Sejarah Futsal Indonesia Berlanjut, Tantang Tim Kuat Iran di Final Piala Asia
February 06, 2026 12:19 AM

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Jakarta - Timnas Futsal Indonesia kembali menambah panjang catatan sejarah dalam gelaran Piala Asia Futsal 2026 seusai menundukkan tim kuat Jepang.

Bertanding di Indonesia Arena, Kamis (5/2/2026) malam, Skuad Garuda menundukkan Jepang dengan skor meyakinkan 5-3 di partai semifinal.

Atas kemenangan ini, Timnas Futsal Indonesia bakal menantang tim pemegang rekor juara Piala Asia Futsal, yakni Iran, di partai final.

Kemenangan Timnas Indonesia didapatkan secara dramatis melalui babak extra time atau perpanjangan waktu setelah di waktu normal bermain sama kuat 3-3. 

Gol Reza Gunawan dan Dewa Rizki di babak ekstra tim menjadi penentu kemenangan bagi Indonesia.

Baca juga: Dokter Kandungan Ngamuk Kain Operasi Sudah Sobek-sobek, Dananya Malah untuk Baju Futsal

Sebenarnya di waktu normal, gol Firman Adriansyah di menit ke-39 nyaris membuat Indonesia menang, sebelum kemudian Jepang menyamakan skor melalui penalti Kazuya Shimizu di menit akhir.

Adapun di babak pertama, Indonesia unggul 1-0 dan bahkan menambah keunggulan menjadi 2-0 di awal babak kedua setelah gol bunuh diri pemain mereka.

Namun Jepang sempat bangkit dan menyamakan skor menjadi 2-2, salah satunya lewat upaya kapten mereka Kazuya Shimizu yang menghasilkan own goal dari Yogi Saputra.

Satu menit menjelang laga bubaran, Indonesia kembali unggul menjadi 3-2 melalui gol dari Firman Adriyansyah.

Jepang menunjukkan semangat pantang menyerah. Usaha mereka mengejar gol membuahkan hadiah penalti setelah adanya handball dari pemain Indonesia.

Shimizu yang meju menjadi eksekutor sukses membuat skor sama menjadi 3-3, memaksa laga dilanjutkan ke babak extra time.

Di babak perpanjangan ini, Indonesia sukses membuat dua gol, salah satunya memanfaatkan kegagalan power play Jepang yang akhirnya dimanfaatkan gol oleh Dewa Rizki, membuat Indonesia menang 5-3.

Dengan hasil ini, Indonesia melanjutkan sejarah untuk pertama kalinya ke final Piala Asia Futsal.

Skuad Garuda akan bertemu Iran, sang pemilik gelar terbanyak dengan 13 trofi, yang sebelumnya menang 2-4 dari Irak.

Adapun laga final akan digelar pada Sabtu (7/2/2/2026) pukul 19.00 WIB di Indonesia Arena. 

Jalannya Pertandingan

Jepang dan Indonesia langsung tampil dengan tempo tinggi sejak awal laga, sama-sama berani membuka permainan dan melancarkan serangan.

Indonesia menunjukkan inisiatif melalui Firman Adriyansyah yang melepaskan sepakan jarak jauh pada menit kedua, meski bola masih melenceng dari sasaran.

Jepang membalas lewat kerja sama satu-dua yang diakhiri tendangan keras Shoto Yamanaka, namun hasilnya juga belum menemui target. 

Tekanan berlanjut melalui situasi kick in, tetapi kiper Indonesia, Ahmad Habiebie, tampil sigap dengan berada di posisi ideal untuk menepis percobaan Yamanaka. 

Peluang berikutnya dari pemain bernomor punggung tujuh yang telah mengoleksi empat gol itu kembali melebar tipis.

Kapten Jepang, Kazuya Shimizu, mendapat kesempatan di menit keempat, tetapi Habiebie kembali menunjukkan refleks cepat dengan maju menutup sudut tembak. 

Indonesia kemudian menciptakan peluang berbahaya melalui Syauqi Saud yang menusuk dari sisi kanan dan memicu kemelut di depan gawang, namun peluang tersebut belum mampu dikonversi menjadi gol.

Jepang merespons dengan serangan balik berbahaya, tetapi penyelesaian akhir masih belum efektif. Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-12 ketika Samuel Eko membawa Indonesia unggul. 

