Terkuak Pengakuan Pihak Sekolah soal Kematian Bocah SD di NTT, Akui Tak Tahu Kekurangan Alat
February 05, 2026 10:55 PM
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baruTRIBUNJAKARTA.COM - Peristiwa siswa SD berinisial YBR (10) di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) diduga mengakhiri hidup, menjadi sorotan publik.Pada Kamis (29/1/2026), YBR ditemukan meninggal dunia setelah diduga mengakhiri hidupnya di kebun dekat pondok bambu yang menjadi tempat tinggalnya bersama sang nenek di Desa Nenowea, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, NTT.YBR diduga mengakhiri hidup akibat tidak mampu memenuhi kebutuhan sekolah, yakni buku dan pulpen yang tersirat dalam secarik kertas tulisan tangan yang ditemukan polisi.Sejumlah pihak menyampaikan keprihatinan dan duka mendalam atas kejadian tersebut.Kemudian, peristiwa ini juga dianggap mencederai dunia pendidikan nasional.Lantas, apa kata pihak sekolah?Kepala UPTD SD Negeri Rutojawa, Maria Ngene, menanggapi informasi kurangnya perlengkapan belajar YBR.Maria menuturkan, pihak sekolah tidak mengetahui secara rinci terkait kondisi YBR tersebut.Ia mengatakan, pemantauan kebutuhan pribadi siswa umumnya dilakukan oleh wali kelas masing-masing.Kemudian, selama mengikuti proses belajar mengajar, YBR tidak pernah menyampaikan keluhan dan tidak menunjukkan kendala yang menonjol.“Saya belum menerima informasi soal kekurangan perlengkapan belajar.""Biasanya wali kelas yang lebih mengetahui. Apalagi ini awal semester, mungkin kebutuhannya belum sempat dipenuhi,” ujarnya, Rabu (4/2/2026), dilansir TribunFlores.com.“Tidak ada laporan atau keluhan. Kami memang tidak bisa memantau kondisi pribadi semua siswa secara detail,” jelasnya.Maria lantas mengakui bahwa pemantauan kondisi sosial siswa di sekolah memiliki keterbatasan, terutama karena jumlah peserta didik dan minimnya laporan langsung dari siswa maupun keluarga.Sementara itu, ia mengungkapkan, YBR dikenal sebagai siswa yang berperilaku baik dan tidak pernah menimbulkan masalah selama mengikuti kegiatan belajar mengajar.“Dia anak baik, ramah dengan teman-temannya, dan tidak pernah membuat keributan,” imbuh Maria.Sumber: https://www.tribunnews.com/regional/7787053/siswa-sd-di-ntt-akhiri-hidup-pihak-sekolah-akui-tak-tahu-soal-alat-tulis-kurang-tidak-ada-keluhan?page=all&s=paging_newEditor Video : Megan Febry WibowoUploader: winda rahmawatiJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:YouTube: https://www.youtube.com/@tribunjakartaFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?id=100093670066352Saluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7FULG8l5BWvKXDa0fTikTok: https://www.tiktok.com/@tribun.jakarta?lang=en​Instagram: https://www.instagram.com/tribunjakarta/
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.