Sampai Kapan Raden Iwan Kurniawan akan Jabat Pj Sekda Nunukan? Rekam Jejaknya Mentereng
February 05, 2026 09:14 PM

 

TRIBUNKALTARA.COM - Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara ( Kaltara ), kini memiliki Penjabat Sekretaris Daerah atau Pj Sekda yang baru.

Sosok Pj Sekda Nunukan yang baru, yakni Raden Iwan Kurniawan.

Raden Iwan Kurniawan telah dilantik sebagai Pj Sekda Nunukan pada Rabu ( 4/2/2026) pagi kemarin.

Ia dilantik oleh Bupati Nunukan, Irwan Sabri, di Lantai V Kantor Bupati Nunukan.

"Mengangkat Pegawai Negeri sipil atas nama Drs Raden Iwan Kurniawan, M.A.P, jabatan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Nunukan, sebagai Penjabat Sekretaris Daerah Nunukan," kata protokol prosesi pelantikan yang dipantau langsung TribunKaltara.com, pada Rabu kemarin.

Selain sebagai Pj Sekda Nunukan, Raden Iwan Kurniawan tetap akan jalankan tugas dan fungsi pada jabatan definitifnya.

Lantas sampai kapan Raden Iwan Kurniawan akan jabat Pj Sekda Nunukan?

"Masa jabatan Penjabat Sekda terhitung sejak tanggal pelantikan, sampai dilantiknya Penjabat baru Sekda, atau pejabat definitif Sekda," tambah protokol prosesi pelantikan.

 

Baca juga: Breaking News - Irwan Sabri Lantik Raden Iwan Kurniawan jadi Penjabat Sekda Nunukan

 

Sosok dan rekam jejak Raden Iwan Kurniawan

Raden Iwan Kurniawan merupakan birokrat senior yang dulu awali karier sebagai PNS Departemen Sosial Provinsi Kalimantan Timur ( Kaltim ) pada tahun 1993.

Setelah itu, Raden Iwan Kurniawan bertugas di Kantor Departemen Sosial Kabupaten Bulungan sebelum akhirnya beralih ke Pemerintah Kabupaten Nunukan sejak tahun 2000, tepat saat Nunukan baru dimekarkan dari Bulungan.

Kini, Raden Iwan Kurniawan resmi bertugas sebagai Pj Sekda Nunukan yang baru, setelah dilantik oleh Irwan Sabri di Lantai V Kantor Bupati Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara atau Kaltara.

Sebelum jadi Pj Sekda Nunukan yang baru, Raden Iwan Kurniawan dikenal sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Nunukan.

Selain itu, terhitung  1 November 2025 yang lalu, Raden Iwan Kurniawan dipercaya Bupati Nunukan sebagai Plt Sekda Nunukan.

Ia saat itu menggantikan Jabbar Plt Sekda Nunukan sebelumnya, yang memasuki masa purna tugas terhitung mulai 31 Oktober 2025.

Pantauan TribunKaltara.com saat pelantikan,, Bupati Nunukan, Irwan Sabri, terlihat mengenakan stelan jas berwana hitam, yang dipadukan dengan kopiah hitam.

Pun begitu dengan Raden Iwan Kurniawan, juga mengenakan stelan jas berwana hitam, yang dipadukan dengan kopiah hitam.

Hadir juga istri Raden Iwan Kurniawan, yang setia menemani sejak awal hingga akhir pelantikan.

Hadir dalam pelantikan tersebut Wakil Bupati Nunukan, Hermanus; Ketua DPRD Nunukan, dan Hj Rahma Leppa.

Hadir pula Dandim 0911 Nunukan, Letkol Inf Albert Frantesca; Wakapolres Nunukan, Kompol Irwan; Kakanwil Kemenag Kabupaten Nunukan, H Aliansyah, dan undangan lainnya.

Ia memulai karier sebagai PNS Departemen Sosial Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada tahun 1993, lalu bertugas di Kantor Departemen Sosial Kabupaten Bulungan sebelum akhirnya beralih ke Pemerintah Kabupaten Nunukan sejak tahun 2000, tepat saat Nunukan baru dimekarkan dari Bulungan.

Kini dengan pangkat Pembina Utama Muda (IV/c) dan jabatan definitif sebagai Kepala Bappeda Litbang, Raden Iwan Kurniawan dikenal luas sebagai figur perencana pembangunan yang berpikir strategis dan berorientasi hasil.

Ia pernah memegang berbagai jabatan penting dari Kasubag Keuangan Sekretariat DPRD, Camat Nunukan Selatan, Kepala Dinas Dukcapil, Kepala BPKAD, hingga Kepala Bappeda Litbang.

Setiap jabatan dijalani Raden Iwan Kurniawan dengan prinsip disiplin, dedikasi, dan pelayanan publik.

"Saya percaya, pengalaman di berbagai bidang memberi saya pandangan utuh tentang tata kelola pemerintahan.

Semua jabatan yang pernah saya jalani membentuk cara pandang saya bahwa birokrasi adalah tentang keberlanjutan, bukan sekadar posisi," kata Raden Iwan Kurniawan kepada TribunKaltara.com, Minggu (02/11/2025), pagi.

Iwan Kurniawan kini memikul tanggung jawab besar sebaga Pj Sekda Nunukan yang baru.

Sebelumnya, Raden Iwan Kurniawan lebih dulu jabat Plt Sekda Nunukan.

Kini ia harus memastikan stabilitas administrasi dan memperkuat koordinasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD), di tengah dinamika transisi pemerintahan.

Ia menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program yang telah berjalan, sembari memperkuat budaya kerja kolaboratif dan profesional di kalangan aparatur.

