Banda Aceh (ANTARA) - Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi menegaskan percepatan pemulihan masyarakat pascabencana hidrometeorologi yang melanda daerah tersebut pada akhir November 2025.

"Kami menegaskan percepatan pemulihan masyarakat terdampak bencana serta pemulihan layanan publik di wilayah terdampak bencana," kata Sibral Malasyi di Pidie Jaya, Provinsi Aceh, Kamis (5/2).

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Pidie Jaya ketika menghadiri peresmian hunian sementara dan penyerahan dana tunggu hunian di kompleks hunian sementara depan Kantor PMI Pidie Jaya.

Sibral Malasyi juga memastikan kondisi pengungsian di kabupaten tersebut telah berakhir. Kini, pemerintah daerah fokus membenahi layanan dasar hunian sementara, seperti listrik dan air bersih, agar korban bencana yang menempatinya aman dan layak.

Selain itu, bupati juga menjamin data administrasi kependudukan warga terdampak, meski banyak dokumen fisik hilang akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi akhir November 2025.

"Seluruh data administrasi kependudukan tetap tersimpan di server Dinas Kependudukan Catatan Sipil, sehingga proses pengurusan kembali dapat dilakukan dengan cepat," kata Sibral Malasyi.

Terkait dana tunggu hunian, ia menegaskan anggarannya telah tersedia. Pemerintah daerah juga terus mendorong percepatan pembukaan rekening dan kelengkapan administrasi penerima agar bantuan tersebut segera tersalurkan kepada masyarakat yang berhak menerimanya.

"Kami berharap proses pemulihan pascabencana berjalan maksimal. Termasuk kehadiran hunian sementara ini menjadi jembatan menuju pembangunan hunian tetap yang permanen dan berkelanjutan," kata Sibral Malasyi.