Ekonomi Desa & Hilirisasi Komoditas Jadi Kunci Pertumbuhan Lampung
February 05, 2026 08:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung mulai menggeser strategi pertumbuhan ekonomi dengan menempatkan desa sebagai pusat perputaran ekonomi, terutama melalui pembenahan tata niaga dan hilirisasi komoditas pertanian strategis.

Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat rekomendasi penguatan kinerja komoditas strategis yang digelar Pemprov Lampung bersama Bank Indonesia (BI) Perwakilan Lampung, Kamis (5/2/2026).

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan, selama ini pertumbuhan ekonomi Lampung belum optimal karena nilai tambah komoditas belum banyak dinikmati masyarakat desa sebagai produsen utama.

“Target kita jelas, bagaimana ekonomi itu tumbuh dari desa dan manfaatnya kembali ke desa,” ujar Rahmat Mirzani Djausal.

Menurutnya, BI telah membantu memetakan berbagai persoalan di lapangan yang menjadi penghambat, mulai dari tata niaga gabah, singkong, jagung, hingga komoditas pangan yang berpengaruh terhadap inflasi.

“Bottleneck-nya sudah kita petakan. Sekarang saatnya dibenahi supaya nilai tambahnya tidak lari ke luar daerah atau hanya berhenti di kota,” katanya.

Salah satu langkah yang didorong adalah hilirisasi komoditas saat terjadi surplus produksi, agar petani tidak terus dirugikan oleh fluktuasi harga.

“Kalau cabai berlebih, jangan dibiarkan jatuh harganya. Kita olah, kita hilirkan. Di situlah nilai tambahnya,” ujarnya.

Pemprov Lampung juga menyoroti panjangnya rantai distribusi sejumlah komoditas, khususnya jagung dan turunannya.

“Jagung dari desa tidak langsung dimanfaatkan di desa. Ayamnya muter dulu ke kota, baru kembali ke desa. Ini tidak efisien dan merugikan petani,” jelas Mirza.

Ke depan, Pemprov berupaya merajut kembali rantai produksi agar lebih pendek dan terintegrasi, sehingga perputaran uang dapat maksimal terjadi di desa.

“Kalau uang berputar di desa, ekonomi desa tumbuh, otomatis ekonomi Lampung ikut kuat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, menilai penguatan ekonomi desa menjadi fondasi utama pertumbuhan ekonomi daerah.

“Komoditas primer berasal dari desa. Maka penguatan desa adalah kunci pertumbuhan Lampung,” kata Bimo.

Ia menyebut sektor pertanian perlu didorong tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga pengolahan untuk meningkatkan produktivitas dan daya tahan ekonomi petani.

“Dengan strategi ini, pertumbuhan ekonomi Lampung berpeluang mencapai 5,5 hingga mendekati 6 persen, sepanjang tidak ada gejolak besar,” pungkasnya.

( Tribunlampung.co.id / Riyo Pratama )

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.