BANGKAPOS.COM -- Ressa Rizky Rossano mengajukan syarat jika Denada Tambunan ingin berdamai terkait persoalan gugatan Rp7 miliar.
Ressa Rizky Rossano menegaskan, gugatan perdata senilai Rp7 miliar terhadap sang ibu, Denada Tambunan, tidak otomatis selesai meski Denada telah menyampaikan permintaan maaf dan mengakuinya sebagai anak kandung.
Ressa menekankan bahwa ada syarat khusus yang harus dipenuhi agar perkara hukum bisa diselesaikan secara damai.
Kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, menjelaskan bahwa gugatan tersebut sudah memasuki tahap prosedural di pengadilan sehingga tidak bisa dihentikan secara sepihak.
Baca juga: Warga Banten Jadi Korban Laka Tambang Pemali, Bupati Bangka Sampaikan Belasungkawa
"Kita kan berbicara tentang, sudah saya utarakan ya, kalau kita berbicara tentang konsep konvensional perdata itu kan harus ada unsur kerugian. Di mana gugatan ini kan sudah diajukan," kata Ronald Armada, dikutip dari Kompas.com, Rabu (4/2/2026).
Ia menambahkan, selama gugatan telah terdaftar secara resmi, perkara wajib mengikuti mekanisme hukum yang berlaku.
Saat ini, proses tersebut masih berjalan dan menunggu agenda persidangan hingga adanya putusan dari pengadilan.
"Gugatan ini masih belum ada pengakuan, enggak bisa kita ubah seenaknya. Ini formulasi yang sudah dijadikan sebagai prosedur tetap di pengadilan ya, yang tinggal menunggu sampai persidangan dan sampai ada putusan pengadilan," tambah Ronald.
Ronald menyampaikan, pihak Ressa masih membuka pintu damai dengan Denada.
Hanya saja, ia memberikan persyaratan dan bukan sekadar pernyataan publik atau media sosial. Pihak Ressa menginginkan pertemuan langsung dengan Denada sebagai syarat perdamaian.
"Kalau memang Denada mau menghentikan perkara ini, ya sudah, datang ke sini ngobrol dengan enak, ya toh? Melakukan pengakuan, minta maaf, selesai. Ini kan enggak," terang kuasa hukum.
Meskipun Denada telah meminta maaf, Ressa mengaku belum ada komunikasi secara personal antara ibu dan anak tersebut. Ia mempunyai keinginan sederhana untuk menemui Denada yang kini sudah mengakui status pemuda tersebut.
"Ya intinya ingin bertemu saja, intinya itu,” ujar Ressa.
Di sisi lain, Ressa juga menanggapi perubahan bio Instagram Denada. Saat ini, putri Emilia Contessa itu menambahkan inisial anak-anaknya di sana.
“Belum, belum lihat Ressa,” jawab Ressa saat ditanya soal perubahan bio Instagram Denada, dikutip dari Kompas.com, Selasa (3/2/2026).
Kendati mensyukuri perubahan itu, Ressa menganggap itu belum cukup menyentuh hatinya.
"Alhamdulillah ya. Tapi Ressa juga pengin ditemuin. Senang pasti senang, tapi juga menjalin hubunganlah yang baik," ungkap Ressa.
"Ya intinya belum aja kena ke hati," tambahnya. Selain itu, ia menegaskan keinginannya untuk menemui Denada.
"Ada dong (niat bertemu Denada). Lihat ke depannya," ucap Ressa.
Respon Denada Diminta Temui Ressa
pihak Denada merasa heran dengan sikap Ressa yang lebih banyak bicara di media massa ketimbang bertindak nyata.
Iqbal mengungkapkan bahwa sebenarnya Ressa dan Denada sudah saling simpan nomor telepon.
Menurutnya, tidak ada alasan bagi Ressa untuk merasa kesulitan berkomunikasi jika memang ada niat baik.
"Sudah lama (bertukar nomor handphone), kan bisa hubungi langsung," ujar Muhammad Iqbal.
Iqbal menyarankan agar Ressa berhenti melontarkan pernyataan di media sosial atau memperpanjang masalah di persidangan.
Ia menantang Ressa untuk segera menemui Denada secara langsung tanpa perlu perantara siapapun.
"Saya berharapnya juga gitu. Mas Ressa itu ya sebagai anak langsung ke ibunya lah, itu bukan orang lain kok," ucap Iqbal.
Pihak Denada ingin Ressa datang untuk memperbaiki keadaan dan meminta maaf atas kegaduhan yang sudah terjadi, bukan malah membuat suasana semakin keruh.
"Langsung saja ke sana, minta maaf. Bilang 'Bu kemarin saya salah mungkin khilaf, ayo diperbaiki semuanya'. Bukan justru diumbar-umbar, datang saja langsung," tegasnya.
Hingga saat ini, gugatan yang dilayangkan pihak Ressa di Pengadilan Negeri Banyuwangi masih terus berjalan.
Pihak Denada menyayangkan hal tersebut karena merasa tuntutan awal soal pengakuan anak sudah dipenuhi.
"Harusnya kan gugatan selesai, tapi kan tidak. Kami juga belum ada perdamaian sampai sekarang," tutup Muhammad Iqbal.
Penyanyi Denada Tambunan berharap Ressa Rizky Rossano mencabut gugatan perdata senilai Rp7 miliar yang dilayangkan ke pengadilan. Harapan itu muncul setelah Denada secara terbuka mengakui Ressa sebagai anak kandungnya.
“Ini masalah hubungan ibu dan anak, lebih baik gugatan dicabut dan semuanya selesai,” ujar kuasa hukum Denada, Muhammad Iqbal, saat diwawancarai, Selasa (3/2/2026). Iqbal menambahkan, sebagai anak, Ressa seharusnya memuliakan ibunya, apalagi setelah ada pengakuan resmi.
Namun hingga kini, belum ada perdamaian antara kedua belah pihak. “Belum ada damai. Katanya kemarin pihak penggugat menutup pintu perdamaian,” kata Iqbal. Denada disebut sudah membuka diri dan berharap Ressa bisa langsung datang untuk bertemu dan menyelesaikan persoalan secara pribadi.
Gugatan Ressa sendiri diajukan pada 26 November 2025 di Pengadilan Negeri Banyuwangi atas dugaan penelantaran anak. Meski Denada telah mengakui Ressa, pemuda yang akrab disapa Ressa itu belum mencabut tuntutannya.
Sebelumnya, Denada mengunggah video di Instagram, mengakui Ressa sebagai anak kandungnya setelah 24 tahun. Ia menyampaikan permintaan maaf karena tidak bisa membesarkan Ressa sejak bayi, mengingat kondisi psikisnya yang kala itu tidak memungkinkan menjalani peran sebagai ibu.
“Betul-betul minta maaf kepada Ressa karena sejak bayi ia tidak hidup bersama saya. Kondisi psikis saya saat itu sedang tidak layak,” ungkap Denada. Ia juga berharap permintaan maaf ini diterima dan bisa menjadi langkah awal memperbaiki hubungan ibu–anak.
Tak hanya kepada Ressa, Denada juga menyampaikan maaf kepada keluarga besarnya, termasuk almarhum ibunya. “Semoga Allah mengampuni semua dosa dan khilaf saya,” ujar Denada.
Selama ini, Ressa dibesarkan oleh tante Denada, Ratih Puspita Dewi, sejak berusia 10 hari. Kini, Ressa menuntut pengakuan resmi sebagai anak, sementara perseteruan hukum dengan Denada masih berjalan di pengadilan.
(TribunNewsmaker.com/ TribunSumsel/Bangkapos.com)