SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kabar Sriwijaya FC menggelar Training Camp (TC) di Sawangan, Depok, sekaligus membuka peluang memindahkan laga kandang putaran ketiga Pegadaian Championship 2025/26 ke Depok, langsung memantik reaksi dari suporter militannya di Palembang.
Ultras Palembang akhirnya angkat suara. Bukan menolak, mereka justru memberi dukungan kepada manajemen Sriwijaya FC dengan catatan tegas.
“Kami menanggapi bahwa laga home Sriwijaya FC itu ada empat. Dua boleh di Depok tanpa penonton, tapi dua laga terakhir harus tetap di Jakabaring dan ada penonton,” ujar Capo Tifoso Ultras Palembang, Qusoi SH, kepada Sripoku.com, Kamis (5/2/2026).
Qusoi menyatakan Ultras Palembang sangat mendukung langkah manajemen apabila Sriwijaya FC berhomebase ke Depok selama 2 pertandingan tanpa penonton. Yakni saat menjamu FC Bekasi City, Minggu (15/2/2026), dan saat menjamu Persikad Depok, Jumat (20/2/2026).
"Yang utama untuk menghemat biaya Sriwijaya FC, sewa lapangan dan selama TC di Jawa sehingga tidak mondar-mandir. Itu untuk laga tanpa penonton. Dan percuma juga kalau SFC tanpa penonton dimainkan di Jakabaring. Karena sewa lapangan untuk SFC bermain di Jakabaring itu sangat mahal. Percuma juga bermain di Jakabaring tanpa penonton dan tidak ada pemasukan seperti tiket dan lain-lain. Intinya kami mendukung langkah manajemen," kata Qusoi.
Selanjutnya Ultras Palembang berharap manajemen tetap mengadakan 2 pertandingan laga home terakhir tetap dilaksanakan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang karena animo suporter Sriwijaya FC sangat besar.
"Dikarenakan posisi Sriwijaya FC dengan pemain ala kadarnya pun menjadi penonton terbanyak di wilayah barat. Apalagi posisi SFC akan berbenah dengan sekitar 80 persen yang kami dengar akan diganti dengan pemain-pemain baru, termasuk ada pemain asing. Dan itu menjadi harapan terbesar, suatu kebanggaan kami apabila itu terealisasi dan kami ingin menonton laga home di Palembang sekaligus untuk meningkatkan euforia," kata Qusoi.
Selaku suporter militan, Ultras Palembang juga sekaligus ingin berkenalan dengan pelatih baru dan pemain baru Sriwijaya FC ketika betanding di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang.
"Jadi kami berharap manajemen, kami mendukung langkah tanpa penonton itu digelar di Depok. Tapi dua laga tersisa ada penonton kami berharap untuk tetap bermain di Palembang," pinta Qusoi.
Qusoi mengatakan khusus Ultras Palembang berjanji akan menjaga kondusivitas di Stadion Jakabaring supaya tidak terulang lagi tragedi saat laga Derby Symsel kemarin.
"Termasuk juga kami berharap dulur-dulur dari Singa Mania, Sriwijaya Mania, ataupun suporter pecinta Sriwijaya FC untuk berlaku kondusif apabila SFC main di kandang. Semoga SFC berbenah dan tetap bertahan di Liga 2," pungkasnya.
Langkah manajemen Sriwijaya FC ini diambil bukan tanpa alasan. Krisis finansial yang belum kunjung membaik membuat manajemen harus mencari solusi efisiensi. Direktur Olahraga PT SOM, Anggoro Prajesta, menegaskan bahwa keputusan ini masih bersifat sementara.
“Semua masih dipikirkan dan dipertimbangkan. Banyak faktor yang harus dilihat ke depan,” ujar Anggoro Prajesta.
Sementara itu, Sekretaris PT SOM sekaligus Ketua Panpel laga home Sriwijaya FC, Faisal Mursyid, mengakui bahwa relokasi pertandingan bisa saja terjadi. “Masalahnya memang ada pertimbangan efisiensi waktu dan biaya. Kalau dijalankan, artinya laga home Sriwijaya FC di Depok, sementara Panpel di Palembang istirahat,” katanya.
Di TC Depok, skuad Elang Andalas mendapat suntikan semangat dari pelatih senior Iwan Setiawan, yang hadir bersama tim kepelatihan termasuk putranya Gary Anggrana. Kehadiran mereka diharapkan mampu memompa motivasi pemain menghadapi jadwal padat: sembilan laga, terdiri dari 4 kandang dan 5 tandang. Namun tantangan besar menanti. Dua laga home pertama harus digelar tanpa penonton akibat sanksi Komdis PSSI.
“Ini yang kita sesalkan, karena tidak ada pemasukan tiket. Tapi kita tetap optimis tim bisa tampil maksimal,” tegas Faisal. Relokasi ke Depok sekaligus menjadi babak baru perjalanan Sriwijaya FC. Dari Palembang ke Depok, dari krisis ke optimisme, Elang Andalas bertekad tetap terbang tinggi meski badai menghadang.
Baca juga: Sriwijaya FC Gelar TC di Sawangan: 50 Pemain Berebut Kursi, Zac Tyson Jadi Sorotan
Jadwal Panas Sriwijaya FC
15 Februari 2026 – vs FC Bekasi City (Home, tanpa penonton)
20 Februari 2026 – vs Persikad Depok (Home, tanpa penonton)
28 Februari 2026 – Derby Sumsel vs Sumsel United (Away, Jakabaring)
28 Maret 2026 – vs Persiraja Banda Aceh (Away)
5 April 2026 – vs PSPS Pekanbaru (Home)
12 April 2026 – vs Persekat Tegal (Away)
19 April 2026 – vs PSMS Medan (Away)
25 April 2026 – vs Garudayaksa FC (Home)
2 Mei 2026 – vs Adhyaksa FC Banten (Away)