Rusia-China dan AS Berpotensi Perluas Persenjataan Nuklir, Ancaman Perang Dunia III Disebut Menguat
February 05, 2026 06:42 PM

- Rusia, Amerika Serikat (AS), dan China berpotensi mempeluas persenjataan nuklir.

Mengingat, perjanjian pengendalian senjata nuklir antara Rusia dan AS resmi berakhir pada Kamis (5/2/2026).

Mengutip Tribunnews pada (5/2), kabar ini dilaporkan oleh sumber utama "Daily Mirror" terbaru.

Perlu diketahui, perjanjian pengendalian senjata nuklir "New START" antara Rusia dan AS resmi berakhir.

Artinya, seluruh batasan persenjataan nuklir kedua negara untuk pertama kalinya dalam lebih dari 50 tahun telah terhapus.

Lantas, para analis memperingatkan ketiadaan pengendalian ini berpotensi memicu perlombaan senjata besar dan meningkatkan risiko konflik nuklir global.

Di mana, Rusia menyatakan kesiapan memperpanjang kepatuhan selama satu tahun jika AS melakukan hal yang sama.

Namun Presiden AS Donald Trump belum berkomitmen dan menginginkan kesepakatan baru yang juga melibatkan China.

Sejumlah pengamat pun menilai berakhirnya New START dapat mendorong eskalasi nuklir.

Termasuk kemungkinan perlombaan senjata tiga arah yang semakin berbahaya di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.