TRIBUNBATAM.id, NATUNA - Edukasi keselamatan dan kebakaran sejak dini terus digencarkan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Natuna.
Kali ini, giliran anak-anak PAUD atau Kelompok Bermain (KB) Teratai Lanal Ranai yang diajak mengenal profesi pemadam kebakaran secara langsung.
Suasana ceria mewarnai halaman Kantor Disdamkarmat Natuna, Kamis (5/2/2026).
Sebanyak 16 siswa KB Teratai Lanal hadir didampingi tiga orang guru, serta seluruh orang tua murid dalam agenda bertajuk mengenal profesi damkar itu.
Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan.
Duduk berkelompok dengan wajah penasaran, mereka menyimak penjelasan petugas tentang bahaya api, peralatan, dan tugas pemadam kebakaran dengan metode belajar sambil bermain.
Sesekali tawa pecah ketika petugas memperagakan simulasi ringan yang dirancang khusus lewat sejumlah game seru.
Momen tersebut menjadi pengalaman baru yang menyenangkan sekaligus edukatif bagi para murid.
Kepala Bidang Pencegahan Disdamkarmat Natuna, Benny Suparta mengatakan, kegiatan pengenalan profesi damkar menjadi bagian dari program edukasi keselamatan yang terus digalakkan pihaknya.
“Edukasi seperti ini penting agar anak-anak sejak dini mengenal bahaya kebakaran dan tau bagaimana cara menyelamatkan diri. Kita kemas dengan metode bermain supaya mereka mudah memahami,” ujarnya kepada tribunbatam.id.
Dalam kegiatan itu, anak-anak diperkenalkan berbagai perlengkapan pemadam kebakaran, mulai dari helm, selang air, hingga kendaraan operasional damkar.
Mereka juga diajak melihat langsung simulasi sederhana pemadaman api.
Tak hanya murid, para orang tua dan guru turut dilibatkan dalam sesi praktik.
Keterlibatan orang dewasa itu diharapkan menjadi bekal tambahan dalam kehidupan sehari-hari jika menghadapi situasi darurat.
Keceriaan semakin terasa saat anak-anak diberi kesempatan naik mobil pemadam kebakaran.
Diajak keliling Jalan raya dengan mobil damkar, tentu menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi mereka.
Menurut Benny, pendekatan edukasi lewat pengalaman langsung dinilai efektif menanamkan kesadaran keselamatan pada anak.
“Kami berharap kolaborasi seperti ini terus berjalan. Semakin banyak anak mengenal keselamatan sejak dini, semakin besar peluang kita meminimalkan risiko kebakaran di masa depan,” pungkasnya. (Tribunbatan.id/birrifirudin)