Polisi Temukan Barang Bukti Pembunuhan Perempuan Hamil di Lebong, Pisau Dapur Berlumuran Darah
February 05, 2026 08:54 PM

 

Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, LEBONG – Polisi menemukan barang bukti berupa sebilah pisau dapur saat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pembunuhan perempuan hamil di Desa Air Kopras, Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong, Bengkulu pada Kamis (5/2/2026) siang.

Korban diketahui bernama Aulia Zakrike (19), seorang pengantin muda yang baru sekitar tiga bulan menjalani bahtera rumah tangga.

Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di kamar rumahnya dengan tubuh berlumuran darah.

Informasi yang beredar menyebutkan, korban juga tengah dalam kondisi hamil.

Barang bukti pisau dapur ditemukan tidak jauh dari tubuh korban.

Pisau tersebut diketahui berlumuran darah dan telah diamankan sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan.

Kasi Humas Polres Lebong, Iptu Hadi Sutrisno, melalui Kasubsi PIDM Humas Aipda Syaiful Anwar, membenarkan adanya temuan senjata tajam di sekitar korban.

“Di dekat korban ditemukan sebilah pisau dapur yang berlumuran darah. Saat ini barang bukti tersebut sudah diamankan,” ucap Syaiful (5/2/2026).

Baca juga: Breaking News: Perempuan Hamil Berusia 19 Tahun Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Lebong Bengkulu

Luka Sayatan di Leher

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, korban mengalami luka sayatan cukup dalam di bagian leher yang diduga kuat akibat senjata tajam tersebut.

Meski demikian, pihak kepolisian belum menyimpulkan penyebab pasti kematian korban.

“Untuk dugaan sementara masih kami dalami. Kita menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut, termasuk visum atau autopsi dari rumah sakit,” jelasnya.

Terkait kemungkinan adanya barang milik korban yang hilang atau indikasi lain di lokasi kejadian, pihak kepolisian menyebut hal tersebut masih dalam proses penyelidikan.

“Apakah ada barang yang hilang atau hal-hal lainnya, masih kami selidiki. Saat ini fokus kami mengumpulkan keterangan saksi dan bukti di lapangan,” tambah Syaiful.

Jenazah Dievakuasi ke RSUD Lebong

Jenazah korban telah dievakuasi ke RSUD Lebong untuk menjalani proses visum dan pemeriksaan medis lanjutan.

Polisi juga masih memasang garis polisi di lokasi kejadian guna kepentingan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Kasus ini masih dalam penanganan dan penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya.

PEREMPUAN HAMIL TEWAS - TKP kamar Aulia (19) saat ditemukan dalam kondisi tewas berlumuran darah pada Kamis (5/2/2026). Perempuan yang baru menikah dan tengah hamil ini diduga menjadi korban pembunuhan.
PEREMPUAN HAMIL TEWAS - TKP kamar Aulia (19) saat ditemukan dalam kondisi tewas berlumuran darah pada Kamis (5/2/2026). Perempuan yang baru menikah dan tengah hamil ini diduga menjadi korban pembunuhan. (TribunBengkulu.com)

Kronologi

Pihak kepolisian telah mengungkap kronologi penemuan jasad perempuan hamil berusia 19 tahun tewas bersimbah darah di Lebong, Bengkulu pada Kamis (5/2/2026) siang.

Korban bernama Aulia Zakrike (19) warga Desa Air Kopras Kecamatan Pinang Belapis, Lebong, Bengkulu.

Aulia diketahui merupakan pengantin muda yang baru sekitar tiga bulan menikah.

Korban juga disebut tengah mengandung bayi atau hamil. 

Ia ditemukan tewas dengan kondisi leher tergorok di dalam kamarnya.

Kasi Humas Polres Lebong, Iptu Hadi Sutrisno, melalui Kasubsi PIDM Humas, Aipda Syaiful Anwar menjelaskan kronologi penemuan korban bermula saat ayah korban pulang dari berjualan di Pasar Muara Aman.

Saat itu ayah korban masuk ke dalam rumah dan masuk ke kamar korban.

Saat masuk ke kamar anaknya, ayah korban menemukan korban telah dalam kondisi leher tersayat akibat senjata tajam jenis pisau dapur dengan posisi telentang. 

"Saat itu kondisi korban sudah meninggal dunia dan berlumuran darah," jelas Syaiful. 

Melihat kejadian tersebut, ayah korban langsung suami korban yang saat itu sedang bekerja.

Kemudian ayahnya menutupi jenazah anaknya dengan selimut dan memberi tahu tetangga tentang kejadian tersebut. 

Korban diduga kuat menjadi korban tindak kekerasan atau pembunuhan.

Jenazah korban langsung dievakuasi aparat kepolisian dan dibawa ke RSUD Lebong untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk proses visum atau autopsi. 

"Masih diduga, kita tunggu hasil pemeriksaan ya,jenazah korban sekarang di rumah sakit," lanjut Syaiful. 

Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan luka sayatan senjata tajam pada leher korban.

Luka gorokan di leher korban cukup dalam dengan banyak dalam mengalir. 

"Saat ini masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut atas kejadian tersebut," tutup Syaiful.

Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.