Ke Afrika Selatan Lebih Mudah, Visa Online Bisa Jadi Kurang dari 24 Jam
GH News February 05, 2026 09:10 PM
Jakarta -

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana bersama Menteri Pariwisata Afrika Selatan Patricia de Lille, menandatangani nota kesepahaman atau MoU terkait kerjasama wisata pada Kamis (5/2/2026). Afrika Selatan dengan senang hati menyambut kedatangan turis Indonesia berlibur ke sana.

"Kami dengan senang hati mengumumkan bahwa pemerintah Afrika Selatan kini telah mereformasi sistem visa kami. Warga Indonesia sekarang dapat mengajukan visa secara online, dengan nyaman dari rumah melalui ponsel Anda dengan waktu pemrosesan kurang dari 24 jam," kata Menteri Pariwisata Afrika Selatan Patricia de Lille.

Dia berharap, dengan kemudahan akses untuk mendapatkan visa ke Afrika Selatan akan meningkatkan jumlah wisatawan Afrika Selatan dan Indonesia. Saat ini, Patricia mengatakan sedang mengusahakan penerbangan langsung dari Afrika Selatan ke Indonesia.

"Kami bekerja keras untuk meningkatkan penerbangan antara Indonesia dan Afrika Selatan. Saat ini, 30.000 warga Afrika Selatan mengunjungi Indonesia pada tahun 2025 (data BPS 36.548 orang). Dan di Afrika Selatan, kami menerima 3.000 pengunjung dari Indonesia. Dengan adanya kerja sama ini, kami ingin menggandakan jumlah warga Indonesia yang mengunjungi negara kami," tambahnya.

Afsel Ramah Muslim

Walau saat ini belum ada penerbangan langsung untuk ke Afrika Selatan dari Indonesia, Patricia meminta turis Indonesia tetap datang dan merasakan kehangatan wisata Afrika Selatan yang ramah muslim.

"Kami mohon sedikit kesabaran terkait penerbangan langsung antara Indonesia dan Afrika Selatan. Sementara itu, kami tetap ingin menyambut Anda semua ke negara kami yang indah. Kami adalah negara pariwisata yang ramah Muslim. Dan tentu saja kami akan bekerja sama dengan Dewan Kehakiman Muslim di Afrika Selatan dan pihak berwenang untuk lebih memastikan bahwa semua Muslim yang bepergian ke Afrika Selatan akan disambut dengan hangat," kata Patricia.

Sejalan, Menpar Widiyanti berharap MoU ini dapat meningkatkan arus wisata antar kedua negara. Kedua negara nantinya akan saling memfasilitasi kemudahan traveling antar kedua negara.

"Kami telah membahas tindak lanjut untuk memastikan implementasi MOU yang efektif serta kolaborasi konkret di beberapa bidang strategis. Melalui MoU ini, kedua negara sepakat untuk meningkatkan kolaborasi di beberapa bidang strategis termasuk pariwisata berkelanjutan, pengembangan sumber daya manusia, pemasaran dan promosi, investasi pariwisata, standar keselamatan dan layanan pariwisata, studi dan pengembangan pariwisata, dan bidang kerja sama lainnya di kawasan pariwisata," kata Menpar Widiyanti.

Syanti Mustika
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.