SRIPOKU.COM - Perkara video viral seorang oknum eks ASN di Blora tendang kucing bernama Mintel masih belum selesai.
Lantaran kucing yang ditendang kini mati, pemilik kucing membawa perkara ini ke jalur hukum.
Kabar terbaru, pria berinisial PJ (69) akan memberi kucing baru sebagai itikad dari dirinya untuk berdamai.
Namun, tawaran tersebut sudah ditolak.
Baca juga: Sosok Pria yang Viral Tendang Kucing dan Mengaku Orang Penting, Kini Diperiksa Polisi
"Waktu itu bilangnya tuh mau disiapin kucing Persia gitu, tapi dari kami dari keluarga jelas menolak ya karena itu kita bukan pengen diganti kucing baru," kata adik pemilik kucing Mintel, Firda, mengutip Kompas.com Kamis (5/2/2026).
Ia mengatakan, pelaku tak terduga sempat mendatangi rumah keluarga untuk melakukan mediasi pada Selasa (3/2/2026) malam.
Mediasi tersebut juga melibatkan lurah setempat dan bhabinkamtibmas.
"Tapi dari pihak keluarga masih belum berdamai begitu," kata dia.
Karena tidak ada titik temu, keluarga pemilik kucing Mintel berharap proses hukum tetap berjalan sesuai ketentuan.
"Kalau penginnya pasti diproses ya karena jujur kalau nama hewan peliharaan itu kan enggak ada sebaliknya. Mau dari pelaku itu bilang 'Nanti tak ganti kucing Persia, Korea, Jepang', saya itu pokoknya maunya Mintel gitu. Mintel itu enggak ada sebaliknya," tutur Firda.
"Walaupun Mintel tuh punya saudara dua, mereka tiga bersaudara, yang namanya Mintel ya Mintel cuma satu. Dia tuh enggak ada yang gantiin gitu. Jadi kalau bisa dan ya penginnya dari pihak keluarga jelas pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal," imbuh dia.
Baca juga: Pengakuan Kakek PJ Tendang Kucing di Blora, Awalnya Nantang, Kini Ciut Terancam 1 Tahun Penjara
Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Zaenul Arifin, mengatakan polisi telah memeriksa lima saksi, termasuk pelaku.
Berdasarkan pemeriksaan sementara, polisi juga telah mengetahui motif pelaku.
“Hasil pemeriksaan klarifikasi itu pada saat diduga pelaku tersebut melintas di lapangan yaitu pada saat jogging atau lari itu merasa terganggu dengan keberadaan kucing tersebut,” kata Zaenul.
Ia menambahkan, pelaku mengaku sempat memberi isyarat agar kucing menyingkir sebelum akhirnya terjadi penendangan.
“Jadi lintasan pertama sudah diingatkan dengan tepuk tangan untuk minggir, yang kedua diingatkan lagi langsung ditendang itu. Ya, spontan itu, spontan,” ujar dia.