TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Beban pelayanan kesehatan di pusat ibu kota Kabupaten Malinau, Kecamatan Malinau Kota Kalimantan Utara terpantau cukup tinggi hingga awal tahun ini.
Berdasarkan data sebaran Fasilitas Kesehatan (Faskes) Tingkat 1, tercatat sekitar 30,57 persen peserta BPJS Kesehatan di Kabupaten Malinau menumpuk di Puskesmas atau PKM Malinau Kota.
Dari total 81.374 jiwa kepesertaan di 23 faskes, sebanyak 24.873 jiwa di antaranya terdaftar hanya di satu titik pelayanan tersebut.
Kondisi ini memicu antrean panjang mengingat 92 persen warga di wilayah Kecamatan Malinau Kota bergantung pada puskesmas tersebut.
Baca juga: BPJS Kesehatan dan Pemkab Nunukan Teken Nota Kesepakatan Kolaborasi Inovasi Kasih JKN
Saat ini, Dinas Kesehatan P2KB Malinau telah merencanakan pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Malinau Hulu.
Ini dimaksudkan untuk mengimbangi tingginya antrean panjang warga di pusat kesehatan masyarakat atau Puskesmas Malinau Kota.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes-PPKB Malinau, dr. Setly mengatakan pada saat yang sama, Dinkes telah mengantongi rencana lahan pembangunan.
Baru-baru ini, warga di Desa Malinau Hulu secara sukarela telah menyediakan lahan untuk rencana pembangunan Puskesmas Pembantu.
"Dengan kepastian hukum ini, kami memastikan pembangunan Pustu dapat segera kami upayakan dilaksanakan tanpa kendala sengketa," jelasnya.
Baca juga: Desa Malinau Hulu Pertama Sampaikan LKPP Tahun 2025 Dihadapan Tokoh Masyarakat, Serapan 97 Persen
Kehadiran Puskemas Pembantu di Desa Malinau Hulu nantinya diharapkan mampu memecah kepadatan pasien agar pelayanan tetap optimal.
Selain itu, akses kesehatan bagi warga desa sekitar diharapkan bisa lebih dekat dan cepat tanpa harus menumpuk di pusat kota.
(*)
Penulis : Mohammad Supri