Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) RI, Maman Abdurrahman menyebut DIY menjadi ikon percontohan pemberdayaan UMKM nasional.
Ia mengatakan saat COVID-19, pertumbuhan ekonomi di semua daerah tumbuh negatif. Namun ada tiga daerah yang masih mampu tumbuh positif, salah satunya DIY.
“Kenapa kok Jogja tumbuh positif padahal bukan penghasil tambang, kok bisa survive dibanding provinsi lainnya? Ternyata, Yogyakarta adalah satu-satunya daerah yang pemberdayaan sektor mikro, kecil, dan menengahnya paling optimal dan luar biasa sekali,” katanya saat Rapat Koordinasi Nasional Bidang UMKM dan Kewirausahaan tahun 2026 di Yogyakarta, Kamis (5/2/2026).
Menurut dia, keberhasilan DIY dalam pemberdayaan UMKM dapat dijadikan rujukan.
Ketika melakukan pemberdayaan, UMKM harus ditempatkan sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Sehingga ketika terjadi krisis seperti COVID-19 lalu, sektor UMKM mampu menopang dan menjaga pergerakan ekonomi daerah.
“Yogyakarta menjadi salah satu ikon percontohan daerah yang memberikan arah kebijakannya atau dukungan kebijakannya kepada sektor mikro, kecil, menengah. Mari kita jadikan Yogyakarta sebagai motivasi dalam men-support UMKM di daerah masing-masing,” ujarnya.
Dalam rakornas yang dihadiri seluruh kepala dinas seluruh Indonesia tersebut, ia juga ingin menyinergikan beberapa program dari pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota.
Salah satu yang dibahas juga terkait dengan sistem Sapa UMKM. Nantinya data UMKM akan terintegrasi, sehingga menjadi data dinamis.
“Prinsipnya yang sedang kita tuntaskan sekarang adalah penyempurnaan beberapa sistem dan akan melakukan testing-testing. Agar semua bersinergi, integrasi data dari pusat, provinsi, dan kabupaten/kota selalu hadir dalam proses tumbuh kembangnya (UMKM),” pungkasnya. (maw)