Saat Otak Lebih 'Tajam' dari Taring, Dua Pria Selamat Usai Bergantian Tarung Lawang Macan Tutul
February 05, 2026 11:27 PM

 

SRIPOKU.COM - "Keselamatan nomor dua, yang penting anak-anak selamat,".

Pikiran itu seketika muncul di benak Ujang (42) dan ahmad Faiq (56).

Dua pria asal Kecamatan Pacet ini secara bergantian bertaruh nyawa duel melawan macan tutul.

Modal keberanian saja tidak cukup, tetapi mereka menggunakan akal dan pikiran melawan tajamnya caring dan cakar hewan buas tersebut.

Baca juga: Sniper Disebar, Macan Tutul Lepas dari Kebun Binatang Tengah Kota, Skenario Terburuk Disiapkan

Jajang, sapaan Ahmad Faiq, mengatakan pada pukul 08.30 ada kabar macan tutul masuk ke pemukiman.

Bermodalkan keberanian, akal, dan peralatan seadanya, ia mengejar macan tutul jantan dengan bobot sekitar 50 kilogram itu selama hampir dua jam.

Kejar-kejaran berakhir saat macan tutul berhasil dipojokkan di antara dinding bata dan pagar besi rumah warga.

Dalam posisi terjepit, Jajang memanjat pagar dan menggunakan sebilah besi untuk menyumpal mulut macan agar tidak menggigit.

“Dia punya taring, saya punya akal,” ujarnya singkat.

Proses penangkapan berlangsung dramatis dan penuh risiko. Warga sempat kesulitan mendapatkan tali.

Tak ingin momentum hilang, Jajang bahkan merogoh kocek pribadi untuk membeli tali tambang.

Selama sekitar 20 menit, ia menahan tenaga macan tutul hingga akhirnya warga bersama-sama mengikat kaki depan, kaki belakang, hingga ekor satwa tersebut.

Sekitar pukul 11.30 WIB, macan tutul berhasil dilumpuhkan.

Baca juga: Macan Tutul Kurus Berjalan Pincang Masuk Kebun Karet Warga di Muratara

Kondisinya dilaporkan relatif sehat, meski mengalami luka ringan akibat gesekan besi saat proses pengamanan. Macan kemudian dibawa ke Polsek Pacet sebelum diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jawa Barat.

Anak-anak Nyaris Diterkam

Aksi heroik juga dilakukan Ujang, keberaniannya mendadak muncul saat melihat hewan buas itu sudah di dekat anak-anak.

Dengan tangan kosong, Ujang berusaha menangkis cakaran dan gigitan binatang buas tersebut.

“Dia langsung berdiri dan nyakar. Tingginya sampai sedagu saya. Orang-orang malah kabur, gerbang ditutup,” kenangnya.

Pertarungan antara manusia dan macan tutul berlangsung sekitar tiga hingga empat menit.

Ujang mengalami luka gigitan cukup parah di tangan kanan hingga harus menjalani sembilan jahitan.

Meski terluka, ia tetap berusaha bertahan hingga berhasil memukul kepala macan dan melepaskan diri.

Ujang kemudian dievakuasi ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.