Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena menyampaikan pernyataan keras atas meninggalnya seorang siswa SD YBR (11).
Dalam sambutannya di Kupang pada Rabu (4/2/2026), Gubernur Melki mengaku malu dan merasa pemerintah telah gagal dalam melindungi warga negara, khususnya anak-anak dari jeratan kemiskinan.
Melki menegaskan bahwa peristiwa ini adalah kegagalan pemerintah, sosial hingga agama dalam menangani kemiskinan ekstrem di wilayahnya.
“Kita gagal ketika ada warga yang meninggal karena kemiskinan,” ujarnya dengan nada prihatin.
“Tadi malam saya cek terakhir, belum ada Pemda Ngada datang mewakili pergi menyampaikan belasungkawa pada ini keluarga korban. Kan gila model begini! Enggak boleh begitu,” kata Melki dalam video tersebut.