22 Pekerja Dapur MBG Jadi Korban Ledakan Mesin Pengering Ompreng, Warga Geger
February 06, 2026 12:19 AM

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Purwokerto - Sebanyak 22 pekerja di dapur MBG SPPG Krajan, Banyumas, menjadi korban akibat ledakan mesin pengering ompreng saat sedang dilakukan uji coba operasional.

Meski demikian, dipastikan tak ada korban jiwa dalam peristiwa yang sempat mengegerkan warga tersebut.

Kejadian mesin pengering ompreng meledak itu terjadi tepatnya di Desa Krajan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Kamis (5/2/2026).

Ompreng adalah kotak atau wadah makan, biasanya terbuat dari logam atau plastik, yang digunakan untuk membawa nasi dan lauk.

Istilah ompreng bersifat bahasa sehari-hari dan cukup umum dipakai di beberapa daerah di Indonesia.

Baca juga: Detik-detik Mesin Pengering Ompreng di Dapur SPPG Meledak, Pekerja Berhamburan

Dikutip Tribunlampung.co.id dari TribunJateng.com, suara ledakan terdengar hingga radius sekira satu kilometer. Beberapa lembar atap seng beterbangan. Sementara para pekerja berhamburan keluar dapur dalam kondisi sempoyongan.

Sumber suara ternyata berasal dari mesin pengering ompreng di dapur SPPG Krajan yang tiba-tiba meledak saat uji coba operasional. 

Kapolsek Pekuncen, AKP Slamet Husein memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

"Sekilas, alat pengering ompreng diduga terlalu panas, lalu meledak. Untuk korban jiwa tidak ada, adapun yang dilaporkan luka 22 jiwa," katanya. 

Pihaknya mengatakan, sebagian sudah pulang, sementara dua masih pemeriksaan lanjutan.

Dia juga menegaskan informasi kebocoran gas tidak benar. 

Tabung, selang, dan regulator dalam kondisi utuh.

Akibat ledakan, bagian atap ternit jebol dan sejumlah seng rusak terkena serpihan. 

Kerugian material ditaksir mencapai Rp60 juta.

SPPG Krajan merupakan unit kelima yang akan beroperasi di Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas. 

Dapur ini ditargetkan melayani 1.000 penerima manfaat pada tahap awal, kemudian meningkat menjadi 1.500 orang di tahap kedua untuk dua desa, yakni Desa Krajan dan Kranggan.

Sebelum operasional, pembinaan sudah dilakukan tiga kali. 

Namun insiden ini membuat pengelola harus melakukan evaluasi ulang aspek keselamatan kerja.

Sementara itu, Kepala SPPG Elvin Subekti menjelaskan, insiden terjadi sekira pukul 10.40 saat tim sedang melakukan pengeringan ompreng menggunakan oven.

"Alat mulai dipakai sejak pukul 09.30. Ini masih tahap uji coba," katanya. 

Tiba-tiba oven meledak, serpihannya mengenai atap seng sampai terlontar.

Dia mengatakan, hari itu merupakan uji coba ketiga. 

Sebelumnya, dua kali pengoperasian alat berjalan normal dan sudah mengikuti SOP.

Menurutnya, kegiatan yang dilakukan masih sebatas persiapan dapur, belum melayani distribusi makanan. 

Relawan datang untuk bersih-bersih, melepas plastik ompreng baru, sekaligus mencuci peralatan.

"Dapur Krajan ini belum operasional. Rencananya baru mulai 9 Februari 2026," katanya.

Pihaknya mengatakan, relawan di dalam dapur saat kejadian mencapai 26 orang. 

10 orang pencuci, 8 pemorsian, dan 8 pemasak. 

Dari jumlah tersebut 10 orang dibawa ke puskesmas. 

Dari 10 orang itu 8 luka ringan dan 2 dirujuk ke rumah sakit.

Sebagian mengalami lecet akibat serpihan kaca dan tertimpa ternit. 

Relawan lain yang berada dekat lokasi juga dianjurkan memeriksa pendengaran karena suara ledakan sangat keras.

Kepala Desa Krajan, Muflichudin menyebut, dentuman terdengar keras hingga membuat warga panik.

"Suaranya seperti karbit meledak. Keras sekali. Awalnya kami kira trafo listrik," katanya.

Dia menambahkan, mayoritas pekerja adalah warga Desa Krajan dan Kranggan. 

Saat keluar gedung, beberapa tampak sempoyongan sehingga membuat warga sekitar cemas.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.