Eri Cahyadi Jelaskan Riwayat Rumah Radio Bung Tomo di Surabaya Seusai Disinggung Presiden Prabowo
February 05, 2026 09:35 PM

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, memberikan penjelasan terkait keberadaan bangunan yang dikenal sebagai Rumah Radio Bung Tomo di Jalan Mawar, Surabaya.

Penjelasan ini disampaikan untuk meluruskan informasi sekaligus menanggapi perhatian yang sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya menjaga situs bersejarah.

Eri Cahyadi menegaskan, bangunan tersebut kini telah dibangun kembali melalui prosedur dan rekomendasi resmi dari Tim Cagar Budaya.

Sejak awal, ia mengatakan status bangunan tersebut bukan termasuk kategori bangunan asli.

Sebab, bangunan ini telah mengalami renovasi pada 1975 atau 21 tahun sebelum bangunan tersebut ditetapkan sebagai cagar budaya pada 1996.

Dengan demikian, bangunan ini sebenarnya tidak lagi mempertahankan bentuk aslinya seperti saat masa perjuangan.

Baca juga: Pemkot Surabaya Dukung Program Gentingisasi, Kaji Alternatif Material Atap Modern Selain Tanah Liat

“Rumah Bung Tomo itu yang di Jalan Mawar itu sudah direhab pada tahun 75."

"Sehingga dia tidak lagi dalam bentuk yang asli sejak tahun 75. Karena ada IMB-nya tahun 75."

"Berarti tidak bentuk asli sejak tahun 75,” ungkap Wali Kota Eri di Surabaya, Kamis (5/2/2026).

Karena itu, dalam Surat Keputusan (SK) Cagar Budaya, bangunan tersebut diklasifikasikan sebagai gedung tipe B.

Artinya, bangunan masih boleh dipugar atau dibangun ulang dengan ketentuan mengikuti rekomendasi Tim Cagar Budaya, berbeda dengan tipe A yang tidak boleh diubah.

“Karena itulah di dalam SK-nya itu masuk gedung tipe B. Bukan gedung A yang tidak boleh diubah. Boleh dipugar, namun tetap berdasarkan rekomendasi Tim Cagar Budaya,” tegasnya.

Rekonstruksi Ulang

Setelah sempat dirobohkan oleh pemiliknya pada 2016, bangunan tersebut kemudian dilakukan rekonstruksi ulang.

"Rumah Bung Tomo itu sudah dibangun. Rumah Bung Tomo itu sudah dibangun berdasarkan SK Cagar Budaya dan rekomendasi Tim Cagar Budaya tahun 2016,” ujar wali kota dua periode tersebut.

Eri menambahkan, proses pembangunan maupun penataan ulang telah mendapatkan rekomendasi sejak 2016 dan dilaksanakan pada 2017.

Setiap rencana pekerjaan di kawasan atau bangunan cagar budaya memang wajib melalui kajian serta persetujuan tim ahli.

“Kalau masuk dalam Cagar Budaya, maka harus mendapatkan rekomendasi Tim Cagar Budaya sebelum dibangun. Dan itu sudah mendapatkan rekomendasi,” kata mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini.

Ia juga menjelaskan bahwa secara historis, bangunan di lokasi tersebut tidak sepenuhnya tercatat sebagai struktur asli yang digunakan langsung pada masa siaran perjuangan Bung Tomo.

Baca juga: Penyakit Mulut dan Kuku Tak Pengaruhi Harga Daging Sapi di Surabaya, RPH Pastikan Stok Aman

Namun, kawasan itu tetap dihormati nilai sejarahnya sehingga ditetapkan sebagai cagar budaya dengan skema pemugaran terbatas.

Saat ini, total bangunan cagar budaya yang tercatat di Surabaya hingga 2026 mencapai 286 objek.

Penetapan tersebut berdasarkan Surat Keputusan (SK) Pemerintah Kota Surabaya bersama Tim Ahli Cagar Budaya (TACB).

Cagar budaya tersebut meliputi bangunan bersejarah, situs, benda, struktur, hingga kawasan cagar budaya.

Pemkot Surabaya memastikan setiap langkah penataan dilakukan sesuai aturan pelestarian, sekaligus menjaga nilai sejarah situs tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan tata ruang kota.

"Bangunannya masih ada dan itu sudah sesuai dengan rekomendasi Cagar Budaya,” kata Eri.

Rumah Radio Bung Tomo di Surabaya kembali menjadi perbincangan publik setelah Presiden Prabowo Subianto menyinggungnya dalam pidatonya.

Rumah Radio Bung Tomo merupakan tempat pidato bersejarah 10 November 1945 yang telah dirobohkan pada 2016.

Prabowo mempertanyakan keberadaan stasiun RRI tersebut di hadapan para kepala daerah dan pejabat pemerintah lainnya.

Dilansir SURYAMALANG.COM dari Tribunnews, kepala negara pun mengingatkan bahwa Indonesia pernah dijajah bangsa lain. Melalui perjuangan para pendahulu, bangsa Indonesia bisa seperti saat ini.

“Di mana stasiun RRI yang digunakan Bung Tomo waktu pertempuran 10 November, apakah masih ada? Di mana situs-situs Majapahit? Saya dengar beberapa sudah menjadi pabrik,” kata Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pemerintah pusat dan daerah di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.