SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Tradisi Ziarah Kubro atau ziarah massal menyambut bulan suci Ramadhan resmi dimulai besok, Jumat (6/2/2026), hingga Minggu (8/2/2026).
Agenda wisata religi terbesar di Sumatera Selatan ini diprediksi akan diikuti lebih dari 10.000 umat Muslim, termasuk peziarah dari mancanegara.
Ketua Panitia Ziarah Kubro 2026, Al Habib Abdurrahman bin Hasan Al Habsy, menyatakan bahwa persiapan teknis kegiatan sudah mencapai hampir 100 persen.
Ia menyebut antusiasme tahun ini meningkat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Perkiraan kami peziarah yang hadir di atas 10 ribu orang. Tidak hanya dari Palembang dan kota besar seperti Surabaya, tapi juga tamu dari Malaysia, Arab Saudi, hingga Yaman," ujar Habib Abdurrahman, Kamis (5/2/2026).
Kegiatan ziarah akan berlangsung secara maraton selama tiga hari dengan rute-rute bersejarah sebagai berikut:
Hari Pertama (Jumat, 6 Februari): Dimulai pukul 06.30 WIB dari Masjid Darul Muttaqin melalui Jl. dr. M. Isa. Massa akan melakukan arak-arakan menuju Makam Gubah untuk menziarahi makam Al Habib Aqil bin Yahya dan Al Habib Ahmad Bin Syech Bin Syahab.
Hari Kedua (Sabtu, 7 Februari): Ziarah dilanjutkan ke Makam Naga Swidak di Seberang Ulu serta menghadiri haul di Pondok Pesantren Ar-Riyadh.
Hari Ketiga (Minggu, 8 Februari): Puncak ziarah menuju Pemakaman Kawah Tengkurep, lokasi persemayaman para sultan dari Kesultanan Palembang Darussalam.
Dalam pelaksanaan ziarah kubro tersebut, kata Abdurrahman, umat Islam di sepanjang perjalanan akan melantunkan Shalawat dan juga ayat-ayat suci Al-Qur'an dan sekaligus berdoa untuk kemaslahatan umat Muslim dan bangsa Indonesia secara keseluruhan serta bisa melaksanakan ibadah Ramadhan dengan lancar dan khusyuk.
Adapun kegiatan ziarah kubro sendiri, terang Abdurrahman tidak lain bertujuan syiar Islam dan meneladani perjuangan para habib tadi di dalam menyebarkan agama Islam di Kota Palembang dan juga Kesultanan Palembang Darussalam tersebut.
Maka dari itu, terang Abdurrahman, kegiatan tersebut mendapat support dari semua kalangan termasuk juga Pemkot Palembang dan Pemprov Sumsel.
Adapun ziarah kubro sendiri, juga merupakan agenda rutin di saat menjelang ramadhan yang digelarnya ini beberapa hari menjelang bulan Ramadhan.
Di sisi lain, hal ini sebagai bentuk kecintaan umat Islam terhadap ulama-ulama, habib dan juga habaib yang ada di Kota Palembang.
" Alhamdulillah, setiap tahun jumlah umat yang ikut dalam ziarah kubro ini mengalami peningkatan. Melihat kondisi yang ada saat ini, diperkirakan lebih dari 5 ribu yang hadir. Walaupun dilakukan dengan berjalan kaki, namun kita tetap semangat. Karena sudah menjadi tradisi jelang Ramadhan tersebut. Yang terpenting lagi, semuanya ungkapan rasa cinta kita ke ulama, habib dan habaib tersebut," pungkasnya.
Pantauan dilokasi dikawasan pemakaman Gubah sendiri terlihat sejumlah panitia, telah menyiapkan perlengkapan untuk digunakan nantinya.