PERBAIKI Bendungan dengan Karung Berisi Pasir, TNI-Polri dan Warga Gotong Royong di Tukad Sangsang
February 05, 2026 10:03 PM

TRIBUN-BALI.COM - Sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan dan ketahanan pangan masyarakat, Polsek Gianyar bersama unsur TNI dan masyarakat melaksanakan kegiatan kurve atau gotong royong perbaikan Bendungan Tukad Sangsang di Desa Lebih, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, Kamis (5/2). Bendungan tersebut mengalami kerusakan akibat tergerus aliran air sungai.

Kegiatan gotong royong ini melibatkan Perbekel Desa Lebih I Wayan Agus Malyana, SAP, personel Polsek Gianyar, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Lebih, personel Koramil 01/Gianyar, perangkat desa, BPD, LPM, Bendesa Adat, Pekaseh, tokoh pemuda, serta masyarakat Desa Lebih yang turut berpartisipasi secara aktif.

Kapolsek Gianyar, Kompol I Made Adi Suryawan, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergitas dan kepedulian bersama. "Kegiatan gotong royong ini menunjukkan kuatnya kebersamaan antara TNI-Polri, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan," ujarnya.

Baca juga: TANTANGAN Media di Era AI dan Gempuran Konten Kreator, Harus Kembali ke Marwah Jurnalistik Lagi!

Baca juga: PURA Segara Rusak Parah Diterjang Angin Kencang! Pelabuhan Gilimanuk Sempat Ditutup Sementara

Perbaikan bendungan dilakukan dengan memperbaiki jalur aliran air serta membuat bendungan sementara menggunakan karung plastik yang diisi pasir dan disusun melintang di tengah aliran sungai. Langkah ini bertujuan untuk menahan derasnya aliran air agar tidak menimbulkan kerusakan lanjutan di wilayah hilir.

"Dengan kegiatan ini, diharapkan perbaikan bendungan dapat membantu kelancaran aliran air untuk pertanian warga dan menjaga ketahanan pangan masyarakat. Kegiatan berjalan aman, lancar, serta situasi kamtibmas tetap kondusif," ujarnya. 

Berdasarkan data dihimpun, Kamis (5/2), kerusakan tersebut menimbulkan dampak luas. Mulai dari padi yang terancam gagal panen. Sebab kerusakan itu yang menghentikan suplai air ke areal persawahan yang saat ini tengah ditanami padi yang baru berumur sekitar sepekan. 

Kerusakan bendungan ini juga mengancam kelangsungan budidaya ikan lele. Sebab air yang kini tak mengalir areal persawahan, menyebabkan kolam-kolam ikan lele di sana terancam kekeringan. Sebab kolam mereka sepenuhnya bergantung pada air dari bendungan tersebut.

Tak hanya itu, warga Desa Lebih secara umum juga terdampak. Sebab aliran air sungai yang biasanya dimanfaatkan untuk mencuci dan keperluan rumah tangga kini tidak lagi mengalir. (weg)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.