PUPR Mabar Evakuasi Truk Mixer Rongsok dari Desa Wisata Wae Lolos
February 06, 2026 12:36 AM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Chrisantus Gonsales 


POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengevakuasi truk mixer rongsok yang ditinggalkan Desa Wisata Wae Lolos.

Evakuasi truk dengan nomor polisi B 9739 H dilakukan pada Kamis (5/2/2026).

Adapun truk yang tidak diketahui pemiliknya itu dibiarkan selama enam tahun di ruas jalan Trans Flores arah Labuan Bajo - Ruteng, tepatnya di Cabang Langgo, Desa Wisata Wae Lolos.

Dalam evakuasi itu, Dinas PUPR mengerahkan alat berat ekskavator dan truk self-loader (tronton).

Proses evakuasi yang didukung aparat kepolisian dan warga lokal berlangsung sekitar empat jam.

Kapolsek Sano Nggoang, Ipda Risbel Pandiangan memimpin operasi didampingi Kanit Patroli Satlantas Polres Mabar, Aiptu Herman Tedi. 

Langkah evakuasi ini bukan sekadar urusan teknis pemindahan kendaraan rusak, melainkan sebuah jawaban nyata atas keresahan warga yang telah lama merasa terancam keselamatannya.

Kehadiran Camat Sano Nggoang, Alfonsius Arfon, dan Kepala Desa Wae Lolos, Gervinus Toni dan sejumlah Wartawan menegaskan bahwa evakuasi ini adalah prioritas mendesak demi kenyamanan publik dan estetika desa wisata.

Meski operasi dilakukan di jalur utama yang padat aktivitas, kemacetan panjang berhasil dihindari. 

Kesigapan personel Satlantas Polres Mabar berpadu apik dengan semangat gotong royong puluhan anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Cunca Plias.

Sejak fajar menyingsing, para pemuda setempat dengan sukarela mengatur arus lalu lintas, memastikan aktivitas ekonomi warga dan perjalanan wisatawan tetap berjalan beriringan dengan proses evakuasi.

"Kami memohon maaf atas sedikit hambatan bagi para pengguna jalan. Namun, langkah ini harus diambil demi menjamin keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas yang lebih baik ke depannya," ujar Kapolsek Ipda Risbel Pandiangan.

Bagi Kepala Desa Wae Lolos, Gervinus Toni, hari ini adalah sebuah kelegaan besar. Selama hampir enam tahun, ia menyaksikan bagaimana bangkai truk tak bertuan itu menjadi hambatan yang membahayakan nyawa, terutama saat malam hari di jalur yang minim penerangan.

"Mobil ini milik siapa, kami tidak tahu pasti. Sudah hampir enam tahun menghalangi jalan tanpa ada pihak yang bertanggung jawab. Hari ini kami sangat bersyukur atas tindakan tegas pemerintah dan kepolisian," tutur Gervinus dengan nada lega.

Apresiasi juga datang dari Camat Sano Nggoang, Alfons Arfon dan para pelintas, Rudy Ngambut, salah satu pengguna jalan. 

Menurut Camat Sano Nggoang, kepedulian kolektif antara Pemkab Mabar, Kepolisian, dan Pokdarwis adalah contoh nyata pelayanan masyarakat yang menyentuh akar persoalan.

Keberhasilan evakuasi ini menjadi bukti bahwa persoalan yang bertahun-tahun terbengkalai dapat tuntas melalui koordinasi yang solid. 

Kini, jalur Trans Flores di titik Desa Wisata Wae Lolos kembali bersih dan lapang. Wisatawan maupun warga lokal kini dapat melintasi kawasan tersebut dengan rasa aman, tanpa harus lagi berpapasan dengan bayang-bayang rongsokan besi yang selama ini menghambat keindahan alam Manggarai Barat. (moa)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.