TRIBUNJATIMTIMUR.COM, BONDOWOSO - Objek wisata Air Terjun Pulo Agung yang terletak di Desa Sukorejo, Kecamatan Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso, kini tengah naik daun dan menjadi destinasi wisata favorit banyak orang.
Hampir setiap pengunjung yang datang menyempatkan diri untuk berswafoto dengan pose ikonik: berdiri di antara bebatuan besar di bawah kucuran air, tangan terentang, dan wajah menengadah ke langit.
Meski sederhana, gaya tersebut seolah menjadi "ritual wajib" bagi siapa pun yang berkunjung ke Air Terjun Pulo Agung.
Dari pantauan TribunJatimTimur.com, selain menyuguhkan air terjun setinggi 30 meter, destinasi ini memanjakan mata dengan pemandangan alam yang masih asri dan di kelilingi pepohonan rindang. Lokasinya berjarak sekitar 40 kilometer ke arah timur dari pusat kota Kabupaten Bondowoso, dengan waktu tempuh kurang lebih 1,5 jam menggunakan sepeda motor.
Baca juga: Hingga Awal 2026, Pengguna Shuttel Bus di Bandara Notohadinegoro Jember Sepi Peminat
Setibanya di Desa Sukorejo, pengunjung akan menyusuri jalan setapak yang hanya bisa diakses kendaraan roda dua. Di ujung jalan, tersedia tempat penitipan motor. Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh 500 meter melewati tanjakan serta hamparan perkebunan kopi dan lahan pertanian warga.
Menariknya, tidak ada biaya tiket masuk ke lokasi ini. Pengunjung hanya perlu membayar biaya parkir sebesar Rp5.000 dan bebas menikmati suasana air terjun mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.
Fasilitas di sekitar lokasi saat ini mencakup dua buah saung, satu warung sederhana, serta jembatan bambu kecil yang melintang di depan air terjun.
Jembatan ini menjadi salah satu titik favorit pengunjung untuk mengabadikan momen dengan latar belakang air terjun yang megah.
Meski fasilitasnya belum sepenuhnya lengkap, arus wisatawan tidak pernah surut.
Faril Dini (21), seorang pengunjung asal Desa Lembungan, Kabupaten Jember, mengaku sengaja datang bersama temannya karena penasaran setelah melihat air terjun ini viral di media sosial.
"Airnya deras beda sama air terjun yang lain, bening lagi airnya. Ini kan air terjunnya lebar, bagus buat foto-foto," ungkapnya pada Rabu (4/2/2026).
Baca juga: Dua Innova Tabrakan di Jalur Pantura Probolinggo, Seorang Dosen Meninggal Dunia
Ia juga menambahkan bahwa jalur pendakian yang menantang memberikan sensasi petualangan tersendiri, meski ia berharap akses jalan untuk roda dua dapat segera diperbaiki.
Kepala Desa Sukorejo, Sumarni, menjelaskan bahwa Air Terjun Pulo Agung sebenarnya sudah dikenal sejak tahun 2003, namun sempat ditutup demi keamanan akibat dampak banjir.
Sejak Desember 2025, destinasi ini kembali viral dan menarik minat wisatawan dari luar daerah seperti Jember dan Situbondo.
Berdasarkan data parkir, tercatat lebih dari 1.000 pengunjung telah datang dalam beberapa bulan terakhir. Pada akhir pekan saja, jumlah motor yang parkir bisa mencapai 150 unit.
"Tahun 2025 menjadi titik balik viralnya kembali air terjun ini," ujar Sumarni.
Mengingat lokasi wisata berada di kawasan lahan Perhutani, pihak desa telah menjalin komunikasi untuk kesepakatan kerja sama (PKS).
Sumarni berharap adanya dukungan dari dinas terkait untuk membantu pengembangan fasilitas di sekitar Air Terjun Pulo Agung.
"Kami berharap ada bantuan pengembangan, mengingat keterbatasan anggaran dari dana desa saat ini," pungkasnya.
(Sinca Ari Pangistu/TribunJatimTimur.com)