30 Persen Peserta BPJS Kesehatan Numpuk di PKM Malinau Kota, Dinkes akan Bangun Puskesmas Pembantu
February 05, 2026 08:14 PM

 

​TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Beban pelayanan kesehatan di pusat ibu kota Kabupaten Malinau, Kecamatan Malinau Kota Kalimantan Utara terpantau cukup tinggi hingga awal tahun ini.

​Berdasarkan data sebaran Fasilitas Kesehatan (Faskes) Tingkat 1, tercatat sekitar 30,57 persen peserta BPJS Kesehatan di Kabupaten Malinau menumpuk di Puskesmas atau PKM Malinau Kota.

​Dari total 81.374 jiwa kepesertaan di 23 faskes, sebanyak 24.873 jiwa di antaranya terdaftar hanya di satu titik pelayanan tersebut.

​Kondisi ini memicu antrean panjang mengingat 92 persen warga di wilayah Kecamatan Malinau Kota bergantung pada puskesmas tersebut.

Baca juga: BPJS Kesehatan dan Pemkab Nunukan Teken Nota Kesepakatan Kolaborasi Inovasi Kasih JKN

​Saat ini, Dinas Kesehatan P2KB Malinau telah merencanakan pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Malinau Hulu.

​Ini dimaksudkan untuk mengimbangi tingginya antrean panjang warga di pusat kesehatan masyarakat atau Puskesmas Malinau Kota.

​Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes-PPKB Malinau, dr. Setly mengatakan pada saat yang sama, Dinkes telah mengantongi rencana lahan pembangunan.

​Baru-baru ini, warga di Desa Malinau Hulu secara sukarela telah menyediakan lahan untuk rencana pembangunan Puskesmas Pembantu.

​"Dengan kepastian hukum ini, kami memastikan pembangunan Pustu dapat segera kami upayakan dilaksanakan tanpa kendala sengketa," jelasnya.

Baca juga: Desa Malinau Hulu Pertama Sampaikan LKPP Tahun 2025 Dihadapan Tokoh Masyarakat, Serapan 97 Persen

​Kehadiran Puskemas Pembantu di Desa Malinau Hulu nantinya diharapkan mampu memecah kepadatan pasien agar pelayanan tetap optimal.

​Selain itu, akses kesehatan bagi warga desa sekitar diharapkan bisa lebih dekat dan cepat tanpa harus menumpuk di pusat kota.

​(*)

​Penulis : Mohammad Supri

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.