuh jatuh ke tangan anaknya.
Eva memastikan pihaknya tak bakal mempersulit Inara untuk bertemu dengan anak-anaknya.
"Kalaupun nanti kita yang dapat, nanti kalau nggak ada orang di rumah dia mau datang, silahkan. Kalau nanti Virgoun yang dapat hak asuh anak, silahkan datang ke rumah," kata Eva, dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Kamis (5/2/2026).
Wanita yang mengawali karier sebagai penyanyi ini lantas teringat perlakuan mantan menantunya kepadanya.
Eva mengaku pernah diusir oleh Inara saat datang ke rumah untuk menemui cucunya.
"Bukan kayak dia, gue datang jam sembilan diusir suruh pulang," bebernya.
"Mau gue bikin begitu besok sama lu, ena gak? Coba lu rasain dulu," lanjutnya.
Meski sempat merasa geram, Eva menyebut dirinya tak mau melakukan hal serupa kepada Inara.
Menurut Eva, bahwa anak-anak tersebut merupakan anak kandung Inara dan masih membutuhkan kasih sayang dari orang tuanya.
Sehingga ia tak mau membatasi Inara jika ingin bertemu dengan anak-anaknya.
"Tapi saya nggak mau kayak begitu, lu datang baik-baik."
"Karena apa? Separo anak-anak ini ada di diri lu, separonya lagi ada di Virgoun," tuturnya.
Baca juga: Emosi Eva Manurung Tahu Virgoun Dituding Ambil Paksa Tiga Cucunya, Skakmat Inara Rusli ‘Lu Ngapain’
Hubungan Inara Rusli dan Virgoun kini kembali memanas karena masalah anak.
Inara Rusli melaporkan Virhoun ke Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) di jalan TB Simatupang, pada 30 Januari 2026.
Laporan tersebut dilakukan akibat adanya dugaan Virgoun membawa anak-anaknya secara paksa dari Inara Rusli.
Ketua Umum Komnas PA, Agustinus Sirait kemudian membenarkan kabar tersebut.
Ia mengungkapkan maksud kedatangan Inara Rusli untuk berdiskusi dan melaporkan kondisi anak-anaknya yang kini ada di tangan Virgoun.
Menurutnya ada untuk pemaksaan yang dilakukan Virgoun.
Apalagi secara hukum, hak asuh anak jatuh kepada Inara Rusli.
"Ya, pertama-tama kami menerima kedatangan dari Ibu IR dengan maksud untuk diskusi, sekaligus juga melaporkan kejadian yang dialaminya, terutama tentang bahwa anak yang diasuhnya itu diambil secara paksa tanpa sepersetujuan dari beliau, oleh ayah anaknya (Virgoun)," kata Agustinus Sirait kepada awak media belum lama ini.
"Tentu Komnas Perlindungan Anak menyikapi ini bahwa kami mendukung Ibu IR tersebut karena berdasarkan fakta dan keadaannya hari ini, menurut surat dari keputusan pengadilan bahwa hak asuh anak itu berada di tangan si Ibu, ya," tambahnya.
Agustinus menilai keputusan Virgoun justru keliru dan dianggap telah melanggar aturan Mahkamah Agung lantaran hak asuh anak di tangan Inara.
"Tentu kami tidak bisa membiarkan siapa pun, bahkan ayah kandungnya, dengan secara paksa untuk mengambil anak tanpa persetujuan dari Ibunya yang memiliki hak asuh anak," jelasnya.
"Itu bagian dari kekerasan sebetulnya. Karena kita juga harus memikirkan bagaimana psikisnya anak-anak," tambah Agustinus.
Lebih lanjut, Inara mengklaim adanya dugaan Virgoun memutuskan akses komunikasi sejak dirinya mengambil sang anak secara paksa.
"Dan baru tadi si Ibu IR ini akhirnya setelah sekian lama mendatangi sekolah anaknya supaya bisa bertemu dengan anaknya," tutur dia.
Agustinus Sirait kemudian menegaskan bahwa pihaknya siap memfasilitasi upaya damai atau mediasi dari kedua pihak.
"Jadi kami menyarankan Ibu IR supaya dilakukan mediasi terhadap Bapak kandungnya. Kami mintakan nanti untuk memanggil ke Komnas Perlindungan Anak supaya bisa mengklarifikasi ini dan kita cari titik temu, ya," tandasnya.