TRIBUNMANADO.CO.ID - Lagi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), terjadi di Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut), Kamis (5/2/2026).
Tak tanggung-tanggung, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bitung hari ini menerima lebih dari satu laporan sekaligus.
"Dua titik di Kelurahan Danowudu Kecamatan Ranowulu dan satu di belakang Kodim Madidir," kata personil Damkar Bitung, disela melakukan pemadaman Karhutla di Danowudu, Kamis 4 Februari 2026.
Di tengah teriknya sinar matahari yang menyengat kulit, nampak personil Damkar Bitung melakukan upaya pemadaman.
Pihaknya mengakui akses atau jangkauan ke satu diantara titik Karhutla sulit di jangkau.
Namun pihaknya tak patah arang berupaya semaksimal mungkin, untuk memadamkan karhutla.
Satu titik Karhutla yang akses atau jangkauannya agak sulit, ada di lokasi perkebunan Sendangan Danowudu.
Aksesnya dari Perum Rizky Kelurahan Girian Permai Kecamatan Girian Bitung, melewati terowongan jembatan Jalan Tol, lalu ke arah utara di Perumahan Porodisi.
Akses lainnya bisa dari Perumahan Mandiri Danowudu.
Titik Karhutla di perkebunan Sendangan Danowudu tak jauh dari titik Karhutla lainnya di Kelurahan Danowudu.
Warga dan pemerintah setempat menyebut titik tersebut yaitu jalan tree on tree.
Di titik ini masyarakat sempat melakukan upaya memutus sebaran api yang membakar alang-alang dengan perlengkapan seadanya.
Bunyi kretak-kretak alang-alang yang terbakar terdengar jelas dari radius 5 sampai 10 meter dari titik yang terbakar.
Kepulan asap berwarna putih pekat kemudian sesekali berubah warna, membumbung ke atas.
Arah dan pergerakan asap berpindah tempat, mengikuti tiupan angin.
Bahkan dari jarak berkilo-kilo meter, juga terlihat kepulan asap dari titik Karhutla.
Jarak titik Karhutla ini 8,8 kilometer (KM), dari Kantor Walikota Bitung di jalan SH Sarundajang.
Dapat ditempuh dalam waktu 20 menit, menggunakan kendaraan bermotor.
Sementara itu menurut Patris warga yang berkebun di sekitar titik Karhuta di Kelurahan Danowudu, kejadian itu terjadi sekitar pukul 10.00 Wita, Kamis (5/2/2026).
"Api berasal dari perkebunan Sendangan bagian atas," kata Patris sembari memegang cangkul yang ia pakai untuk berkebun saat diwawancara Reporter Tribun Manado Christian Wayongkere, Kamis (5/2/2026).
Pria berdarah Nusa Utara yang tinggal di Perum Madiri Danowudu ini, menggarapn lahan perkebunan warga lainnya disekitar lokasi Karhutla.
Menyikapi maraknya terjadi Karhutla di Kota Bitung, Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Forsman Dandel meminta dukungan semua elemen masyarakat hingga stekholder terkait untuk cegah Karhutla.
Karena pelaku membakar hutan dan lahan, ada unsur pidananya melanggar undang-undang.
"Mari kita bersama cegah kebakaran hutan dan lahan demi masa depan bumi kita," kata Forsman Dandel saat di konfirmasi reporter Tribun Manado Christian Wayongkere.
Lanjut Forsman berdasarkan data yang masuk, ada sekitar puluhan laporan Karhutla terjadi di Kota Bitung selang Januari - awal Februari 2026. (Crz)