TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Keuskupan Agung Makassar melaksanakan tahbisan diakonat dan tahbisan imamat yang menghasilkan tiga imam baru, dalam sebuah perayaan Ekaristi yang berlangsung khidmat di Lapangan Bakti, Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Kamis (5/2/2026).
Tahbisan tersebut dipimpin langsung oleh Uskup Agung Keuskupan Agung Makassar, Mgr Fransiskus Nipa, selaku penahbis utama.
Adapun tiga imam baru yang menerima tahbisan imamat yakni RD Florian Indra Kusuma Irawan, RD Marselinus Dhewandari, dan RD Charles Thomana.
Perayaan tahbisan ini turut dihadiri sejumlah pejabat daerah dan tokoh nasional.
Di antaranya Bupati Toraja Utara Frederik Viktor Palimbong, Wakil Bupati Toraja Utara Andrew Branch Silambi, Bupati Tana Toraja Zadrak Tombeg, Ketua TP PKK Tana Toraja Erni Yetti Riman, serta Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama RI Reginaldus Saverinus Sely Serong.
Ketua Panitia Tahbisan, Andrew Branch Silambi, mengatakan perayaan tahbisan tersebut dihadiri oleh sekitar 2.500 hingga 3.000 umat yang datang dari berbagai paroki di wilayah Toraja Utara dan Tana Toraja.
“Kegiatan ini diikuti umat dari seluruh paroki di Toraja Utara dan Tana Toraja, serta melibatkan Paroki Rantepao, pemerintah daerah Toraja Utara, dan unsur Forkopimda,” ujar Andrew dalam laporan panitia di atas mimbar.
Ia menjelaskan, dasar pelaksanaan tahbisan ini sejalan dengan semangat Keuskupan Agung Makassar sebagai persekutuan kawanan kecil, yang berlandaskan pada panggilan Yesus Kristus untuk terus memperbarui diri dalam mewartakan Kerajaan Allah.
“Pelayanan Gereja diarahkan untuk meresapi tata dunia, sehingga segala sesuatu menjadi baik adanya,” ungkapnya.
Terkait pembiayaan kegiatan, Andrew menyampaikan bahwa dana perayaan tahbisan bersumber dari swadaya umat, melalui sumbangan khusus pentahbisan diakon dan imam baru Keuskupan Agung Makassar Tahun 2026, dukungan lembaga pemerintahan, lembaga swasta, serta sumbangan para donatur melalui proposal dan berbagai upaya yang dilakukan panitia.
“Dana yang masuk ke panitia hingga saat ini sebesar Rp158.477.500 dan masih terus bertambah. Sementara dana yang telah digunakan sebesar Rp211.876.000,” jelasnya.
Andrew berharap, melalui perayaan tahbisan ini, semakin banyak panggilan imamat yang tumbuh dari wilayah Toraja Utara, Tana Toraja, dan Mamasa, guna memperkuat pelayanan Gereja Katolik di Keuskupan Agung Makassar.
Perayaan tahbisan berlangsung dengan penuh khidmat dan sukacita, ditandai dengan doa, nyanyian liturgi, serta kehadiran ribuan umat yang memadati Lapangan Bakti Rantepao sejak pagi hari.(*)