BANJARMASINPOST.CO.ID- Beberapa stoples dan botol berisi koleksi madu dikeluarkan Tedjo Asmoro (54) dari dalam lemari.
Pria yang sudah menggeluti dunia perlebahan selama 22 tahun itu ternyata Tak hanya menjual madu murni.
Sejumlah madu telah diolahnya dengan beberapa binatang dan tanaman untuk menjadi madu kesehatan.
Tedjo pun menunjukkan koleksi unik Rumah Lebah Tegal, Jalan Ki Hajar Dewantoro Kota Tegal, Jawa Tengah. Di antaranya madu rendaman tangkur (kelamin jantan) buaya dan madu rendaman kuda laut yang dicampur dengan kadal Arab.
Baca juga: Kisah Budi Daya Madu Kelulut di Tapin, Runiansyah Sempat Frustrasi saat Sarang Hilang
Selain itu, ada madu rendaman ginseng Korea, madu rendaman purwaceng, madu rendaman bawang putih tunggal, dan madu berusia empat tahun.
Tedjo yang merupakan peternak dan terapis lebah mengungkapkan, produk yang dijual merupakan madu murni dan madu kesehatan.
Madu murni yang benar-benar masih original baru diambil dari hutan dan tidak dicampur apapun.
Kedua, madu yang sudah direndam dengan beberapa jenis binatang dan tanaman untuk terapi.
“Contohnya madu rendaman tangkur buaya, khasiatnya untuk meningkatkan vitalitas dan libido pria. Ini paling laris,” kata Tedjo kepada Tribunjateng.com beberapa waktu lalu.
Tedjo mengatakan, sedangkan madu rendaman kuda laut dan kadal Arab ini memiliki khasiat untuk meningkatkan kekuatan fisik tubuh.
Madu rendaman ginseng Korea khasiatnya untuk orang yang mengalami gangguan sesak nafas.
Kemudian madu rendaman bawang putih tunggal memiliki khasiat untuk orang dengan penyakit diabetes melitus, stroke, darah tinggi, dan untuk kebugaran tubuh.
“Lalu madu yang berusia empat tahun ini untuk kesuburan, pasangan suami istri yang ingin program hamil. Madu masih dalam sarangnya dan sudah berusia empat tahun,” jelasnya.
Tedjo menjelaskan, madu yang digunakannya berasal dari dua jenis lebah yang dibudidayakan sendiri.
Pertama lebah hutan atau Apis Dorsata dari peternakannya di hutan daerah Guci Kabupaten Tegal.
Kedua lebah lokal atau Apis Cerana yang dibudidayakannya di halaman rumah Jalan Ki Hajar Dewantoro Kota Tegal.
Sedangkan untuk harga, madu original botol kecil Rp 75 ribu dan botol besar Rp 225 ribu, lalu madu rendaman binatang atau tanaman botol kecil mulai Rp 100 ribu- Rp 150 ribu.
“Selain budidaya, saya juga melayani terapi sengat lebah dan tawon, seminggu pasiennya mencapai 7- 15 orang. Untuk tarif sukarela,” ungkapnya.
Pria yang juga seorang guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Brebes itu, mulai belajar dan berburu lebah sejak 22 tahun lalu, pada 2003.
Baca juga: Mahasiswa ULM Sulap Bunga Mangrove Jadi Madu, Raih Juara Nasional
Dia belajar beternak lebah dari masyarakat sekitar hutan, secara otodidak, dan membaca buku literatur serta kepustakaan.
Kini, dia memiliki peternakan lebah di hutan dan halaman rumah.
“Dorongan saya waktu itu karena ingin keluarga benar-benar sehat. Kebetulan anak kami lahir prematur usia 7 bulan dengan berat badan hanya 1,2 kilogram. Setelah mengonsumsi madu murni, pertumbuhan anak jadi cepat, fisik normal dan kepintarannya juga bagus,” ungkapnya. (tribunjateng/fajar bahruddin achmad)
TRIBUN JATENG/Fajar Bahruddin Achmad
MADU KUDA LAUT - Tedjo Asmoro menunjukkan madu rendaman kuda laut dan beberapa koleksi madu lainnya di Rumah Lebah Tegal.