Jakarta (ANTARA) - Pemerintah menurunkan Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan untuk memastikan ketersediaan pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Imlek, Ramadhan, dan Idul Fitri 2026.

Ketua Pengarah Satgas Saber sekaligus Kabareskrim Polri Komjen Pol. Syahardiantono mengatakan Satgas Saber merupakan wujud kehadiran negara dalam melindungi masyarakat menjelang periode rawan lonjakan harga dan potensi pelanggaran distribusi pangan.

"Tujuan utama Satgas Saber ini adalah melindungi masyarakat, menjaga keamanan dan mutu pangan menjelang HBKN. Penegakan hukum dilakukan sebagai langkah terakhir. Namun, tetap tegas apabila ditemukan pelanggaran serius," katanya dalam keterangan diterima di Jakarta, Kamis.

Syahar menjelaskan Satgas Saber akan bertugas untuk mengawal kebijakan harga pangan, menjaga keamanan dan mutu pangan, serta memastikan distribusi berjalan lancar dari hulu ke hilir.

Pengawasan akan dilakukan serentak di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota, mencakup seluruh rantai pasok mulai dari produsen, distributor hingga pedagang eceran dan ritel modern.

Komoditas yang menjadi fokus pengawasan antara lain beras, jagung, kedelai, daging sapi dan kerbau, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, bawang putih, cabai, minyak goreng serta gula konsumsi.

Jenderal polisi bintang tiga itu mengatakan pengawasan akan dilaksanakan secara berlapis melalui pendekatan preemtif, preventif, dan represif yang humanis serta proporsional.

Satgas, lanjut dia, juga akan bersinergi dengan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah untuk memastikan kebijakan harga pangan dijalankan secara konsisten di lapangan.

Selain pengawasan langsung, satgas juga membuka kanal pengaduan masyarakat untuk menampung laporan terkait dugaan pelanggaran harga, keamanan, dan mutu pangan.

Melalui penguatan Satgas Saber, diharapkan stabilitas pasokan dan harga pangan dapat terjaga selama rangkaian HBKN 2026 sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok secara aman dan terjangkau.