Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) terus melakukan penelusuran terkait dugaan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang menimpa Suriani Sula, warga SBT yang dilaporkan berada di Libya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) SBT Mochtar Rumadan menyampaikan bahwa pihaknya saat ini masih melakukan verifikasi.
Pihaknya bahkan telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan jalur keberangkatan dan pihak yang bertanggung jawab.
“Prinsipnya sekarang kami masih memverifikasi informasi, terutama hubungan antara Desi Rumadai dan Suriani, supaya duduk perkaranya jelas,” ujarnya Kamis (5/2/2026).
Ia mengungkapkan, hingga kini pihaknya belum berhasil berkomunikasi langsung dengan Suriani.
Nomor telepon korban disebut tidak aktif, meski komunikasi melalui WhatsApp sempat terbaca.
“Kami sudah coba konfirmasi langsung, tapi nomor yang bersangkutan tidak aktif. Ini atas intruksi dari Bupati untuk mencari informasi tentang kondisi Suriani,” jelasnya.
Baca juga: Potensi Pariwisata di Maluku Tengah Dinilai Bisa Dongkrak PAD
Baca juga: Segera Daftar! BSPS Maluku Butuh Fasilitator Lapangan dan Koordinator, Catat Ini Syaratnya!
Pemerintah daerah juga masih menelusuri keberadaan Ibu Dede, sosok yang disebut-sebut berperan sebagai penyalur tenaga kerja ke luar negeri.
“Sampai hari ini tidak muncul siapa Ibu Dede itu, penyalurnya siapa, agennya bendera apa, ini masih kami cari,” bebernya.
Untuk langkah lanjutan, Pemda SBT akan berkoordinasi dengan Disnaker Provinsi Maluku, Kementerian Luar Negeri, serta perwakilan Indonesia di luar negeri.
“Kami akan koordinasi dengan Disnaker Provinsi, Kemenlu, dan Kedubes yang berkaitan dengan lokasi Suriani,” tegasnya.
Ia menambahkan, sebelum proses pemulangan dilakukan, pemerintah daerah ingin memastikan pokok persoalan benar-benar jelas.
“Paling tidak kita dudukkan pokok masalah dulu, sambil bergerak cepat untuk langkah pemulangan Suriani,” tutupnya.
Diketahui, Kasus ini mencuat setelah video yang memperlihatkan Suryani diduga menjadi korban TPPO viral di media sosial.
Korban dilaporkan berada di Libya setelah sebelumnya sempat diberangkatkan ke Turki melalui jalur yang diduga tidak resmi.(*)