TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA – Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara bersama Jurnalis Kayong Utara menggelar Pameran Foto Pendidikan dan Kebudayaan sebagai upaya menghubungkan perkembangan serta inovasi pendidikan dengan kekayaan sejarah dan kebudayaan masa lalu Kayong Utara.
Kegiatan ini dimulai pada Senin, 2 Februari 2026, dan diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan.
Gunawan, Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Kayong Utara, yang hadir mewakili Bupati Kayong Utara.
Gunawan dalam pidato pembukaan acara mengatakan, pameran ini bukan sekadar ajang unjuk kreativitas, melainkan jembatan penting yang menghubungkan dunia pendidikan dengan kekayaan budaya Kayong Utara.
Pada abad ke-16, di Sukadana pernah berdiri Kerajaan Sukadana, sebuah kerajaan Islam yang kuat dan makmur.
Kerajaan ini menjalin hubungan dagang dengan berbagai wilayah, baik di dalam maupun di luar Nusantara.
Sukadana dikenal sebagai penghasil tambang emas, perak, dan intan yang menjadi komoditas utama perdagangan.
Selain itu, Kerajaan Sukadana memiliki pelabuhan berskala internasional yang berfungsi sebagai tempat transit kapal-kapal dagang dari Asia Timur dan Asia Selatan.
“Melalui pameran ini, kita ingin menunjukkan bahwa pendidikan yang berkualitas harus berjalan beriringan dengan pemahaman dan pelestarian kebudayaan lokal. Pendidikan membentuk kecerdasan intelektual, sementara kebudayaan membentuk karakter, jati diri, dan kehalusan budi pekerti, di era globalisasi yang serba modern ini, sangat penting bagi generasi muda untuk tidak hanya pintar, tetapi juga mengenal akar budayanya sendiri,” katanya.
Pameran Foto bertajuk “Pendidikan dan Kebudayaan: Momen Membangun Masa Depan” yang dilaksanakan pada 2–6 Februari 2026 di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara menampilkan karya-karya jurnalis yang merekam pendidikan, kebudayaan, serta benda-benda dan jejak sejarah lokal yang masih terjaga hingga kini.
Melalui pameran foto ini, pengunjung diajak melihat bagaimana pendidikan berkembang di Kayong Utara tanpa melepaskan keterkaitannya dengan nilai-nilai sejarah dan kebudayaan masa lalu.
Foto-foto yang ditampilkan menggambarkan berbagai aktivitas pendidikan, interaksi guru dan siswa, kegiatan ekstrakurikuler, serta ekspresi kebudayaan lokal yang menjadi bagian dari identitas daerah.
Baca juga: Rata-rata Lama Sekolah Kalbar 8,07 Tahun, Pontianak Tertinggi dan Kayong Utara Terendah
Salah satu foto yang paling menyita perhatian para pelajar di Kayong Utara menampilkan anak-anak Desa Pelapis, Kepulauan Karimata, yang sedang belajar di Taman Pendidikan Alquran. Gambar ini merefleksikan kuatnya sinergi antara masyarakat dan dunia usaha yang tumbuh di Kayong Utara, dengan memperlihatkan dukungan PT Dharma Inti Bersama selaku pengelola Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) terhadap keberlangsungan Taman Pendidikan Alquran di desa tersebut.
Selain pameran foto, kegiatan juga dilengkapi dengan diskusi dan talkshow pendidikan, kuis interaktif, serta pemutaran film oleh CANOPI Indonesia.
Seluruh rangkaian ini dirancang sebagai ruang edukasi dan refleksi tentang pentingnya pendidikan yang berakar pada kebudayaan, sekaligus responsif terhadap perkembangan zaman.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, sebanyak 80 pasang sepatu diserahkan kepada siswa kurang mampu. Selain sepatu, siswa juga menerima bantuan seragam dan tas sekolah. Bantuan ini menjadi bagian dari kepedulian terhadap pemenuhan kebutuhan dasar pendidikan, agar siswa dapat mengikuti proses belajar dengan lebih layak dan bermartabat.
Ketua Jurnalis Kayong Utara (JKU), Muhammad Fauzi, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan media dalam mendukung dunia pendidikan.
Ia juga mendorong agar organisasi perangkat daerah lainnya dapat mencontoh Dinas Pendidikan dalam membangun sinergi kegiatan.
“Kehadiran kami dalam kegiatan ini merupakan kontribusi untuk kemajuan Kayong Utara. Media memiliki peran penting dalam menyambung informasi dan mendorong kolaborasi yang positif,” jelasnya.
Untuk menyukseskan kegiatan ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara menggandeng berbagai mitra, di antaranya Yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI), Yayasan Palong, CANOPI, Lembaga Simpang Mandiri, Program KREASI, Bank Kalbar, serta PT Dharma Inti Bersama (DIB). (*)