TRIBUNJATIM.COM - Nasib pilu dialami atlet rubgy asal Garut, Jawa Barat bernama Siti Nur Rahayu (22).
Siti kini terbaring sakit karena mengalami pecah usus.
Ia kesulitan untuk berobat karena tidak memiliki BPJS Kesehatan.
Padahal, Siti adalah sosok yang pernah mengharumkan nama daerah Garut dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 di Sumatera Utara dan Aceh.
Baca juga: Atlet Pencetak Sejarah Olimpiade Sentil Prabowo Imbas Cuma Jadi PPPK: Ada Anak Bangsa yang Dilupakan
Kini Siti hanya bisa tertidur lemas karena mengalami sakit pada ususnya.
Akibat penyakit yang diderita, Siti harusnya menjalani pengobatan rutin hingga tindakan operasi.
Namun semua itu belum bisa dilakukan karena terkendala biaya.
Orang tua Siti pun memutar otak untuk memberikan biaya pengobatannya, ditambah Siti tak memiliki BPJS Kesehatan.
Sang ibu, Yeni Nurhayati pun berharap mendapat perhatian untuk kesembuhan putrinya, sebagai atlet yang pernah mengharumkan daerahnya.
"Sangat sedih sekali. Kan dia anaknya aktif, tiap hari olahraga, sedangkan ini kan penyakitnya parah banget karena ada usus di luar. Enggak bisa ngapa-ngapain, cuman tiduran. Untuk berobat ya biaya sendiri, Pak,” tutur Yeni Nurhayati, ibunda Siti Nur Rahayu, melansir dari kompas.tv.
Saat ini, Siti berbaring di rumahnya di Kampung Seni Baru, Garut, Jawa Barat.
Siti pun mengungkap kondisi terkini dirinya yang lemas karena penyakit ususnya.
"Kalau sekarang agak baikan, cuman kalau misalnya belajar jalan-jalan gitu, besoknya panas lagi. Enggak kuat lagi badannya. (Saya) Atlet tingkat PON kemarin Aceh-Sumut,” ujar Siti Nur Rahayu.
Diketahui Siti Nur Rahayu sendiri merupakan atlet rugby asal Garut sejak tahun 2021.
Ia pernah mendapat mendali Juara 3 Rugby 7s di Kejuaraan Nasional.
Ia juga menjadi atlet perwakilan Jawa Barat di Pekan Olahraga Nasional, PON 2022 dan PON 2024.
Sebelum menjadi atlet rugby, Siti Nur Rahayu dikenal aktif di cabang olahraga.
Ia juga pernah mengikuti perlombaan Bupati Cup 1 Kejuaraan Karate Cabang Garut 2019.
Baca juga: Borong 5 Emas di Kejurprov IBCA MMA Jatim 2026, Atlet Trenggalek Buktikan Kualitas di Sidoarjo
Rugby adalah olahraga tim yang dimainkan dengan bola berbentuk oval (lonjong).
Para pemain wajib membawa, melempar, dan menendang bola untuk mencetak poin.
Dulu Siti aktif menekuni olahraga Rugby tersebut yang sangat mengandalkan kekuatan fisik, kecepatan, dan kerja sama tim, namun kini ia tak berdaya di atas kasur.
Saat ditanya rasa sakit yang deritanya, air mata Siti mendadak mengalir.
Siti hanya bisa pasrah menantikan bantuan dari pemerintah setempat.
Ia juga harus menahan perih dan merasa kecewa karena merasa seolah dilupakan setelah seluruh pengorbanan yang telah ia berikan untuk daerahnya.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memberikan respons soal kabar kisah pilu seorang atlet asal Garut yang menderita penyakit usus terkendala biaya.
Dedi Mulyadi menyatakan dirinya langsung turun tangan untuk segera membantu atlet bernama Siti Nur Rahayu tersebut.
Dedi Mulyadi menegaskan hari ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menangani memberikan bantuan pengobatan untuk atlet Rugby tersebut.
“Hari ini pemerintah provinsi Jawa Barat turun untuk membawanya ke rumah sakit,” ujarnya, melansir dari TribunJabar.
Dedi Mulyadi mengungkap fakta bahwa dirinya mendapat kabar tersebut justru dari media Kompas.TV.
“Kami mengetahui informasi ini dari @kompastv, bukan dari pemerintah setempat,” ujar Dedi Mulyadi, dikutip dari Instagram pribadinya, Kamis (5/2/2026).
Baca juga: Sudah Bawa Medali SEA Games, Atlet Kalsel Kecewa Pulang Tak Disambut Pihak Pemprov: Dijemput Ortu
Gubernur Jabar itu pun meminta maaf karena baru tahu kabar tersebut bukan dari pemerintah setempat.
Lebih lanjut, Dedi Mulyadi mengimbau agar bagi siapa pun masyarakat yang sakit dan terkendala biaya dipersilakan datang ke Balai Pengaduan Lembur Pakuan, Subang atau Balai Pananggeuhan Gedung Sate di Kota Bandung.
“Kami terbuka untuk melayani seluruh Warga Jawa Barat yang mengalami kesulitan akibat penyakit yang diderita dan tidak memiliki akses pelayanan kesehatan,” tandasnya.
Nama Indonesia yang harum dikancah dunia karena prestasi gemilang Nurul Akmal seolah tak sebanding dengan apa yang diterimanya saat ini.
Nurul Akmal adalah lifter andalan Indonesia yang berasal dari Aceh.
Belakangan, kesedihan dan tangis Nurul Akmal tergambar dari tulisan dan emoji yang ia sampaikan lewat media sosialnya.
Nurul menceritakan kesedihannya sudah berkorban untuk Indonesia tetapi hanya dijadikan pegawai PPPK Paruh Waktu.
Kamis (29/1/2026) Nurul Akmal resmi diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Banda Aceh.
Namun, status tersebut menyisakan kekecewaan mendalam bagi sang atlet.
Melalui akun Instagram pribadinya, @nurulakmal_12, pemegang gelar sarjana pendidikan ini mengunggah foto mengenakan seragam Korpri dengan keterangan tulisan bersyukur meski hanya berstatus PPPK Paruh Waktu, ditambah dengan emotikon sedih.
Kekecewaan ini muncul karena nasib Nurul dinilai tidak seberuntung atlet berprestasi lainnya.
Saat rekan sejawatnya diganjar pekerjaan sebagai perwira TNI, Polri, hingga Pegawai Negeri Sipil (PNS), lifter kelas berat ini hanya mendapatkan status paruh waktu.
“Semoga Presiden RI Prabowo Subianto mendengar cerita ini. Ada anak bangsa yang dilupakan walau sudah memberikan seluruh jiwa raganya untuk negara ini,” kata Hasballah, ayah Nurul Akmal, Sabtu (31/1/2026).