Berawal dari situasi sepak pojok, Reza Gunawan memenangi duel dengan kiper Jepang hingga bola lepas. 

Melihat kesempatan itu, Samuel Eko langsung melepaskan tembakan yang mengarah ke sisi kiri gawang dan berbuah gol.

Setelah tertinggal, Jepang kembali menekan melalui Yoshikawa yang menusuk dari sisi kanan, namun Habiebie lagi-lagi tampil solid dengan tangkapan yang aman. 

Indonesia hampir menggandakan keunggulan lewat sepakan keras Reza Gunawan yang sempat terlepas dari tangkapan kiper Jepang, tetapi tak ada rekan setim yang menyambut di tiang jauh.

Kedua tim terus saling melancarkan serangan hingga akhir babak pertama, namun skor tidak berubah. Indonesia menutup paruh pertama pertandingan dengan keunggulan 1-0 atas Jepang.

Di awal babak kedua, Indonesia nyaris menggandakan keunggulan. Israr Megantara berhasil melewati pemain Jepang dan mengirim umpan ke Muhammad Iqbal di tiang kedua.

Sayang, finishing dari kapten Timnas Indonesia itu belum berbuah gol setelah penyelamatan heroik dari kiper Jepang. 

Tak kalah heroik. Ahmad Habiebie juga terus membuat penyelamatan dengan menggagalkan tembakan mendatar dari pemain Jepang.

Memasuki menit ketiga di babak kedua, Indonesia menjauh dengan keunggulan 2-0 berkat gol bunuh diri pemain Jepang.

Gol tersebut berawal dari tembakan Ardiansyah Nur alias Anca. Ia berniat mengirim bola keras ke tiang dua kepada Wendy Brian.

Namun pemain Jepang yang mencoba menghalau tembakan tersebut justru membuat bola masuk ke gawang sendiri, alhasil skor berubah menjadi 2-0 untuk Indonesia.

Jepang merespon dengan peluang berbahaya. Untungnya tembakan keras dari kapten mereka, Kazuya Shimizu masih berhasil dihalau oleh Ahmad Habiebie.

Jepang akhirnya mengecilkan ketertinggalan lewat Takehiro Motoishi. Ia melakukan pergerakan memutar badan sebelum kemudian melepaskan tembakan.

Tembakannya sebenarnya tak begitu kencang, namun Habiebie menghalaunya, namun bola bergulir masuk diantara dua kakinya, membuat skor menjadi 2-1.

Beberapa menit kemudian, Firman Adriyansyah mendapat kesempatan bagus dari bola liar di depan gawang Jepang.

Namun tembakan kerasnya masih bisa digagalkan kiper Jepang, Tabuchi Hiroshi.

Di menit ke-35, Jepang akhirnya menyamakan skor berkat upaya yang dilakukan kapten mereka, Kazuya Shimizu.

Ia melepaskan tembakan ke depan gawang Indonesia. Bola berubah arah dan masuk ke gawang setelah antisipasi yang salah dari Yogi Saputra. 

Jepang dan Indonesia masih terus mencari gol keunggulan, keduanya masih silih berganti melancarkan serangan. 

Satu menit menjelang laga bubaran, Indonesia kembali unggul menjadi 3-2 melalui gol dari Firman Adriyansyah.

Jepang menunjukkan semangat pantang menyerah. Usaha mereka mengejar gol membuahkan hadiah penalti setelah adanya handball dari pemain Indonesia.

Shimizu yang meju menjadi eksekutor sukses membuat skor sama menjadi 3-3.

Skor sama kuat tersebut membuat laga harus dilansjutkan ke babak ekstra tim selama 2x5 menit.

Reza Gunawan alias Regun membuka gol pertama bagi Indonesia di babak extra time, menfaatkan serangan yang diakhiri dengan tembakan di depan area gawang.

Belum cukup sampai disitu, Jepang yang tertinggal melakukan skema power play. Namun upaya mereka gagal dan justru menghasilkan gol kelima bagi Indonesia yang dibuat melalui Dewa Rizky. 

Jepang memiliki kesempatan untuk mengecilkan skor setelah mendapat penalti. Namun eskeskusi kapten mereka gagal berbuah gol. 

Skor 5-3 akhirnya menutup kemenangan bagi Indonesia, melanjutkan sejarah untuk pertama kalinya melaju ke final dan bertemu Iran.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.