Menkeu Dorong UMKM Sawit Jadi Penggerak Hilirisasi Nasional
February 05, 2026 08:17 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, MAGELANG — Pengembangan produk turunan kelapa sawit oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berpotensi memperkuat agenda hilirisasi nasional sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi di daerah.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, selama ini industri sawit Indonesia masih didominasi ekspor bahan mentah dan produk setengah jadi.

Baca juga: Kini Dampingi Menkeu Purbaya, Wamenkeu Juda Agung Ungkap Arahan dari Presiden, Singgung Stabilitas

Padahal, pengembangan produk turunan berbasis UMKM dapat memperluas rantai nilai, menyerap tenaga kerja, dan mendorong pemerataan ekonomi.

“UMKM sawit ini punya potensi besar. Hilirisasi tidak harus selalu berskala industri besar, UMKM juga bisa jadi penggerak,” ujarnya saat meninjau pameran UMKM binaan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Magelang, Jawa Tengah belum lama ini.

Ia menyatakan Kementerian Keuangan siap mendorong kebijakan fiskal yang lebih berpihak pada UMKM sawit, terutama untuk mempercepat pertumbuhan usaha di tahap awal pengembangan produk.

Dalam pameran tersebut, sejumlah UMKM binaan BPDP memamerkan produk berbasis limbah dan turunan kelapa sawit. Salah satunya CV Smart Batik Indonesia yang mengembangkan batik sawit dengan memanfaatkan malam berbahan dasar sawit.

Usaha ini telah memberdayakan sekitar 70 perempuan pembatik di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Baca juga: Prabowo Resmi Lantik Adies Kadir Jadi Hakim MK dan Juda Agung sebagai Wamenkeu

Purbaya menilai kualitas produk UMKM sawit tidak kalah dengan produk konvensional.

“Produk batik sawit ini desainnya bagus dan nyaman digunakan. Ini menunjukkan produk hilirisasi sawit bisa bersaing,” katanya.

UMKM lain, Karplanter, mengolah cangkang dan tandan kosong kelapa sawit menjadi pot terrazzo serta media tanam ramah lingkungan.

Inovasi ini dinilai sejalan dengan kebutuhan pasar akan produk berkelanjutan sekaligus solusi pemanfaatan limbah sawit.

Sementara itu, UMKM Berkah Kita memproduksi lilin aromatik dan sabun cuci berbahan minyak jelantah melalui merek LUNAR, yang mengusung konsep ekonomi sirkular.

Baca juga: Sosok Juda Agung, Wamenkeu Baru Gantikan Thomas Djiwandono, Sebelumnya Jadi Deputi Gubernur BI

Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, mengatakan dukungan terhadap UMKM merupakan bagian dari strategi memperluas hilirisasi sawit di luar sektor energi dan pangan.

“Melalui promosi dan pendampingan, kami ingin UMKM sawit naik kelas dan memiliki daya saing, tidak hanya di pasar lokal tetapi juga nasional,” ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.