"Fokus utama saya adalah menjaga ritme kerja agar tetap solid.

Sekda adalah jantung koordinasi pemerintahan, maka sinergi dan komunikasi lintas OPD harus berjalan efektif," tegas Raden Iwan Kurniawan

Lebih lanjut, Raden Iwan Kurniawan juga menekankan pentingnya birokrasi yang adaptif terhadap perubahan zaman, terutama dalam menghadapi tantangan pembangunan di wilayah perbatasan yang kompleks.

"Nunukan adalah beranda negara.

Kita tidak bisa bekerja dengan cara lama untuk menjawab tantangan baru.

Ke depan, birokrasi harus lebih responsif, transparan, dan mampu melayani dengan inovasi,” ujar Raden Iwan Kurniawan

Lulusan berbagai diklat struktural mulai dari Adumla (1997), Diklat Pim III (2002), hingga Diklat Pim II (2014) ini dikenal sebagai sosok yang selalu terbuka terhadap ide baru. 

Ia percaya, setiap kebijakan publik harus lahir dari proses belajar, mendengar, dan berdialog dengan masyarakat.

"Saya ingin birokrasi Nunukan bukan hanya bekerja keras, tapi juga bekerja cerdas.

Kita harus bisa menempatkan data, inovasi, dan integritas sebagai fondasi utama pembangunan daerah," pungkas Raden Iwan Kurniawan.

 

Baca juga: Sosok Raden Iwan Kurniawan, Penjabat Sekda Nunukan yang Awali Karir di Kaltim hingga Bulungan

 

5 Pesan Bupati Nunukan 

Lima pesan itu menekankan tanggung jawab besar sebagai Pj Sekda Nunukan dalam menggerakkan birokrasi, mempercepat penyerapan anggaran, hingga mengawal program nasional agar dapat berjalan efektif di daerah.

Pertama, Irwan Sabri menegaskan, jabatan Pj Sekda Nunukan bukan sekadar kehormatan, melainkan amanah besar yang menuntut integritas, profesionalitas, loyalitas, serta kepemimpinan yang kuat.

“Jabatan ini bukan hanya sebuah kehormatan semata, tetapi juga bentuk tanggung jawab yang sangat besar,” ucap Irwan Sabri.

Menurutnya, pelantikan Pj Sekda Nunukan ini memiliki konsekuensi penting untuk mempercepat pelaksanaan fungsi pelayanan dan pengawasan administrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nunukan. 

Kedua, Irwan Sabri menegaskan, Pj Sekda Nunukan memiliki peran strategis sebagai koordinator penyelenggaraan pemerintahan, penggerak birokrasi, sekaligus jembatan antara kepala daerah dan seluruh perangkat daerah.

Lulusan Universitas Hasanuddin itu berharap dengan telah dilantiknya Pj Sekda, seluruh program dan kegiatan yang telah direncanakan pada tahun 2026 dapat segera dieksekusi, tentunya dengan tetap berpedoman pada mekanisme dan aturan yang berlaku.

Ketiga, Irwan Sabri menyoroti pentingnya percepatan penyerapan anggaran. Ia menilai, kecepatan dalam mengeksekusi anggaran sangat berpengaruh terhadap pemerataan pembangunan dan pergerakan ekonomi masyarakat.

“Kita harus meninggalkan kebiasaan menumpuk penyerapan anggaran di akhir tahun dan mulai melakukan penyerapan anggaran secara proporsional,” tegasnya.

Keempat, Bupati Nunukan meminta Pj Sekda Nunukan untuk mengawal program penguatan karakter dan disiplin masyarakat. Di antaranya penerapan jam belajar anak sekolah mulai pukul 19.00 hingga 21.00 WITA, serta mengaktifkan kembali kegiatan kerja bakti setiap hari Jumat, baik di lingkungan pemerintahan maupun masyarakat.

Tak hanya itu, persoalan sampah turut menjadi perhatian. Irwan Sabri menegaskan pentingnya menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia yang disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas), meskipun tidak secara khusus menyinggung daerah di Kalimantan.

Ia juga menginstruksikan agar seluruh kepala OPD melalui Sekda menyelaraskan program daerah dengan program nasional, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), sekolah rakyat, serta pembangunan infrastruktur jembatan.

“Tidak boleh lagi ada sekolah yang kesulitan akses karena jembatan putus,” katanya.

Kelima, Irwan Sabri berharap, Pj Sekda mampu mengawal program-program nasional tersebut agar setiap kebijakan dan keputusan dapat tersampaikan serta direalisasikan dengan baik hingga ke tingkat pemerintahan paling bawah, tanpa menimbulkan bias atau penafsiran yang keliru.

Irwan Sabri mengibaratkan peran Sekda sebagai panglima perang yang harus mampu mengatur strategi, menentukan prioritas, mengelola logistik, serta memastikan seluruh agenda program berjalan sesuai perencanaan.

“Ibarat sebuah peperangan, Sekda adalah panglima perang yang harus mengatur strategi. Menentukan jumlah pasukan memikirkan kebututuhan logistik menentukan kapan pasukan harus maju dan kapan harus mundur. Serta hal-hal yang diperlukan untuk memenangkan pertempuran,” pungkasnya.

“Maka dari itu saya minta kepada Pj Sekda Nunukan yang baru dilantik untuk segera memetakan kebutuhan alokasi anggaran, menentukan skala prioritas, dan mengatur seluruh agenda program yang telah disusun,” tutupnya.

 

(*)

(TribunKaltara.com/Febrianus Felis dan Fatimah Majid)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.